
"Nah ini Yujin. Istriku." ucap Eunsang penuh penekanan dan menatap Minhee.
Semua terkejut mendengar pernyataan Eunsang begitu juga dengan Yujin kecuali Yunseong dan Junho.
"Kamu kenapa sih?" tanya Yujin berbisik.
"Yujin. Jadi kamu sudah menikah?" tanya Minhee.
Yujin bingung mau jawab apa. Tapi sudah terlanjur basah terpaksa dia mengiyakan.
"Iya Minhee. Ini suami aku." ucap Yujin sedikit tersenyum.
"Owh begitu. Kalau begitu aku pamit pulang duluan ya." ucap Minhee langsung pergi meninggalkan mereka.
"Kamu kok tidak bilang aku dulu sih kalau mau kasih tahu semua orang." ucap Yujin setelah Minhee pergi.
"Kenapa memangnya? Lagian bukan rahasia juga. Ini mereka teman aku dari SMP." ucap Eunsang pada Yujin menunjuk kearah Yunseong dan Junho.
"Oh ya, kalian panggil dia sunbae. Dia ini anak tingkat akhir. Jadi kalian harus sopan." ucap Eunsang pada kedua temannya itu.
"Apa? Jadi kau menikah dengan noona?" ucap Junho.
"Diam bodoh." ucap Yunseong memukul kepala Junho.
"Aww! Sakit tahu!" ucap Junho memegang kepalanya yang dipukul Yunseong.
"Maklum ya sunbae. Teman kami satu ini sedikit bodoh dan banyak bicara." ucap Yunseong datar.
"Teman Eunsang rada aneh ya." bisik Chaewon pada Yujin.
"Tidak masalah kok. Kalian sudah makan siang?" tanya Yujin. Mereka bertiga menggelengkan kepalanya.
"Singgah dulu ke apartemen kami yuk. Biar aku masakin." ucap Yujin.
"Ya sudah ayo. Sunbae juga ayo ikut kita." ucap Eunsang.
Mereka pun menuju parkiran dan pergi menuju apartemen Eunsang dan Yujin.
ββββ
"Setelah jam makan siang nanti apa saja jadwalku?" tanya Wooseok pada sekretaris cantiknya itu.
"Nanti jam 2 bapak ada rapat internal di kantor cabang. Lalu jam 4 bapak akan menghadiri perjamuan dari klien." jelas sekretaris cantik itu.
"Baiklah. Sekarang kau boleh keluar."
"Baik pak. Permisi." perempuan itu pun keluar dari ruangannya.
Setelah ruangan itu kosong Wooseok kembali berpikir. Dia teringat tingkah Jaewook padanya pagi ini. Sebenarnya kalau pun Jaewook bertindak yang aneh tidak akan mempengaruhinya. Karena dulu juga pernah melakukannya.
Dibukanya ponselnya. Ada pesan masuk dari Chaewon.
"Aku pulang dengan Yujin dan Eunsang. Ada teman Eunsang juga. Kamu semangat ya kerjanya ππ"
-Chaewon-
Wooseok tersenyum melihat pesan dari Chaewon. Dia jadi ingin menyusul Chaewon sekarang juga. Kalau bukan karena pekerjaan dia juga malas berlama-lama dikantor. Karena dia bukan type orang pergi pagi pulang sore.
ββββ
__ADS_1
"Jadi kalian hanya tinggal berdua disini?" tanya Yunseong pada Eunsang yang sibuk main ps dengan Junho di ruang tamu.
"Iya. Ayahku yang membelinya. Sebenarnya tinggal dirumah ayahku juga bisa. Tapi ayahku memaksa kami tinggal sendiri." ucap Eunsang yang masih fokus pada psnya.
Ketiga pria itu berkumpul di ruang tamu. Sedangkan Yujin dan Chaewon berada di dapur. Chaewon membantu Yujin memasak. Yah walau hanya sekedar bantu potong memotong sayur dan lainnya.
"Aku baru tahu kau bisa masak. Apa baru-baru ini kau belajar masak?" tanya Chaewon yang sekarang sedang memotong sayur.
"Aku sudah bisa melakukannya dari dulu. Aku kan anak Yatim piatu yang tinggal di panti. Walaupun dipanti masih ada ibu panti yang masak tapi aku sering bantu. Apalagi setelah aku kuliah kan aku tinggal sendiri. Jadi sudah biasa." jelas Yujin panjang lebar.
"Benarkah? Kalau aku siapa yang mau mengajariku memasak? Di rumah aku dilarang ke dapur. Padahal aku juga mau pandai memasak." ucap Chaewon memasang wajah murung.
Yujin tahu ekspresi wajah Chaewon berubah. Yujin langsung memecahkan keheningan itu.
"Kan ada aku. Nanti aku ajarin deh." ucap Yujin sambil tersenyum.
Lama waktu berlalu akhirnya masakan Yujin selesai juga. Yujin memanggil ketiga pria yang berada diruang tamu itu untuk makan. Mereka menurut dan menghampiri Yujin dan Chaewon di meja makan.
"Wah.. Kelihatannya enak." ucap Junho melihat berbagai macam hidangan di meja.
"Terima kasih makanannya sunbae." ucap Yunseong.
"Makasih ya sayangku.." ucap Eunsang mencubit pipi Yujin gemas membuat Yujin sedikit meringis.
"Wihh ternyata kalian mesra juga ya." ucap Junho.
"Tapi ngomong-ngomong sunbae yang satu ini masih sendiri atau sudah ada gandengan?" tanya Junho pada Chaewon.
"Sunbae ini pacarnya hyung Wooseok." ucap Eunsang santai.
"Wah beneran? Kok mau sih sama yang lebih tua? Padahal ada yang muda disini." ucap Junho menggoda Chaewon.
"Hahaha.... Baru tahu rasa kau kan." tawa Eunsang memenuhi ruangan itu. Yunseong hanya tersenyum.
"Yah namanya usaha. Aku juga mau noona seperti Eunsang." ucap Junho juga mulai makan.
"Makanya jangan menggoda wanita manapun. Goda lah satu orang aja. Ya kan sayang." ucap Eunsang menatap Yujin dengan senyuman.
"Apa sih. Sudah dong. Lihat tuh teman kamu murung kamu katai terus." sekarang Yujin yang buka suara.
Saat Yujin yang bicara semua diam tidak ada yang bersuara. Mereka pun makan dengan hening sampai selesai.
Selesai makan Junho, Yunseong dan Chaewon memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Chaewon naik taksi sedangkan kedua teman Eunsang naik mobil mereka. Saat datang ke apartemen tadi mereka membawa mobil.
Setelah semuanya pergi Eunsang memutuskan untuk mandi. Sedangkan Yujin memberekan piring kotor sisa makan mereka tadi. Kini mereka tinggal berdua saja. Pikiran Yujin jadi kemana-mana. Sejak kejadian malam itu dia tak bisa konsentrasi dalam melakukan apapun.
Dia merutuki dirinya sendiri karena telag berpikir kotor. Dia juga merutuki Eunsang karena sudah membuat dirinya seperti itu. Selesai berberes Yujin hendak mandi. Yujin berjalan menuju kamarnya. Dia sudah merasa gerah karena seharian ini dia tak berhenti bergerak.
Dikamar Yujin sudah tidak mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi. Pikirnya Eunsang sudah selesai dan sedang berganti baju di kamar mandi. Karena Yujin menyuruh Eunsang untuk memakai baju di kamar mandi.
Yujin melangkah ke arah ruang pakaian mereka. Betapa terkejutnya dia melihat Eunsang sedang bertelanjang dada yang hendak memakai celana.
(Jadi gaes itu si Eunsang lagi proses pakai celana belum pakai baju atasan ceritanya.)
"Yaaa!!" teriak Yujin sambil menutup mata. Eunsang mematung sesaat dan melanjutkan kegiatannya.
"Kenapa sih?" tanya Eunsang santai.
"Kan sudah kubilang kalau pakai baju itu di kamar mandi. Kenapa kamu malah ganti disini?"ucap Yujin masih menutup matanya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Yah aku pikir kamu masih lama diluar. Jadi sekalian aja." ucap Eunsang. Sekarang dia memakai kaos berlengan pendek.
"Lagian aku juga bukan telanjang bulat juga." ucap Eunsang lagi lalu berjalan keluar ruangan itu.
"Terserah. Aku tidak mau ini terulang lagi." ucap Yujin mengambil pakaiannya dan melangkah menuju kamar mandi.
Eunsang duduk disofa dekat jendela setelah mengambil laptop miliknya. Dia berencana mengerjakan tugas kuliahnya. Dia sudah mengerjakan tugasnya sekitar 10 menitan dia mendapat telepon dari Wooseok saat Yujin sedang mandi.
"Halo hyung. Kenapa?" tanyanya.
"......."
"Oh baiklah. Tapi kenapa?"
"......."
"Hmm ya sudah. Tapi aku tidak bisa lama-lama ya."
"......."
"Aku nanti Yujin cariin aku hyung. Hehe."
"......."
"Hahaha..." Lalu Yujin keluar dari kamar mandi.
"Sudah ya hyung. Bye." Eunsang pun menutup panggilannya.
Eunsang menghampiri Yujin di ruang pakaian. Sekarang Yujin sedang duduk di depan kaca mengeringkan rambutnya.
"Hmm kamu malam ini dirumah aja kan?" tanya Eunsang yang sekarang berdiri di belakang Yujin.
"Iya. Kenapa?" Yujin masih sibuk mengeringkan rambut sebahunya itu.
"Tadi Wooseok hyung bilang beberapa hari ini dia sibuk sampai tidak datang ke klub nya. Jadi... Jadi dia minta tolong pada ku untuk memeriksa klubnya sebentar." Jelas Eunsang takut-takut.
"Ya sudah. Tapi jangan pulang larut malam ya." ucap Yujin menatap Eunsang dari cermin sambil tersenyum.
"Ah benarkah? Makasih ya sayang.." ucap Eunsang memeluk Yujin dari belakang.
"Sini. Biar aku saja yang mengeringkan rambut mu." ucap Eunsang mengambil hairdry dari tangan Yujin.
"Makasih." ucap Yujin sambil tersenyum. Eunsang juga tersenyum.
ββββ
Maaf kalau ada salah dalam penulisan
πππ
Terima kasih sudah membacaππ
Bagi yang belum tahu beberapa istilah korea author akan kasih tahu.
Sunbae : Senior
Noona : kakak perempuan
hyung : kakak laki-laki
__ADS_1