
"Gimana rasanya tinggal disini?" tanya nyonya Hosook pada Hyewon yang menyuapi Hyekyu bubur.
Sekarang mereka sedang makan malam bersama diruang makan. Tentu saja Junho juga ikut bergabung. Tadi sore dia hanya makan beberapa buah dan segelas susu untuk mengisi perutnya. Dia rasa terlalu lama jika menunggu Hyewon selesai masak.
"Yah lumayan nyaman." jawab Hyewon yang masih fokus pada putranya.
"Hmm baguslah. Oh ya. Mungkin kamu udah tau. Tapi lebih baik bunda beritahu pada mu." setelah merespon jawaban Hyewon perempuan paruh baya itu beralih pada anaknya.
"Hyewon ini anak teman bunda. Dia akan tinggal disini. Semua keperluannya kita yang menanggung. Tapi sebagai gantinya dia akan bantu-bantu bunda di rumah ini." jelasnya.
Junho terdiam sebentar. Sebenarnya dia agak keberatan dengan keputusan bundanya itu. Bukan berarti dia tidak menyukainya. Hanya saja... Ayolah.. Masa gebetan udah tinggal di rumahnya. Bagaimana jika Hyewon melihat sisi manja Junho dan menjadi ilfil padanya.
"Kamu nggak keberatankan?" tanyanya pada Junho saat tidak mendapat jawaban dari anaknya itu.
"Nggak kok bun. Junho malah seneng. Junho jadi teman main seperti Hyekyu saat ibu menghukum Junho." ya. Kali ini Junho menyindir bundanya. Tapi yang disindir tidak menyadarinya.
"Bagus kalau begitu. Kamu juga Hyewon. Kalau perlu sesuatu jangan sungkan. Bilang saja pada kami. Kalau tante nggak ada di rumah kamu bisa minta pada Junho." Hyewon hanya tersenyum untuk menanggapi perkataan bu Hosook.
Mereka pun ikut tersenyum menatap Hyewon dan Hyekyu bergantian. Junho merasa miris. Sepertinya bundanya itu bakal tidak merestuinya bila ia mengatakan kalau dia menyukai anak teman bundanya itu.
☆☆☆☆
"Kamu kenapa diam aja dari tadi?" tanya Eunsang saat mereka sudah sampai apartement.
"Hm? Nggak kok. Aku memang kayak gini. Aku mandi duluan ya." setelah mengucapkan itu Yujin berlari ke arah kamar mereka.
Dikamar..........
"Ahkk! Kenapa sepupunya Wooseok menanyakan hal itu? Dia nggak tau atau lupa sih kalau Eunsang masih dibawah umur." ucap Yujin dalam hati saat dirinya sudah berada didalam kamar mandi.
Eunsang memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia kembali mengingat perkataan hyungnya itu. Hahh... Tiba-tiba kepalanya pening. Memikirkannya saja Eunsang tidak berani. Tapi bukan berarti dia tidak pernah memikirkannya.
Pernah sekali hal itu terlintas dipikiran Eunsang. Kejadiannya saat Yujin memakai lingerie yang dibelikan Chaewon. Dan sekali lagi pikiran itu terlintas dipikirannya kali ini.
"Ahhhkkkk!!" teriak Eunsang frustasi mencoba menyingkirkan pikiran kotornya.
Lalu tak lama Yujin keluar dari ruang ganti sudah memakai baju rumahan dan rambut yang dililit handuk karena basah. Sial! Kenapa disaat seperti ini Yujin harus keramas pikir Eunsang.
"Kenapa tadi berteriak?" kini Yujin sudah duduk di depan meja riasnya.
"Hmm nggak. Aku mandi dulu ya." Eunsang berlalu menuju kamar mandi.
"Sepertinya bukan cuma aku aja yang merasa aneh." ucap Yujin sambil tersenyum lalu mengeringkan rambutnya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan urusan membersihkan diri. Mereka berada di ruang tv. Untuk apa? Ya jelas untuk menonton tv. Apalagi?
"Kamu ke club lagi hari ini?" tanya Yujin. Saat ini mereka sedang duduk di ruang tv.
"Iya. Wooseok hyung belum kembali. Dia pulang lusa atau besok gitu. Jadi aku harus pergi." ucap Eunsang dan diangguki oleh Yujin sebagai respon.
"Hmm kalau kali ini aku ikut gimana menurut kamu? Aku juga bosan di rumah terus." Yujin sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Eunsang.
"Boleh. Kalau mau ajak Chaewon sunbae juga nggak masalah kok. Jadi ada teman ngobrolku. Kebetulan Junho sama Yunseong nggak bisa datang malam ini."
"Eh? Tumben. Biasanya mereka menempel terus sama kamu." Yujin menyandarkan kepalanya dibahu Eunsang dan menatap tv.
"Hmm Junho sedang dihukum bundanya. Jadi nggak bisa keluar rumah. Kalau Yunseong.... Sepertinya dia sedang menata hatinya."
"Oke. Kalau gitu aku bersiap dulu ya. Sekalian mau telpon Chaewon." ucap Yujin bersemangat. Dia langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menuju ke atas.
☆☆☆☆
"Kamu mau kemana?" kini bunda Junho sedang berdiri di depan pintu menghalangi Junho keluar rumah.
"Bun. Udah dong hukumannya. Junho cuma mau main. Mau ketemu Eunsang sama Yunseong doang kok." jelas Junho dengan nada memelas.
Bundanya itu terlihat sedang berpikir. Ditatapnya anak yang ada dihadapannya itu. Dari bawah sampai atas. Lalu manatap intens mata Junho.
"Iya bun. Makasih ya bundaku sayang." ucap Junho girang memeluk bundanya sebentar lalu melepaskannya lagi.
"Tapi kamu harus bawa Hyewon." ucap bundanya sambil menunjuk Hyewon yang baru saja datang membawa nampan berisi minuman yang bermaksud memberikannya pada bu Hosook. Junho pun membalikkan tubuhnya menatap Hyewon dan bundanya bergantian.
"Ya? Saya kenapa tante?" jelas Hyewon bingung. Kenapa tiba-tiba dirinya dilibatkan.
"Hyewon kamu ikut dengan Junho ya."
"Tapi.. Gimana dengan Hyekyu tante?" ucap Hyewon meletakkan nampan yang dibawanya.
"Kamu tenang aja. Kan ada tante. Tante mau kamu mengawasinya dan melaporkannya pada tante. Tante nggak mau mendengar penolakan. Oke." ucapnya lalu meninggalkan kedua orang itu dalam keadaan canggung.
"Hmm.... Ayo. Nanti kemalaman." ucap Junho membukakan pintu dan menyuruh Hyewon berjalan duluan.
Junho kebetulan memang akan membawa mobil. Dia juga terpaksa sih. Dia malas menyetir sendirian. Tapi karena Yunseong yang kata Eunsang sekarang lagi badmood terpaksa bawa mobil. Dan untungnya dia tidak sendiri.
Dari awal masuk mobil mereka berdua tidak mengeluarkan suara. Junho merasa sangat canggung sekarang. Biasanya Junho yang banyak bicara akan santai saja dimana pun dia berada. Tapi ini beda lagi ceritanya.
Lagian kenapa bundanya harus tidak percaya padanya coba. Junho melirik sedikit kearah Hyewon. Terlihat kalau Hyewon hanya menatap jendela mobil. Sudah dua kali Hyewon berada dalam mobilnya. Tapi mungkin Hyewon tipe orang irit bicara.
__ADS_1
"Hmm... Kita ke mall sebentar ya." ucap Junho tanpa menoleh kearah Hyewon.
Mendengar suara Junho membuat Hyewon menatap orang yang ada disampingnya itu. Untuk apa ke mall pikirnya.
"Kenapa?"
Kini Junho yang menoleh pada Hyewon. Tapi kembali menatap kedepan karena dia sedang mengemudi.
"Ah. Aku sebenarnya mau ke club. Tidak mungkin kamu ke club dengan pakaian seperti itu. Bisa jadi pusat perhatian kamu." ucap Junho sekilas menatap Hyewon.
"Kenapa tadi kau bilang sama tante mau main sama temanmu?"
"Aku memang mau main bertemu teman. Dan dia ada disana untuk bekerja." Hyewon hanya mengangguk saja.
Mereka pun sampai mall terdekat. Junho langsung mengajak Hyewon ke toko pakaian. Baru kali ini dia membelanjakan uang pemberian bundanya selain untuk ongkos dan makan.
"Hmm... Coba kamu pakai ini." Junho menyodorkan atasan putih berlengan panjang dan rok span pendek diatas lutut berwarna pink.
"Bukankah ini terlalu pendek?" Hyewon melihat rok yang diberikan Junho.
"Tapi ini udah yang paling sopan. Coba dulu gih." Junho mendorong tubuh Hyewon menuju ruang ganti.
Junho sebenarnya memiliki fashion yang bagus. Jadi seharusnya Hyewon tidak perlu khawatir. Sekarang sudah menunjukkan pukul 9 malam. Seharusnya dia sudah sampai club sekarang.
"Kenapa dia lama sekali?" Junho bermonolog sendiri. Seharusnya memakai baju tadi tidak sampai 10 menit. Junho berjalan mendekati ruang ganti tadi.
"Gimana? Cocokkan ukurannya?" tanya Junho.
"Ukurannya cocok sih. Tapi....." dari nada bicaranya Hyewon terlihat resah.
Junho tau kalau Hyewon sebenarnya sudah selesai dari tadi. Di bukanya horden tersebut. Hyewon terlihat terkejut melihat Junho sudah dihadapannya.
"Bagus kok. Ayo. Nanti teman aku keburu pulang."
Junho menarik tangan Hyewon dan bergegas meninggalkan toko tersebut setelah membayar dan meminta pada salah satu pegawai untuk membungkuskan pakaian Hyewon tadi.
☆☆☆☆
**Jangan lupa like dan komennya ya~~~
Wah cerita kali ini kebanyakan menyorot JunhoXHyewon ya. Yah nikmati aja ya. Adegan lucu dan kerennya belum terlihat. Sabar ya.....
Ah jangan lupa komen. Aku masih menunggu yang lain lohhh... Biar aku up cerita Yunseong yang patah hati.. 😁**
__ADS_1