
"Pa. Aku mau tanya." ucap Chaewon disela makannya. Sekarang dia sedang makan malam dengan papanya tuan Go Jaewook.
"Tanya apa?" papanya berhenti makan dan menatapnya. Dia tahu kalau putrinya akan membicarakan hal serius.
"Papa kenal Kim Wooseok?" pertanyaan Chaewon membuat papanya kaget. Untung saja dia tidak melanjutkan makannya.
"Papa beritahu kamu ya. Jangan terlibat masalah dengannya." ucap tuan Jaewook.
"Kenapa? Memang dia siapa?" Chaewon melihat bahwa papanya itu sedikit takut saat dirinya menyebut Wooseok.
"Dia seseorang yang papa kenal. Sangat papa kenal. Dia orang berbahaya. Dari awal sudah papa peringatkan kamu."
"Apa dia bekerja sebagai mafia juga?" tanya Chaewon asal.
"Iya. Bahkan dia lebih kuat dari papa. Walau dia kurang terkenal tapi tiga orang melawan dia pun tidak ada yang menang." ucap papanya. Tuan Jaewook jadi teringat saat dirinya ingin menghancurkan Wooseok dulu.
Chaewon terdiam. Dia tak menduga kalau pacarnya sekarang pria berbahaya.
Mengapa dia sangat kuat? Tidak terlihat dari luar ternyata dia cukup berbahaya. Kalau papa sampai tahu kalau aku pacarnya mungkin papa akan terkena serangan jantung. ucap Chaewon dalam hati.
"Kenapa kau menanyakan dia? Apa kau terlibat masalah dengannya." ucap tuan Jaewook.
"Tidak. Hanya pernah mendengar namanya." Chaewon melanjutkan makannya. Begitu juga dengan papanya.
☆☆☆☆
"Sunbae tadi kenapa tidak mau makan diluar?" ucap Eunsang. Sekarang mereka di ruang tamu menonton tv.
"Untuk apa? Aku bisa memasak. Lagian jangan terlalu sering makan diluar." ucap Yujin mengupas jeruk.
"Iya iya. Oh ya besok aku sudah mulai kuliah lagi."
"Baguslah. Lagian lukamu juga sudah sembuh." ucap Yujin melihat wajah Eunsang.
"Bagaimana cerita sunbae Chaewon kemarin?" tanya Eunsang sambil membaringkan tubuhnya dan berbantalkan paha Yujin.
"Mereka jadian setelah mengantarku ke rumah sakit waktu itu. Tapi apa kamu tidak tahu pekerjaan Wooseok sebenarnya?" tanya Yujin memasukkan jeruk kemulut Eunsang.
"Tidak. Walau hyung itu baik dan pengertian. Tapi dia cukup misterius."
"Iya juga sih. Waktu pertama kali bertemu dia menatap tajam kearahku. Walau sebentar tapi itu sangat menakutkan." Yujin teringat waktu dia keluar dari kamar Eunsang.
"Apa? Berani sekali dia." ucap Eunsang. Mendudukkan dirinya cepat.
"Sudah. Memangnya kamu mau apain dia?"
"Bukan begitu. Masa pertama kali bertemu dia menatap tajam sunbae. Itu tidak sopan namanya."
"Jangan memperbesar masalah. Sudahlah aku mau tidur besok aku masuk pagi." ucap Yujin bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar.
"Ikut." ucap Eunsang manja mengekor Yujin.
☆☆☆☆
"Halo. Kau di mana sih? Sudah mau masuk nih." ucap Chaewon pada seseorang disebrang telepon.
"......"
"Yah kalau gitu aku sendirian nih." ucap Chaewon sedikit kecewa.
"......"
"Okelah. Kau cepat sembuh ya." Setelah itu Chaewon memutuskan panggilannya.
"Di saat aku mau carita si Yujin malah sakit. Bagaimana ini? Aku sedikit takut pacaran dengannya setelah mengetahui itu. Seharusnya aku tidak tanya papa." sesal Chaewon.
Tiba-tiba ada yang duduk disebelah Chaewon.
"Teman kamu tidak datang ya?" ucap pria itu.
"Eh iya. Dia sakit."
"Benarkah? Apakah parah?" tanyanya lagi.
"Tidak. Hanya demam biasa." jawab Chaewon seadanya.
"Begitu. Kenalin namaku Kang Minhee. Nama kamu Chaewon kan?" ucapnya.
"Ah iya. Kita sekelas ya?" Tanya Chaewon. Dia memang tidak mengingat teman sekelasnya kecuali Yujin.
__ADS_1
"Iya dong. Kalau tidak untuk apa aku disini? Kamu ini lucu." ucap Minhee.
"Haha... Maaf. Aku memang tidak hafal teman sekelas."
"Karena kita sudah kenalan ingat nama ku ya. Minhee. Kang Minhee. Oke?" ucapnya membuat tanda oke di tangannya.
"Baiklah."
Tak berapa lama dosen mereka datang. Mereka belajar seperti biasa tanpa kehadiran Yujin.
☆☆☆☆
"Sunbae ini bagaimana sih? Aku sudah sembuh malah sunbae yang sakit sekarang." ucap Eunsang mengompres dahi Yujin.
"Ya namanya belakangan ini aku banyak menghabiskan energiku. Belum lagi setelah diculik harus menjaga orang sakit." ucap Yujin sedikit lemah.
"Iya ini semua salahku. Maaf."
"Tidak perlu minta maaf juga." ucap Yujin menatap Eunsang. Ada terlihat penyesalan disana.
"Hmm."
"Kamu tidak kuliah?" tanya Yujin.
"Sunbae sakit begini bagaimana aku bisa kuliah?"
"Tidak apa-apa kok. Aku bisa sendiri."
"Sudahlah. Aku mau masak bubur dulu." ucap Eunsang melangkah keluar.
Tak berapa lama kemudian Eunsang kembali lagi membawa semangkuk bubur dan segelas air dengan nampan.
"Kamu bisa masak?" tanya Yujin.
"Tidak. Hanya melihat di Internet. Ayo makan setelah itu minum obat." ucap Eunsang menyuapi Yujin.
"Hm lumayan." Ucap Yujin. Walau dia sakit dia masih bisa merasakan makanan.
"Ya iyalah. Siapa dulu yang masak." ucap Eunsang bangga.
"Habiskan ya." lanjutnya lagi sambil terus menyuapi Yujin.
"Setelah ini kita beli vitamin ya. Biar tidak gampang sakit." ucap Eunsang. Dia tidak mau ini terjadi lagi.
"Terserah kamu saja." ucap Yujin lalu dia membaringkan tubuhnya.
"Ya sudah sunbae istirahat saja." ucap Eunsang menarik selimut dan menutupi tubuh Yujin.
Eunsang mendapat telepon dari ayahnya. Dia pun pergi keluar kamar untuk mengangkat telepon itu.
"Halo. Ada apa?" ucapnya.
"Kamu kenapa tidak kuliah hari ini?"
"Yujin sedang sakit. Jadi aku menjaganya."
"Ya sudah. Jangan terlibat masalah lagi. Kamu mengerti?"
"Iya." Lalu panggilan terputus.
"Kenapa dia selalu begitu. Menganggapku pembuat masalah. Walau sebagian besar benar tapi jangan selalu meragukanku dong." ucap Eunsang sendiri. Dia merasa kesal diperlakukan ayahnya seperti itu.
Eunsang kembali lagi ke kamar dimana Yujin berada. Eunsang mengompres Yujin lagi. Lalu Yujin mengigau menyebut nama Yuri.
"Ampun.. Tolong Yuri.... jangan sakiti aku lagi. Aku mohon." ucap Yujin masih dalam tidurnya.
"Kenapa dia mengigau seperti ini. Sunbae tenanglah. Ada aku disini." ucap Eunsang mengelus kepala Yujin.
Yujin menahan lengan Eunsang saat dia ingin menarik tangannya. Lalu Yujin berkata.
"Jangan tinggalkan aku. Aku mohon." Yujin masih mengigau.
"Tidak. Aku tidak akan meninggalkan kamu." ucap Eunsang. Setelah Yujin tenang ditariknya tangannya. Diselimutinya tubuh Yujin dan dia duduk di ranjang samping Yujin.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada mu?" tanya Eunsang pada Yujin yang sedang tidur. Dan tak berapa lama kemudian dia juga ikut tertidur.
☆☆☆☆
Yujin POV.
__ADS_1
Aku terbangun karena suara alarm yang aku pasang tadi. Sekarang pukul 4 sore. Aku hendak bangkit pergi ke kamar mandi tapi ada yang menimpa perutku. Ternyata Eunsang tertidur saat menjagaku.
Dia menjagaku seperti ini apa mungkin dia mulai ada rasa denganku? Walau aku belum mencintainya tapi aku sedikit berharap dia mencintaiku dan menungguku untuk mencintainya. ucapku dalam hati.
Ku pindahkan lengannya dan aku bangkit. Aku sekarang sudah merasa mendingan dari sebelumnya. Karena sudah sore aku akan menyiapkan makan malam untuk kami.
Aku melihat isi kulkas. Ternyata persediaan makanan kami sudah hampir habis. Aku memasak seadanya dari sisa bahan.
Setelah selesai masak aku pergi ke kamar untuk membangunkan Eunsang dan pergi mandi.
"Eunsang. Bangun sudah hampir malam nih." ucapku sambil memilih pakaian ganti.
Tidak ada pergerakan disana. Terpaksa aku mendekatinya dan mengoyangkan bahunya agar dia terbangun.
"Eunsang.... Bangunnn." ucapku lagi. Kuharap dia bangun.
"Hmmmm..."
"Ayo bangun. Sudah hampir malam nih. Aku sudah memasak." ucapku. Dia sudah mendudukkan tubuhnya diranjang.
"Kenapa sunbae masak. Kan bisa beli aja." ucapnya sambil mengucek matanya.
"Kan aku sudah bilang aku bisa masak. Lagian aku sudah mendingan kok. Aku mandi dulu ya." ucapku pergi menuju kamar mandi.
Setelah mandi dan berganti pakaian aku keluar. Kulihat dia sudah tidak ada di kamar. Mungkin dia mandi di kamar lain.
Aku keluar dari kamar menuju ruang makan. Kulihat dia sudah duduk disana.
"Kamu tidak mandi?" tanyaku mendudukkan diriku di depannya.
"Ah belum. Aku cuma cuci muka saja. Kenapa?" tanyanya menatapku.
"Maksudku nanti aku minta temani ke supermarket. Bahan makanan kita habis." ucapku sambil memakan makanan yang tadi ku masak.
"Owh oke. Setelah makan ini aku akan mandi." ucapnya sambil melanjutkan makannya. Aku juga melanjutkan makanku.
Kami selesai makan. Aku mencuci piring dan dia pergi mandi. Setelah aku selesai aku duduk disofa ruang tamu menunggu Eunsang. Dia biasa mandi lama.
"Sunbae. Lihat kemejaku yang putih tidak?" teriaknya dari dalam kamar.
Aku menyusulnya ke kamar. Kulihat semua pakaian habis berantakan dibuatnya.
"Astaga. Harus banget ya berantakin semua pakaian." tanyaku langsung memunguti pakaian yang berserakan.
"Habisnya aku tidak menemukannya. Tolong carikan." katanya masih mengobrak abrik lemarinya.
"Aduh sudah sana biar aku saja. Kamu bikin lama saja." ucapku sambil melihat-lihat dimana pakaiannya.
"Kemeja putih yang mana?" tanyaku.
"Kemeja putih lengan pendek. Bukan kemeja resmi." ucapnya melihat lemarinya dari jauh.
Aku mencarinya di lemari tidak ada. Lalu kulihat pakaian yang berserakan dilantai dan menemukan kemeja putih tertimpa pakaian lain.
"Ini apa? Makanya kalau mencari dilihat dulu satu satu. Lihat jadi berantakan." Ucapku sedikit kesal. Aku paling tidak suka orang ceroboh melebihiku.
"Maaf." katanya.
"Ya sudah lain kali aku saja yang menyiapkan pakaianmu. Bilang saja nanti mau pakai apa." ucapku masih membereskan pakaiannya.
"Baiklah. Ayo kita berangkat." ajaknya setelah aku selesai.
Kami pergi ke supermarket besar karena banyak bahan makanan yang habis. Kami menaiki mobil karena akan membawa barang banyak. Setelah sampai kami langsung menuju tujuan kami.
"Kamu dulu waktu tinggal dengan Wooseok tidak pernah belanja?" tanyaku sambil mengambil beberapa bahan yang diperlukan.
"Tidak. Terkadang ibu datang membawa stok makanan. Kalau sudah habis kami makan diluar." ucapnya sambil mendorong troli.
"Owh ya aku belum sempat tanya. Kamu itu cepat masuk sekolah atau lompat kelas?"
"Aku lompat kelas di smp kelas 1. Seharusnya aku kelas 1 saat itu tapi guru-guru melihat kemampuanku jadi aku naik ke kelas 3." jelasnya.
"Benarkah? Hebat sekali." ucapku kagum.
"Terus kamu itu....." ucapku terpotong.
"Awas!"
☆☆☆☆
__ADS_1
Maaf typo bertebaran 🙏🙏🙏