My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 3


__ADS_3

"Kalau gitu aku pergi dulu ya." Kata Wooseok dari dalam kemudinya melihat kami sudah diluar.


"Iya. Hati hati ya hyung." Ucap Eunsang.


"Hey kemari kau." Menyuruh Eunsang mendekat. "Anak orang jangan kau apa apakan. Lagian kau masih di bawah umur." Bisiknya setelah Eunsang mendekat.


"Kau bicara apasih." Kata Eunsang menjauh setelah mendengar perkataan Wooseok.


"Udah ya. Yujin saya permisi dulu." Katanya melajukan mobil. Yujin hanya membungkuk hormat. Setelah Wooseok hilang dari pandangan, mereka pun memasuki apartemen.


Sesampainya di depan pintu mereka pun masuk kedalam. Betapa terkejutnya Eunsang melihat sepatu ibunya terpajang rapi di depan pintu.


Bagaimana bisa hari ini ibu datang? Bukankah kata hyung tiga hari lagi? Bagaimana nanti ibu melihat Yujin. Ahh bodohnya aku.. ucap Eunsang dalam hati.


Melihat Eunsang gelisah Yujin bertanya padanya.


"Ada apa? Kau terlihat panik."


"Hah? Nggak ada kok. Ayo masuk." Dengan kekuatan bumi dan bulan Eunsang memberanikan diri membawa Yujin masuk. Tiba tiba ibunya bersuara dari dalam.


"Kamu sudah pulang nak?" Tanya ibunya yang menghampiri mereka. Betapa terkejutnya dia melihat anaknya membawa seorang gadis ke rumahnya malam malam begini.


"Siapa dia nak?" Tanya ibunya menatap Yujin yang bingung saat itu.


"Halo tante. Saya Yujin. Ahn Yujin." Kata Yujin segera membungkuk hormat.


"Ah iya. Mari masuk. Duduk dulu." Ucap ibu Eunsang yang mencoba tenang.


"Mau minum apa nak?" Tanya ibunya. Saat itu Yujin sudah duduk bersebelahan dengan ibunya Eunsang. Dan Eunsang masih berdiri memandang ke dua perempuan itu dalam diam.


"Ah tidak perlu tante." Tolak Yujin sopan.


"Eunsang. Coba kamu duduk dan jelaskan apa yang terjadi." Ibunya tak tau apa yang di pikirkan putra semata wayangnya itu.


Walau umur Eunsang terbilang muda tapi ibunya membiarkan Eunsang mengambil keputusan sendiri. Karena di umurnya yang sekarang dia sudah tau apa yang terbaik untuknya. Tapi anaknya itu masih di bawah umur untuk membawa seorang gadis ke rumahnya tengah malam begini.


Eunsang mencoba tenang. Dia duduk di hadapan ibunya. Mencoba menjawab pertanyaan ibunya itu. Ibunya yang selalu menerima keputusannya itu walau ayahnya selalu menolaknya.


"Bu, tadi aku ingin mengantarnya pulang. Tapi lingkungan rumahnya tadi seperti ada kejadian kriminal yang mendatangkan banyak polisi." Katanya menatap mata ibunya.


"Lalu karena dia tinggal sendiri dan tak tau mau tinggal dimana jadi aku menawarkannya tinggal disini malam ini." Lanjutnya lagi. Setelah mendengar ucapan anaknya itu dia langsung menatap ke arah Yujin.


"Iya tante. Maaf merepotkan. Tapi kalau tante keberatan saya bisa pulang sekarang kok." Kata Yujin yang bersiap ingin berdiri tapi di tahan ibunya Eunsang.


"Siapa yang menyuruhmu pulang. Tante cuma mau memastikan aja. Siapa tau Eunsang telah memaksa mu mengikutinya. Atau mengancammu dan menarik paksa mu kemari." Ucap ibunya. Eunsang yang menunduk dari tadi langsung melotot memandang wajah lembut ibunya itu.


"Ibu. Ibu pikir aku pria seperti apa sampai ibu berpikir seperti itu." Ucapnya protes. Tak disangkanya ibunya berpikir begitu kepadanya.


Yujin yang mendengarnya hanya diam. Dia juga tak menyangka kalau ibunya Eunsang akan berpikir seperti itu. Disangkanya ibunya akan marah marah kepadanya. Mengusirnya karena berani mendekati putra tampannya seperti didrama drama yang ditontonnya.


"Sekarang sebaiknya kalian tidur. Ini sudah lewat tengah malam." Kata ibunya beranjak dari duduknya diikuti oleh Yujin dan Eunsang.

__ADS_1


Melihat Eunsang menuntun Yujin ke kamar, ibunya menahan lengannya dan berbicara.


"Mau kemana kamu?" Tanya ibunya menghentikan langkah kaki Eunsang dan Yujin.


"Yah mau tidur bu. Ibukan tidur di kamar hyung." Jawab Eunsang yang masih memegang tangan Yujin.


"Jadi kamu mau tidur dengan anak gadis orang?" Tanya ibunya membuat Yujin melotot kearah Eunsang. Eunsang melihat ibunya dan Yujin bergantian.


"Ya sudah. Aku tidur di sofa. Tapi aku kan butuh bantal. Aku ambil dulu." Jawab Eunsang pasrah.


"Maafin anak tante ya. Dia memang seperti itu orangnya." Ucap ibu Eunsang mengajak Yujin duduk selagi menunggu Eunsang.


"Iya tante saya maklum kok. Lagian saya tau kalau Eunsang anak baik." Ucap Yujin mendudukkan dirinya disofa.


"Oh ya? Coba kamu ceritakan. Tante penasaran deh."


Selama Yujin dan ibunya mengobrol, Eunsang yang gelisah mondar mandir di kamarnya. Semua yang dipikirannya sirna. Sejak Yujin menginap di rumah nya kemarin dia menjadi lebih nyenyak tidurnya.


Sebab waktu Yujin tidur di kamarnya Eunsang juga tidur di kamar itu dan tidur di sebelah Yujin. Dia memang tidak berbuat aneh aneh. Tapi malam itu Yujin tiba tiba memeluknya erat sampai Eunsang tertidur.


Niatnya yang akan tidur di bersama Yujin gagal karena ibunya yang datang tiba tiba.


Dia pun keluar dari kamarnya membawa bantal dan selimut cadangan.


"Sudah. Ibu juga sebaiknya tidur. Jangan ajak Yujin bicara lagi." Kata Eunsang melihat ibunya tengah asik mengobrol dengan gadis yang dia suka.


"Oh iya. Tante sampai lupa. Ya sudah kalian tidur ya. Selamat malam." Ucap ibunya bangkit dan beranjak menuju kamar Wooseok.


Yujin pun beranjak dari duduknya dan tangannya di tarik Eunsang kuat membuat dia menjadi oleng dan duduk di pangkuan Eunsang.


"Ya sudah sana tidur. Mau tidur di sini bareng aku?" Tanyanya yang melihat Yujin terdiam di pangkuannya.


Mendengar ucapan Eunsang menyadarkannya dan langsung bangkit dan berlari menuju kamar Eunsang.


☆☆☆☆


Setelah kejadian di club itu Eunsang tak terlihat. Tidak juga menghampirinya. Selama seminggu ini Yujin tak melihat Eunsang walau punggungnya saja.


Seminggu yang lalu Eunsang tau betul kalau ibunya datang tak sesuai rencana pasti ada sesuatu terjadi di rumahnya. Dan benar saja besoknya mengajak Eunsang pulang ke rumah.


Yujin hanya terdiam menatap kosong langit yang sedang cerah saat itu karena musim panas. Untung saja panasnya tidak berlebihan.


Kini dia duduk di bawah pohon taman kampus. Menunggu Chaewon yang tak kunjung datang.


"Ah lama sekali sih Chaewon datang. Katanya mau jalan. Apa dia sudah pergi duluan? Lebih baik aku hubungi dia aja." Yujin pun menelepon Chaewon.


"Halo?"


"Kau dimana? Aku udah lama sekali menunggu mu."


"Ahh.. maafkan aku Yujin. Aku sudah jalan duluan. Kau susul aku aja ya. Aku kirimin alamatnya ya. Pokoknya kau harus datang." Ucap Chaewon memutuskan panggilan.

__ADS_1


"Aishh.. Anak ini selalu seperti ini. Kenapa aku mau berteman dengannya lah."


Yujin pun segera menuju lokasi yang di beri tahu Chaewon. Setelah sampai Yujin terheran melihat toko yang di depannya. Masih tak percaya apa yang di lihatnya dia pun menghubungi Chaewon lagi.


"Hey. Kau beneran mengajakku kesini? Kau yakin?"


"Beneran lah. Cepat masuk kalau sudah sampai."


Yujin pun memutuskan panggilannya. Dia berjalan masuk kedalam. Begitu dia masuk ke dalam betapa terkejutnya dia melihat para pelayan menyambutnya dengan membungkuk hormat. Apa apaan ini. Pikirnya.


"Selamat datang nona. Silahkan masuk. Tuan muda sudah menunggu anda." Kata salah satu pelayan toko itu.


"Tuan muda? Siapa tuan muda kalian? Saya tidak kenal." Ucap Yujin menolak ajakan pelayan itu. Menurutnya dia tidak pernah kenal orang kaya yang mereka sebut tuan muda.


"Mari nona. Tuan ada di dalam." Katanya lagi menggiring Yujin kedalam toko baju mewah itu.


Sesampai di dalam Yujin terlihat takjub melihat baju baju yang bagus dan elegan berjejer di depannya. Tanpa sadar ada seorang memperhatikannya.


"Apa kabar Yujin?" Tanya pria itu membuat Yujin menoleh ke arahnya.


"Kenapa kau ada disini? Jangan bilang kalau kamu tuan muda yang mereka bilang tadi." Ucapnya tak percaya.


"Iya. Lama sekali kamu datang. Sudah bosan aku menunggumu tau." Ucap Eunsang mendekat.


"Kenapa kamu ada disini? Di mana Chaewon?"


"Sunbae tadi pergi dengan Wooseok hyung. Sepertinya Wooseok hyung beneran suka sama sunbae itu." Kata Eunsang menatap wajah Yujin.


"Aku disini karena mau minta tolong sama sunbae." Lanjutnya lagi.


"Kau kalau ada mau nya aja panggil aku begitu. Emang minta tolong apa?" Tanya Yujin mendudukkan tubuhnya di sofa.


Eunsang pun menceritakan alasan dia menghilang seminggu. Ternyata masalahnya dengan Baekjin membuat ayahnya marah besar. Walau ayahnya tak pernah protes apapun jalan yang dipilihnya. Tapi ayah tak pernah suka melihat anaknya berkelahi.


Ayahnya memberikan hukuman mengurungnya selama seminggu dirumah. Eunsang sudah siap dihukum sejak tau ibunya datang lebih cepat dari yang di janjikan.


Dan satu lagi hukuman yang diberikannya. Eunsang harus menikahi perempuan yang menjadi pemicu dia berkelahi. Karena perkataan Baekjin yang menuduh Eunsang macam macam dengan Yujin kabar itu pun terdengar oleh ayahnya.


Jadi alasan dia disini ingin membawa Yujin menemui ayahnya. Ayahnya memintanya membawa perempuan yang pernah dibawanya pulang itu.


Yujin mendengarnya sangat terkejut. Menikah? Iya belum pernah memikirkan ke arah sana. Pacaran saja dia masih mikir mikir. Baginya karir kedepan lebih penting dari apapun. Yujin hanya anak yatim. Dirinya selama ini tinggal di panti asuhan sampai SMA. Setelah masuk kuliah dia memutuskan untuk tinggal sendiri.


Jadi ini sangat mendadak menurutnya. Eunsang yang melihat ekspresi Yujin tak percaya merasa bersalah. Ia tau semua ini berawal darinya. Dia juga tidak mau awal hubungan mereka seperti ini. Tapi bagaimana pun ayahnya tidak bisa dibantah.


"Jadi... Sekarang ini aku harus ikut kamu. Bertemu dengan ayah mu. Begitu?" Tanya Yujin menunduk.


"Maafkan aku sunbae. Aku tau semua ini salah aku. Seharusnya aku tidak membawamu ke rumahku saat itu. Tapi.." ucapnya terpotong.


"Itu bukan salah mu. Ini semua salah Baekjin brengs*k itu. Aku juga harus minta maaf. Andai saja aku nggak punya masalah dengannya mungkin kau juga nggak ikut terlibat." Kata Yujin menatap mata Eunsang yang terlihat bersalah.


"Maaf sunbae...."

__ADS_1


"Sudahlah. Yang lalu sudah berlalu. Sekarang kau beritahu aku bagaimana menghadapi ayahmu itu." Kata Yujin yakin.


☆☆☆☆


__ADS_2