My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 20


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif. Author hanya memakai nama mereka saja. Terserah para pembaca mau membayangkan seperti apa sosoknya. Itu tergantung imajinasi kalian semua.


Terima kasih❤


•••••••••☆☆☆☆•••••••••


Hyewon POV.


Sekarang aku sudah dirumah. Ku baringkan Hyekyu di kamarnya dan aku masuk ke kamarku. Rasanya sangat melelahkan hari ini. Aku segera menuju kamar mandi membersihkan diriku dari peluhku yang sudah kering kembali.


Seandainya tidak ada pria itu disana mungkin sekarang kami tidak ada dirumah. Sejujurnya aku tipe orang yang tidak mau merepotkan orang lain. Tapi tadi aku juga tidak tahu kenapa rasanya aku ingin berlindung dibelakangnya. Apalagi tubuh tingginya itu sangat cocok untuk tempat berlindung.


Kusirami tubuhku dengan air yang mengalir. Selama pernikahanku dengan Kim Dohwa, pria yang dijodohkan oleh pamanku. Aku tak pernah merasakan dilindungi. Dia selalu kasar dan sering memukuliku. Sampai aku hamil, aku akhirnya pindah kerumah pamanku. Aku takut dia akan memukuliku dan berakibat pada bayiku.


Setelah melahirkan dia mulai bersikap baik padaku karena aku melahirkan seorang putra. Tapi itu tidak berlangsung lama. Dia kembali kasar padaku berbulan-bulan. Aku tak tahan lagi dan akhirnya aku minta cerai dan untungnya dia menyetujuinya.


Selesai mandi ku rebahkan tubuhku diatas kasurku yang nyaman. Aku kembali mengingat masa laluku. Setelah beberapa bulan ini aku bercerai dia membuat ulah. Mantan mertuaku bilang kalau ada beberapa orang datang kerumah mereka dan membahas tentangku. Aku merasa ada yang tak beres ketika mantan mertuaku bilang kalau mereka memberikan sejumlah uang padanya setelah membahasku


Itulah yang terjadi hingga aku bertemu pria yang lebih muda dariku itu. Saat aku hendak terlelap ada suara dari arah ponselku. Ternyata ada pesan masuk dari pria itu. Junho namanya.


Sepertinya dia pria yang baik. Tapi aku tak akan pernah percaya pada pria lagi. Ada sedikit rasa trauma pada diriku.


"Hah.... Kenapa nasib ku begini ya." ucap ku sambil menatap langit-langit.


"Aku harap, aku tidak akan bertemu dengannya. Karena pasti aku tidak bertemu Dohwa." ucapku lagi.


Aku pun menutup mata dan mulai pergi ke alam mimpi untuk mengistirahatkan tubuhku.


☆☆☆☆


Author POV.


Pagi ini Yujin dan Eunsang berangkat ke kampus menggunakan motor sport milik Eunsang. Sampai di kampus banyak mata yang melihat ke arah mereka. Karena motor sport itu mengundang perhatian. Tapi sepertinya bukan itu. Merasa ada yang tidak beres Yujin bertanya pada Eunsang.


"Kok mereka melihat kita seperti itu sih?" tanya Yujin memberikan helm pada Eunsang.


"Aku juga tidak tahu. Ayo kita cari tahu." ucap Eunsang. Tak berapa lama Eunsang mendapat panggilan dari Yunseong.


"Halo."


"........"


"Apa?!" ucap Eunsang sedikit meninggi lalu memutuskan panggilan.


"Ayo kita ke mading." ucap Eunsang dan Yujin mengangguk.


Mereka berlari kearah madi yang sudah banyak dikerumuni mahasiswa2 kampus. Saat mereka datang mereka semua menatap kearah Yujin dan Eunsang.


Eunsang yang tak perduli dengan tatapan orang-orang. Dia menarik Yujin ke depan untuk melihat isi mading kampus. Ternyata ada foto mereka saat memasuki apartemen bersama. Beserta tulisan-tulisan tak masuk akal. Semua yang sudah melihat pasti berpikir mereka tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan.

__ADS_1


Yujin terkejut melihatnya hanya terdiam tak bisa berbicara apapun lagi. Sedangkan Eunsang mengamuk dan merobek semua yang ada dimading. Dia membalikkan tubuhnya memasang wajah yang penuh emosi.


"Siapa yang melakukannya?!" tanyanya dengan nada meninggi membuat semua orang takut mendengarnya. Tapi tidak ada yang menjawab pertanyaan Eunsang.


"Kalau sampai aku tahu siapa yang membuat ini dia bakal hancur tidak peduli dia perempuan atau laki-laki." ucap Eunsang kemudian pergi dari sana sambil menarik tangan Yujin.


Eunsang menarik Yujin menjauh dari kerumunan. Tapi masih banyak mata yang melihat mereka sambil berbisik. Yujin tahu kalau Eunsang sedang marah akhirnya menarik tangan Eunsang agar berhenti.


"Eunsang! Berhenti dulu." Yujin menarik tangannya hingga Eunsang menatapnya.


"Kamu tenang dulu. Kalau kamu marah seperti ini gimana kita bisa menemukan pelakunya." ucap Yujin selembut mungkin agar Eunsang tenang.


"Aku marah karena mereka menjelekkan kamu. Yang aku tahu kamu tidak begitu malah mereka menggosipkan kamu yang macam-macam." ucap Eunsang menarik sedikit rambutnya. Mungkin itu cara dia menyalurkan amarahnya.


"Seperti yang kamu bilang tadi. Yang terpenting kamu dan keluarga kamu tahu kalau aku bukan seperti mereka gosipkan." ucap Yujin meraih tangan Eunsang.


"Aku mohon kamu jangan emosi menghadapi masalah ini. Karena masalah ini bisa saja menjadi lebih besar dan lebih rumit lagi." ucap Yujin menatap mata Eunsang lebih dalam.


"Sudah. Sekarang kita kekelas saja dulu. Kamu tadi bilang tidak mau telatkan?" tanya Yujin yang diangguki Eunsang.


"Ayo." Ajak Yujin sambil tersenyum menarik tangan Eunsang. Eunsang pun membalas senyuman itu.


Selama menuju kelas mereka masih menjadi bahan tontonan para mahasiswa dan mahasiswi dikampus. Begitu pula di kelas. Mereka di jauhi dan dicibir semua orang kecuali sahabat mereka sendiri.


☆☆☆☆


"Hey teman mu itu mengerikan ya. Pantas saja aku sering melihatnya dengan anak itu." ucap temannya itu.


"Apa yang sebenarnya kau katakan? Apa maksudmu?" tanya Chaewon. Dia merasa ada yang tidak beres.


"Halah tidak usah berlagak tidak tahu lah. Tadi pun mereka datang bersama. Sampai si adik tingkat itu marah-marah." ucapnya lagi.


"Sebenarnya aku tidak tahu kemana arah bicara mu itu. Tapi yang pasti Yujin tidak seperti kalian pikir. Kalau kalian berani menggosipkan dia kalian bakal hancur." ucap Chaewon lalu pergi ke kelasnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?" ucap Chaewon sambil menuju kelas.


Sampai dikelas pun Chaewon melihat semua orang berbisik sambil menatapnya. Padahal bukan dia yang jadi bahan gosip tapi dia yang risih. Dia sengaja duduk di sudut ruangan yang sepi. Tak lama kemudian Yujin datang dan lansung duduk disebelah Chaewon. Semua menatap Yujin sinis.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Chaewon pada Yujin.


"Aku juga tidak begitu yakin. Tapi saat kami datang tadi ada foto kami keluar masuk apartemen terpajang di mading dengan tulisan-tulisan seolah aku ini perempuan tidak benar." jelas Yujin.


"Lalu? Apa reaksi Eunsang?"


"Jelas dia marah. Dia malah mengancam semua orang yang ada disana." ucap Yujin tak memperdulikan tatapan sinis teman sekelasnya.


"Jelaslah dia marah. Jadi bagaimana? Siapa yang melakukannya?" tanya Caewon lagi.


"Kami belum tahu siapa yang melakukannya. Tapi yang ku takutkan masalah ini sampai ke dekan." ucap Yujin. Dia memang setiap hari mencemaskan itu.

__ADS_1


"Kenapa? Kalian kan sah menikah. Lalu kenapa kalau dekan tahu?"


"Sebenarnya kami hanya menikah secara agama. Secara hukum belum tercatat karena Eunsang masih 17 tahun. Dan nanti baru akan dicatat saat dia berusia 20 tahun." bisik Yujin pada Chaewon. Dia tidak mau ini sampai terdengar orang lain. Bisa bahaya.


"Apa? Jadi bagaimana??" tanya Chaewon panik.


"Aku juga tidak tahu." ucap Yujin pasrah.


Setelah percakapan mereka berakhir dosen ajar mereka pun datang. Mereka belajar seperti biasa.


☆☆☆☆


"Jadi masalah kalian itu bagaimana?" tanya Yunseong pada Eunsang yang sekarang lagi duduk menunduk di mejanya.


"Aku juga tidak tahu. Aku sebenarnya tidak masalah. Tapi Yujin sudah terlibat." ucap Eunsang menatap kosong bukunya itu.


"Oh ya, si Minhee teman sekelas sunbae itu jarang terlihat." ucap Junho asal membuat Eunsang yang tadi menunduk kini mengangkat kepalanya menatap Junho yang sedang berdiri.


"Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Junho yang ditatap intens Eunsang.


"Tadi kau bilang siapa?" tanya Eunsang.


"Minhee??"


"Kenapa rupanya?" tanya Yunseong yang menyadari perubahan ekspresi Eunsang.


"Sialan. Sepertinya dia yang melakukan ini." ucap Eunsang geram.


"Kenapa kau bisa berpikir dia yang melakukannya?" tanya Yunseong.


"Kau ini bodoh ya. Si Minhee itu kan suka pada sunbae itu. Aku saja tahu." ucap Junho pada Yunseong. Yunseong hanya terdiam menatap Junho dan Eunsang bergantian.


"Jadi?" tanya Yunseong pada Eunsang yang kini menahan emosinya.


"Dimana dia biasa nongkrong?" tanya Eunsang.


"Oh aku tahu. Dia biasa di kafe depan dekat kampus." ucap Junho.


"Ayo kita kesana." ajak Eunsang yang sudah jalan duluan ke luar.


☆☆☆☆


Yah Eunsang yang pintar bolos tuh. Bagaimana ya reaksi Yujin kalau tahu Eunsang bolos????


Ditunggu ya kelanjutannya.😁😁


Maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2