
"Kamu sedang apa?" ucap Yujin melihat Eunsang ingin membuka kancing celananya. Sekarang Eunsang sudah bertelanjang dada.
Eunsang hanya diam menatap Yujin lalu tersenyum. Yujin langsung menghampiri Eunsang dan mengambil kemeja yang di buang Eunsang sembarang.
"Kamu ini. Pakai ini. Nanti masuk angin loh." ucap Yujin berusaha memakaikan kemeja Eunaang.
"Yujin sayang~ Kamu kok cantik sekali sih hari ini? Hm?" ucap Eunsang menyentuh pipi Yujin.
"Apa sih kamu ini? Cepat pakai baju nya." ucap Yujin mengalihkan wajahnya ke arah lain. Dia merona karena ucapan Eunsang.
"Tidak mau! Aku kepanasan. Sebenarnya aku ini kenapa sih?" ucap Eunsang pada dirinya. Kemudian Eunsang kembali berbaring.
Lalu ada suara ketukan dari arah pintu kamar mereka. Yujin membuka pintu. Ternyata ibu mertuanya yang datang.
"Eh ibu. Ada apa ya bu?" tanya Yujin.
"Kalian lebih baik tidur disini saja malam ini. Tidak mungkin kalian pulang dengan keadaannya seperti itu." ucap ibu Eunsang.
"Baik bu."
"Ini baju ganti kamu. Ibu rasa cocok dengan ukuran kamu." ucap ibu mertuanya itu memberikan sepasang baju tidur pada Yujin.
"Terima kasih bu." ucap Yujin tersenyum.
"Kalau baju Eunsang itu ada di lemari. Ibu ke kamar ya. Selamat malam."
"Selamat malam bu." ibunya melangkah pergi dan Yujin kembali menutup pintu.
Yujin ke kamar mandi mengganti baju tidur yang diberikan ibu mertuanya itu. Setelah selesai dia mengambil kaos hitam berlengan pendek dilemari Eunsang.
"Kenapa baju ini begitu longgar ya? Padahal tadi ibu bilang ini ukurannya cocok denganku." ucap Yujin menatap cermin. Baju tidurnya itu berlengan pendek tapi sedikit longgar.
Yujin mendekat kearah kasur. Dilihatnya Eunsang sudah tidur pulas tanpa mengenakan baju dan selimut. Wajah Yujin merona sebentar saat melihat tubuh Eunsang lalu dibuangnya pikiran kotor yang singgah dipikirannya tadi. Lalu Yujin memakaikan kaos hitam tadi dan tidur disebelah Eunsang.
☆☆☆☆
"Pagi pa." ucap Chaewon setelah duduk dimeja makan.
"Pagi." ucap papanya sambil membaca koran.
"Pa. Aku langsung berangkat ya. Sudah ditunggu Wooseok." ucap Chaewon setelah menghabiskan susunya.
"Tidak. Kamu sarapan dulu. Suruh dia masuk dan ikut sarapan." ucap papanya yang sekarang menatapnya.
"Baiklah." Chaewon pun keluar menemui Wooseok dan mengajaknya masuk.
"Mana tas mu?" tanya Wooseok.
"Di dalam. Papa menyuruhmu masuk dan ikut sarapan." ucap Chaewon membuat Wooseok mengernyitkan dahinya dan keluar dari mobil.
Mereka masuk kedalam rumah dan menuju ruang makan.
"Pagi om." sapa Wooseok.
__ADS_1
"Hm. Makanlah." balas papa Chaewon.
"Papa. Jangan ketus gitu dong. Ya sudah ayo makan." ucap Chaewon langsung mendudukan tubuhnya di sebelah Wooseok. Begitu juga dengan Wooseok.
Selama makan mereka banyak diam. Ada rasa canggung menyelimuti ruang makan itu. Lalu papa Chaewon membuka percakapan untuk menghilangkan kecanggungan itu.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu belakangan ini" tanyanya sambil meletakkan koran yang dibacanya tadi.
"Om sedang membicarakan pekerjaan yang mana?" ucap Wooseok dengan kembali bertanya.
"Kamu ini. Sombong sekali ucapan mu." ucap papa Chaewon geram.
"Hahaha.. Maaf om. Semua pekerjaan yang saya tangani aman belakangan ini." ucap Wooseok menatap papa pacarnya itu.
"Bagus kalau gitu. Ya sudah papa duluan ya Chaewon. Kalian habiskan sarapannya." ucap papa Chaewon bangkit dari duduknya.
"Iya pa. Hati-hati pa."
"Baik om."
"Papa kamu kenapa hari ini?" tanya Wooseok setelah tuan Go pergi.
"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba seperti itu. Mungkin dia perlahan mau menerima kamu." ucap Chaewon tersenyum. Wooseok membalas senyum Chaewon dan merenung.
Tidak mungkin. Pasti ada maksud lain. ucap Wooseok dalam hati.
☆☆☆☆
Pagi yang cerah ini Eunsang dan Yujin masih tertidur. Yujin yang tidur membelakangi Eunsang dengan baju tidur terbuka bagian pundak karena satu kancing terbuka.
(Gimana bisa gitu yak? Padahal jelas2 Yujin udah pakaikan bajunya.)
Ibu Eunsang berniat membangunkan mereka karena belum juga turun. Pertama ibunya mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan. Lalu ibunya mencoba membuka pintu dan ternyata tidak dikunci. Yujin lupa mengunci pintu karena kebiasaan di apartemen.
"Astaga. Sepertinya aku melihat yang seharusnya tidak kulihat." ucap ibu Eunsang lalu beranjak keluar kamar.
Eunsang terbangun karena mendengar suara tutupan pintu. Dia tersadar melihat posisinya dan terduduk. Dia memegang kepalanya yang terasa pusing. Dia melihat tubuhnya yang tidak menggunakan baju dan tubuh Yujin mengenakan pakaian longgar.
Dia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Tapi dia tidak ingat sama sekali. Dibangunkannya lah Yujin.
"Yujin-a. Bangun." ucapnya sambil menepuk pelan bahu Yujin. Sejak pernyataan cinta itu Eunsang memutuskan tidak memanggil Yujin dengan sebutan 'sunbae' lagi.
"Hmmm.... Kenapa?" ucap Yujin malas.
"Bangun dulu."
"Kenapa sih?" ucap Yujin mendudukan tubuhnya dengan baju terbuka dibagian bahunya.
"Aku tadi malam berbuat apa saja?" tanyanya menatap Yujin.
"Kamu tidak ingat?" ucap Yujin.
"Memangnya aku berbuat apa? Aku tidak ingat." ucap Eunsang putus asa.
__ADS_1
"Kamu keterlaluan. Masa tidak ingat sih?" seru Yujin membuat Eunsang frustasi.
"Kamu jangan membuatku takut. Cepat kasih tahu aku." dia tidak mau melakukan yang diinginkannya dalam keadaan tidak sadar.
"Kamu itu tadi malam..."
#flashback on.
Setelah memakaikan kaos pada Eunsang, Yujin berbaring disebelah Eunsang. Lalu tiba tiba Eunsang memeluk Yujin dari samping dan menciumi leher yujin. Yujin yang sudah setengah tertidur terkejut dan membuka mata.
"Kamu mau apa?" ucap Yujin setengah berteriak.
"Sstt. Jangan berisik." ucap Eunsang kini sudah di atas Yujin.
"Kamu mau apa dulu sekarang. Kenapa kamu seperti ini?" ucap Yujin menatap manik mata Eunsang yang penuh kobaran nafsu.
"Aku mau kamu sekarang." ucap Eunsang langsung melumat habis bibir Yujin dengan kasar. Dan Eunsang membuka satu kancing baju Yujin.
Awalnya Yujin meronta tidak mau menerima perlakuan Eunsang. Yujin terkejut saat Eunsang berubah menjadi lembut. Yujin pun terbuai dan membalas ciuman Eunsang.
Namun belum berapa lama adegan itu berlangsung, Eunsang tiba-tiba berhenti dan menatap Yujin. Yujin mengira Eunsang akan melanjutkan adegan yang lebih dari ini. Lalu Eunsang tertidur menimpa Yujin.
"Hey." ucap Yujin menggerak-gerakkan tubuh Eunsang.
"Dasar kamu ini. Kalau mau tidur kenapa harus melakukan itu." ucap Yujin mendorong tubuh Eunsang kesebelahnya. Yujin pun tidur dengan membelakangi Eunsang.
#flashback off
"Syukurlah." ucap Eunsang. Dia sungguh lega kalau mereka belum melakukannya.
"Syukurlah?" ucap Yujin tak mengerti dengan pola pikir suaminya itu.
"Kenapa? Kamu kecewa ya?" goda Eunsang.
"Apa? Si-siapa yang kecewa." elak Yujin.
"Kalau kamu mau sekarang pun bisa." ucap Eunsang menarik tubuh Yujin kedalam pelukannya.
"Ka-kamu. Ini sudah pagi." ucap Yujin mencoba melepaskan pelukan Eunsang.
"Terus kenapa kalau pagi? Bagiku sama saja." ucap Eunsang ingin mencium Yujin.
Pintu kamar mereka terbuka saat itu membuat ibu dan ayah Eunsang kaget melihat pemandangan dari pasutri baru itu. Mendengar suara pintu terbuka mereka pun langsung menjauh dan Eunsang langsung berdiri.
"Eunsang! Kamu ikut ayah ke kantor hari ini." ucap ayah Eunsang langsung pergi dari sana.
Ibu Eunsang tersenyum melihat anak dan menantunya itu sedang malu-malu. Lalu pergi mengikuti suaminya.
"A-ku pakai kamar mandi dulu." ucap Eunsang canggung.
"Hmm." balas Yujin seadanya.
☆☆☆☆
__ADS_1
Maaf bila ada salah dalam penulisan. 🙏🙏🙏
Terima kasih sudah membaca 😁😁