
"Nanti siang aku tidak bisa jemput kamu. Tidak masalahkan?" tanya Wooseok sambil mengemudikan mobilnya. Sekarang mereka dalam perjalanan ke kampus.
"Iya tak masalah kok. Nanti aku pulang naik taksi atau aku pulang bareng Yujin." ucap Chaewon.
"Hmm baguslah." ucap Wooseok sambil tersenyum. Kemudian mereka terdiam sebentar.
"Oh ya. Pria yang waktu itu siapa?" tanya Wooseok.
"Pria? Ohh.. Itu namanya Minhee. Kenapa?"
"Tidak. Hanya saja sepertinya dia ada niat mau mendekati kamu."
"Aku? Mana mungkin. Menurutmu begitu? Kalau menurutku dia malah niat sekali mau mendekati Yujin." ucap Chaewon. Kalau mengingat itu dia terkadang merasa kasihan dengan Minhee.
"Benarkah? Memangnya bagaimana perlakuannya pada Yujin?" tanya Wooseok.
"Waktu itu saja saat kami menunggu kalian jemput dia tiba-tiba merangkul Yujin. Padahal belum lama kami akrab." jelas Chaewon.
"Kalian sebaiknya jangan terlalu akrab dengannya." ucap Wooseok mengingatkan.
"Aku sih sebenarnya juga tidak terlalu suka dengannya. Tapi harus sampai menjauhinya."
Wooseok menghentikan mobilnya dan melihat kearah Chaewon. Mereka sudah sampai dikampus.
"Aku bukan menyuruh kalian menjauhinya. Jangan terlalu akrab saja sudah cukup. Tapi kalau menjauhinya menurutku itu jauh lebih baik." ucap Wooseok.
"Hmm baiklah. Ya sudah aku pergi ya." ucap Chaewon hendak membuka pintu mobil tapi ditahan Wooseok.
"Ini belum." ucap Wooseok menunjuk pipinya.
Chaewon yang melihatnya langsung merona. Kemudian dikecupnya pipi Wooseok singkat. Lalu tiba-tiba Wooseok meraih tengkuk Chaewon dan mengecup bibir Chaewon singkat.
"Kamu ini." ucap Chaewon tak terima.
"Sudah sana nanti terlambat loh." ucap Wooseok sambil tersenyum.
Chaewon pun keluar dari mobil. Wooseok melajukan mobilnya saat Chaewon sudah keluar. Lalu Chaewon menuju kafè langganannya untuk menunggu Yujin.
☆☆☆☆
"Aku hari ini tidak kuliah." ucap Eunsang pada Yujin yang sedari tadi diam.
"Iya." balas Yujin seadanya.
"Kamu kenapa? Kok diam aja dari tadi." tanya Eunsang sambil melihat Yujin sekilas. Mereka di mobil dalam perjalanan ke kampus.
"Tidak apa. Lain kali kamu kalau mau minum di periksa dulu. Jangan asal minum aja." ucap Yujin. Dia tak mau kejadian kemarin terulang lagi.
"Iya iya. Maaf deh sudah buat kamu repot. Aku juga kapok. Kemarin aku kesal aja sama teman ibu. Jadi tanpa sadar aku menghabiskan minuman yang dihadapanku." jelas Eunsang.
"Ya sudah. Pokoknya hati-hati." ucap Yujin. Lalu mereka diam sesaat.
"Oh ya, Kamu sudah tidak ikut tawuran-tawuran seperti dulu kan?"tanya Yujin.
"Untuk saat ini." jawab Eunsang tanpa melihat Yujin.
"Apa? Jadi lain kali kamu akan tawuran gitu?" ucap Yujin sedikit Emosi.
"Maaf aku tidak bisa janji. Kalau aku berjanji aku takut mengingkarinya." ucap Eunsang.
__ADS_1
"Kan gampang sih. Tinggal tidak usah dilakukan. Apa susahnya sih?"
"Aku juga punya teman. Teman seperjuanganku. Kalau aku ada masalah mereka rela mempertaruhkan nyawanya. Begitu juga mereka."
"Terserah kamu aja." ucap Yujin membuang muka.
Setelah perdebatan mereka itu, mereka hanya diam selama perjalanan dan sampai kampus. Yujin keluar mobil tanpa mngeluarkan sepatah kata pun. Eunsang hanya bisa bersabar menghadapi tingkah istrinya itu.
Yujin berjalan kearah kafè sedangkan Eunsang pergi melajukan mobilnya menuju kantor ayahnya.
Sampainya dikafè Yujin mengedarkan pandangannya mencari Chaewon. Yujin melihat Chaewon melambaikan tangan kearahnya.
"Sudah lama?" tanya Yujin setelah duduk di hadapan Chaewon.
"Hmm lumayan lah. Kok kau lama sekali. Biasanya kau duluan yang datang." ucap Chaewon menyesap minumannya.
"Kemarin aku kerumah mertuaku. Lalu ada insiden kecil. Kami balik ke apartemen dulu baru ke kampus." jelas Yujin.
"Oh ya, tadi Wooseok bilang kalau kita sebaiknya jangan terlalu akrab dengan Minhee." ucap Chaewon mengingat perkataan Wooseok.
"Aku sih dari awal tidak terlalu suka dengannya." ucap Yujin.
"Ya sudah. Kita kekelas yuk." ajak Yujin. Mereka pun kekelas tanpa ada gangguan.
☆☆☆☆
"Pokoknya ayah tidak bisa melarangku. Aku sudah besar dan juga aku sudah menikah. Semua keputusan berada ditanganku. Aku tidak perlu persetujuan ayah lagi." bantah Eunsang.
"Memangnya kau tahu arti pernikahan? Itu berarti kau bukan sendiri lagi. Kalau kau ada masalah bukan hanya kau saja yang terkena masalah." ucap Ayahnya. Jelas ayahnya tahu betul apa itu pernikahan.
"Terserah ayah saja. Aku pulang." ucap Eunsang hendak keluar ruangan itu.
"Pokoknya kau harus berhenti dengan kelakuan buruk mu itu!" teriak ayahnya yang tidak dipedulikannya.
Setelah berpikir cukup lama akhirnya dilajukannya mobilnya menuju kampus. Sampainya dikampus dia langsung menuju tempat berkumpul teman-temannya.
Teman-temannya belum ada yang tahu kalau dia sudah menikah. Karena dia merasa kalau sebaiknya tidak banyak yang tahu tentang Yujin.
"Whatsapp bro!" sapa Junho.
"Hmm." balas Eunsang seadanya.
"Kok tidak masuk tadi? Ada masalah diluar?" tanya Yunseong.
"Tidak ada. Ayah ku tadi suruh aku datang ke kantor." jawab Eunsang.
"Kenapa lagi kau? Ada masalah baru ya? Biasanya kalau ada masalah ayah mu langsung manggil." ucap Junho sambil cengengesan.
"Sebenarnya ada masalah yang kalian tidak tahu." ucap Eunsang membuat Yunseong yang tak terlalu peduli menjadi menatapnya.
"Aku.. Aku sudah menikah." ucap Eunsang. Akhirnya kata itu keluar membuat kedua temannya terdiam sesaat. Kemudian tawa Junho pecah.
"Hahaha..... Kau? Kau menikah?? Apa kau hamilin anak orang?" ucapnya yang masih penuh tawa.
"Diam kau. Aku tidak pernah melakukan seperti itu. Apalagi buat anak orang hamil." ucap Eunsang sambil menendang kaki Junho.
"Jadi?" ucap Yunseong.
Eunsang pun menjelaskan kronologi kehidupan barunya itu. Sebenarnya dia tak mau memberitahu. Tapi temannya harus tahu pikirnya.
__ADS_1
"Serius? Aku kira kau bercanda." ucap Junho. Kali ini dia sudah berhenti tertawa.
"Memangnya aku ini seperi mu. Saat mau mati pun masih bisa bercanda." ucap Eunsang.
"Kenapa baru sekarang kau beritahu kami?" tanya Yunseong. Walau dia orangnya tidak terlalu perduli tapi di cukup kecewa.
"Yah aku pikir lebih bagus kalau tidak banyak yang tahu. Tapi setelah dipikir lagi kalian sepertinya harus tahu." jelas Eunsang.
"Ah alasannya itu tak penting. Apakah dia cantik?" tanyanya mendekati Eunsang.
Eunsang tersenyum mengingat wajah Yujin. Apalagi Yujin memiliki lesung di kedua pipinya.
"Ehhh lihatlah wajahnya. Hahaha.... Sepertinya dia mendapat istri cantik." ucap Junho menunjuk Eunsang tapi melihat Yunseong. Yunseong hanya diam.
"Lain kali kenalkan istrimu itu pada kami." sambung Junho lagi.
"Sekarang pun bisa. Dia kuliah dikampus ini kok." ucap Eunsang mengambil ponselnya dari saku celananya.
"Hah? Benarkah? Wah jadi tak sabar nih." ucap Junho.
Eunsang pun mengirim pesan pada Yujin. Dia memberitahu kalau temannya ingin bertemu dengan Yujin.
"Yuk kesana." Ajak Eunsang.
Mereka pun menuju fakultas telekomunikasi tempat Yujin berada. Dari jauh Eunsang melihat Yujin sedang berjalan bersama Chaewon. Tapi Eunsang melihat seorang pria tiba-tiba datang dan merangkul Yujin.
Eunsang merasa kalau pria itu berusaha mendekati istrinya. Junho yang sibuk menggoda wanita yang lewat tidak memperhatikan wjah Eunsang. Tapi tidak dengan Yunseong. Dia mengetahui perubahan wajah Eunsang dan mengikuti arah pandang Eunsang.
"Itu orangnya ya?" ucap Yunseong yang juga melihat Yujin dari jauh.
"Hah? Mana?" ucap Junho setelah mendengar perkataan Yunseong.
Yunseong dan Eunsang diam. Lalu Junho mengikuti arah pandangan kedua temannya.
"Eh apa-apaan orang itu. Sok dekat sekali dengannya. Aku saja tahu kalau wanita itu tidak begitu suka dengannya." ucap Junho. Tapi dia tak tahu kalau wanita yang dibicarakannya itu istri Eunsang.
"Kau bodoh ya. Itu istri Eunsang." ucap Eunsang. Sungguh dia tak tahan lagi melihat kebodohan temannya itu.
"Kalau itu istrinya kenapa dia diam saja disini? Yang bodoh itu dia ini." ucap Junho menunjuk Eunsang.
Eunsang masih diam melihat Yujin semakin mendekat kearahnya. Lalu Yujin melihat ke arahnya tersenyum dan berlari ke arahnya. Eunsang juga membalas senyuman Yujin pastinya.
"Katanya tidak kuliah. Kok ke kampus? Bagaimana urusan dengan ayah?" ucap Yujin.
"Urusan dengan ayah sudah selesai. Aku kesini bertemu dengan temanku." ucap Eunsang menatap Minhee. Chaewon yang menyadari keadaan langsung berbicara.
"Haha.. Kenalkan dong temannya." ucap Chaewon melihat kedua teman Eunsang.
"Ah iya. Kenalkan ini Yunseong dan ini Junho." ucap Eunsang menunjuk Yunseong dan Junho bergantian.
"Terus kalian kenalkan ini sunbae Chaewon, dan sunbae Minhee." ucap Eunsang menunjuk Chaewon dan Minhee bergantian. Mereka hanya saling senyum.
"Nah ini Yujin. Istriku." ucap Eunsang penuh penekanan dan menatap Minhee.
Semua terkejut mendengar pernyataan Eunsang kecuali Yunseong dan Junho.
☆☆☆☆
Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏
Terima kasih sudah membaca. 😁