My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 21


__ADS_3

"Hey! Kau Yujin kan?" ucap perempuan itu mencegat Yujin dan Chaewon yang sedang berjalan.


"Iya. Ada perlu apa?" tanya Yujin.


"Tidak perlu berlagak lembut deh." ucapnya membuat Chaewon geram.


"Apa maksudmu? Hey sepertinya kau teman sekelas Eunsang. Tidak sopan sekali kau pada sunbae mu." ucap Chaewon sedikit meninggi.


"Hah! Aku tak sudi bersikap sopan pada perempuan penggoda seperti mu." dia sekarang memandang remeh Yujin.


"Apa kau bilang?!" ucap Chaewon.


"Sudahlah." Yujin menahan Chaewon agar tidak emosi.


"Kau. Jauhi Eunsang! Kau sudah merusak nama baiknya. Kalau kau masih berdekatan dengannya, aku tidak akan segan-segan padamu." ucap perempuan bernama Minjoo itu lalu pergi meninggalkan Yujin dan Chaewon.


"Woi! Kami tidak takut ancaman anak ingusan seperti mu!" teriak Chaewon agar perempuan tadi mendengarnya.


"Sudahlah Won."


"Kau ini. Kenapa kau diam saja hah? Bodoh ya?" ucap Chaewon yang geram melihat tingkah Yujin terlihat tenang. Bahkan sangat tenang.


"Ya jadi aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku bilang kalau kami sudah menikahkan? Mana ada yang percaya." ucap Yujin. Sekarang dia duduk di kursi taman.


"Bilang saja kenapa. Lagian dia itu sepertinya suka sekali sama suami mu itu." Chaewon juga ikutan duduk di kursi taman itu.


"Yah aku tidak bisa menghentikan perasaan orang."


"Terserah kau saja. Nanti suamimu yang tampan itu diambil orang baru sadar." ucap Chaewon geram lalu meninggalkan Chaewon sendirian.


"Hey mau kemana?" ucap Yujin mengikuti Chaewon.


☆☆☆☆


Sekarang Hyewon berada di rumah. Hari ini dia ingin bermalas-malasan bersama Hyekyu. Hyewon memberikan asi pada Hyekyu sambil menonton tv. Disela aktivitasnya ponsel Hyewon tiba-tiba berdering. Ada panggilan masuk. Dilihatnya layar ponselnya dan tertera nama Junho disana.


Dia menghela nafas. Dia sungguh malas berurusan dengan pria itu. Dibiarkannya ponselnya tanpa mengangkat maupun mematikannya. Ponselnya diam sebentar lalu berdering kembali.


Dia tahu kalau itu panggilan yang sama. Hyewon meletakkan Hyekyu pada ayunannya karena dia sudah tertidur. Dia tidak mau anaknya terbangun karena suara deringan ponselnya.


Dengan malas dia meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja dan mengangkat panggilan itu.


"Halo?" ucap Hyewon lalu pergi menjauh dari Hyekyu.


"Kenapa tadi tidak mengangkat telpon ku?" tanya Junho.


"Maaf tadi aku dari kamar Hyekyu." Ucapnya berbohong.


"Ya sudahlah. Gimana keadaan kalian?"


"Baik. Sebenarnya ada perlu apa kau menghubungiku?"


"Tidak ada. Aku hanya khawatir pada kalian."


"Kalau kau banyak waktu luang, lebih baik kau pakai untuk belajar dan mencari wanita lain saja." ucap Hyewon sedikit kesal lalu memutuskan panggilan itu.

__ADS_1


"Apa-apaan sih dia itu. Masih muda begitu bukannya belajar malah mengkhawatirkan yang tidak jelas." ucap Hyewon lalu kembali keruang tv.


.


Sementara disisi lain....................


"Kenapa dia marah seperti itu?" ucap Junho menatap layar ponselnya.


"Siapa?" tanya Yunseong sambil menyeruput minumannya.


"Bidadariku? Hahaha.." ucapnya dengan tawa khasnya.


"Kau masih bisa tertawa saat sahabatmu sedang dalam masalah?" ucap Eunsang menatap Junho intens.


"Ah maaf." ucap Junho menyimpan ponselnya.


Mereka sekarang berada di kafè tempat Minhee biasa menghabiskan waktu bersama temannya. Menurut Junho. Tapi saat mereka datang Minhee tidak ada. Terpaksa mereka harus menunggunya. Mereka duduk disudut kafè sebelah kanan setelah masuk kafè.


"Kau yakin dia sering kesini?" tanya Eunsang mulai ragu.


"Yakin dong. Saat kalian sibuk dengan urusan kalian aku sering kesini dan melihat dia disini juga." ucap Junho yang menyeruput minumannya.


"Memangnya kau mau berbuat apa kalau bertemu dengannya?" tanya Yunseong pada Eunsang.


"Belum tahu. Lihat nanti saja."


Tak berapa lama akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga. Eunsang mengepalkan tangannya menahan amarah begitu melihat Minhee masuk. Tapi dia tidak datang sendiri dia datang bersama dengan beberapa temannya sekitar 2 orang. Lalu ada Baekjin bersamanya.


Mereka tertawa riang dari masuk sampai duduk. Eunsang hanya duduk melihat situasi dan ingin mengumpulkan bukti bahwa memang dia yang melakukannya.


"Sepertinya mereka membahas sesuatu." ucap Junho.


"Sstt! Kau bisa diam tidak." ucap Yunseong yang mulai geram melihat tingkah Junho.


Mereka pun mendengar percakapan Baekjin dan Minhee.


"Bagaimana ideku? Baguskan?" ucap Minhee bangga.


"Hahaha... Bagus sekali. Dia itu memang pantas mendapatkannya. Berani menolakku rasakan akibatnya. Tapi apa? Istri? Hah! Hal tak masuk akal apa yang dikatakan bocah ingusan itu." ucap Baekjin dengan nada meremehkan.


"Aku juga tidak percaya kalau mereka menikah. Keduanya saja tidak memakai cincin nikah." ucap Minhee.


"Bocah ingusan itu hanya banyak bicara. Waktu diminta orang tuanya datang tapi tak ada yang datang. Bocah ingusan modal tampang begitu malah berhasil mendekatinya? Sungguh tak masuk akal."


"Tapi bagaimana jika dia sampai tahu kalau kita yang melakukannya. Aku dengar dia tidak peduli siapa yang melakukannya akan dihancurkannya." ucap Minhee yang sedikit takut.


"Tenang saja. Bocah bodoh itu tidak mungkin tahu. Lihat saja sebentar lagi pihak dekan pasti akan mengetahuinya dan mereka mendapat masalah besar." ucap Baekjin dengan seringainya yang tak berkelasnya itu.


Eunsang yang mendengarnya tak bisa menahan amarahnya lagi beranjak menuju meja Baekjin di ikuti kedua temannya itu.


Betapa terkejutnya mereka melihat Eunsang dengan tatapan mematikannya menatap mereka.


"Ka-Kau.. Kenapa.." ucap Baekjin terbata.


"Kau tahu apa yang paling brengsek dari cowok? Kalau dia melakukan perbuatan yang menjijikkan seperti banci." ucap Eunsang penuh penekanan.

__ADS_1


"Hah! Kau bisa apa? Paling cuma hajar orang aja." ucap Baekjin menantang.


"Iya. Kau benar. Aku ini ingin sekali menghajarmu dari tadi."


"Percuma kau menghajarku demi membela perempuan kotor sepertinya." ucap Baekjin sepele.


"Dasar brengs3k!!!!"


Bugh! Bugh! Bugh!


Mulailah mereka berkelahi Junho dan Yunseong juga ikut sibuk menhajar Minhee dan teman-temannya. Suasana disana sangat ricuh. Bahkan ada beberapa gelas dan meja yang rusak karena ulah mereka.


Saat perkelahian mereka Yujin dan Chaewon datang. Betapa terkejutnya Yujin melihat Eunsang sibuk memukuli Baekjin yang hampir pingsan. Yujin pun berlari menghampiri Eunsang dan menghalangi tubuh Eunsang agar menjauh dari Baekjin yang sudah babak belur.


"Sudah. Untuk apa kamu berkelahi dengannya?" ucap Yujin membuat Junho dan Yunseong berhenti ketika melihat Yujin.


"Lepas! Dia itu pantas dihajar. Dasar br3ngs3k!" ucap Eunsang yang belum sadar dari Emosinya.


"Sudah! Dia hampir mati! Nanti kamu masuk penjara kalau membunuhnya!" teriak Yujin membuat Eunsang sadar dan menatap Yujin yang sedang menangis.


"Maaf. Aku terbawa emosi. Tolong jangan menangis lagi ya." ucap Eunsang menghapus air mata Yujin.


"Kalian kok bisa berkelahi disini?" tanya Chaewon.


"Mereka yang menyebarkan rumor tentang kami. Jadi aku kalut dan terpancing emosi jadi begini." ucap Eunsang melihat mereka yang terbaring menahan sakit.


"Minhee. Aku tidak sangka ternyata kau mendekati kami hanya untuk ini? Aku dari awal kurang suka pada mu. Sekarang aku semakin tidak suka. Ayo kita pergi dari sini." ajak Chaewon. Mereka pun keluar dari kafè itu. Tapi sampai diluar Eunsang diam dan melihat kedalam.


"Kenapa?" tanya Yujin.


"Tunggu sebentar ya."


"Kamu tidak mau menghajarnya lagi kan?" ucap Yujin menahan tangan Eunsang. Dia takut itu terjadi.


"Tidak. Aku mau mengganti kerusakan itu." ucap Eunsang menunjukkan meja yang berantakan karena rusak. Yujin mengangguk mengerti.


Setelah selesai membayar ganti rugi Eunsang keluar kembali.


"Terima kasih sudah membantu. Kalian bisa pulang." ucap Eunsang pada kedua sahabatnya yang dari tadi menunggu.


"Baiklah. Kalau ada sesuatu kabari ya. Jun ayo pulang." ucap Yunseong berjalan duluan.


"Kami pulang ya. Sunbae duluan ya." ucap Junho sambil melambaikan tangan dan mengikuti Yunseong.


"Kalau gitu aku juga pulang ya. Kalian juga pulang. Bye." ucap Chaewon yang juga pergi.


"Ayo kita pulang." ucap Eunsang merangkul Yujin dan Yujin menganggukinya.


Sekarang mereka bisa pulang tanpa masalah. Tapi mereka tidak tahu apa yang terjadi besok.


☆☆☆☆


Terima kasih sudah membaca😀


Kalau kalian bersedia mohon dukungannya dengan like coment dan vote ya. Karena dukungan kalian bisa membantu dan memberikan semangat aku dalam menulis cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2