My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 31


__ADS_3

"Jadi alasan kamu ajak aku kesini cuma mau makan ini?" tanya Eunsang lalu terkekeh setelah Yujin mengangguk.


"Aku lapar sekali. Tadi kita lebih banyak mengobrol. Bicara banyak membuatku lapar." Yujin melanjutkan makannya setelah menjawab perkataan Eunsang.


"Hmm baiklah." Eunsang pun mengeluarkan senyumannya.


Mereka terdiam menatap jalanan dari dalam. Mereka berada di minimarket dekat dengan apartemen mereka. Sengaja memilih disitu biar pulangnya tidak terlalu jauh.


Yujin menatap Eunsang lama. Niat mau menghibur Eunsang malah fokusnya teralihkan karena melihat makanan yang banyak.


"Karena mau hibur kamu juga sih." ucap Yujin tiba-tiba. Eunsang menoleh kearahnya sambil mengerutkan dahinya.


"Hah?"


"Aku ajak kamu kesini karena mau hibur kamu juga." Yujin juga menoleh kearah Eunsang.


"Untuk apa?"


"Yah tadi aku lihat wajah kamu badmood gitu. Ya nggak salah dong aku hibur kamu." Yujin menampilkan senyum manisnya membuat lesung pipit nya terlihat.


"Hahahaha... Kamu kok tau sih aku badmood? Sekarang kamu udah bisa baca isi hati aku ya?" begitulah Eunsang menggodanya.


"Yah kelihatan aja gitu. Tapi aku nggak tau alasan kamu badmood itu apa." Yujin kembali melanjutkan makannya.


"Kamu seriusan nggak tau?" yang tadinya Eunsang hanya menoleh sekarang tubuhnya pun ikut menghadap Yujin.


"Iya. Tadi aku nggak sempat mikir karena kejadian Junho sama Hyewon eonni."


"Tau ah." Eunsang kembali menatap jalanan membuang pandangannya. Entah kenapa dia kembali badmood.


Yujin menatap Eusang dengan mengernyitkan dahinya. Sepertinya Eunsang kembali badmood. Padahal bukan ini yang Yujin inginkan.


Karena merasa tidak enak dengan cepat Yujin menghabiskan makanannya. Eunsang tidak ikut makan. Katanya masih kenyang.


Setelah makanannya selesai Eunsang dan Yujin langsung pulang dengan berjalan kaki. Selama perjalanan Eunsang hanya diam. Jarak mereka pun sedikit menjauh. Biasanya Eunsang selalu menempel pada Yujin saat berjalan. Yujin hanya bisa diam kalau seperti ini.


Sampainya di apartemen pun Eunsang langsung berjalan menuju kamar mereka setelah melepas sepatunya. Yujin terdiam tidak bisa bicara apapun karena kejadiannya begitu cepat. Padahal Yujin mau buka suara untuk mendamaikan suasana.


Dengan langkah gontai Yujin memasuki kamarnya. Eunsang sudah terbaring ditempat tidur dengan membelakanginya. Yujin mau membersihkan diri dulu sebelum menyusul Eunsang. Wajahnya sudah berminyak dan dia tidak tahan lagi.


Yujin sudah mengganti bajunya dengan piyama kesayangannya. Piyama one piece putih bermotif bunga yang tidak terlalu banyak. Yujin merasa nyaman kalau memakai itu.


Yujin lalu menaiki tempat tidur dan berbaring di sebelah Eunsang. Oke. Ini lebih canggung dari malam sebelumnya. Bukannya maksud apa. Dulu Yujin merasa nyaman karena Eunsang mengajaknya mengobrol. Tapi sekarang... Hah.. rasanya lebih baik tidur saja.

__ADS_1


Belum lama Yujin memejamkan mata Eunsang membalikkan tubuhnya dan menatap Yujin dari samping. Yujin tau itu karena dia juga belum tertidur.


"Aku tanya sekali lagi ya." nada suara Eunsang terdengar sangat rendah. Kok Yujin merasa ada sesuatu hal yang terjadi nanti.


"Kamu.... Beneran nggak tau?" Yujin langsung membuka mata. Dia menoleh kearah Eunsang. Hanya wajahnya. Tubuhnya tidak.


"Sebenernya aku punya prediksi. Tapi kemungkinannya 40%?" ucap Yujin masih menatap Eunsang yang tidur menyamping.


"Bilang aja."


"Hmmmm apa kamu.. cemburu melihat Jaemin dekat-dekat denganku?" Yujin sedikit ragu mengatakannya.


Eunsang terdiam. Dia menatap wajah Yujin lama lalu kembali membalikkan tubuhnya membelakangi Yujin.


"Loh? Bukan ya?" kini Yujin sudah terduduk. Dia ingin melihat wajah Eunsang.


Eunsang masih diam saja. Sepertinya dia masih marah. Kenapa Eunsang seperti ini pikir Yujin. Apa tebakannya salah?


"Ihh Eunsang... Jangan diam aja dong.. Aku nggak tau gimana hibur kamu kalau kamu diam aja." ucap Yujin lagi. Dia memang paling tidak bisa didiamkan seperti itu.


Lalu Eunsang juga mendudukkan dirinya. Akhirnya Yujin bisa melihat wajah suaminya itu. Lantas Yujin pun tersenyum.


"Kenapa? Ada masalah lain? Aku salah ya?" walau Eunsang tidak menatapnya tapi dia senang bisa melihat wajah suaminya yang menurutnya lucu kalau lagi marah.


"Nggak kok." ucapnya.


"Kamu nggak salah." ucap Eunsang pelan. sepertinya dia malu ketahuan cemburu. Aduh imutnya.


Yujin pun tertawa kencang mendengar ucapan Eunsang. Walau Eunsang terlihat dewasa tapi dia masih lah remaja. Kalian tau remaja itu tidak bisa menghilangkan atau menyembunyikan sisi imutnya.


"Kamu kok ketawa sih??"


"Hahaha.... Kamu itu imut banget sih.." ucap Yujin sambil mencubit pipi kanan Eunsang. Eunsang hanya memasang wajah datarnya.


"Udah? Aku mau tidur nih. Kalau kamu mau ketawa diluar sana." oke Eunsang merajuk lagi.


"Iya iya maaf. Jadi kamu mau dihibur kayak apa? Aku bisa kok hibur kamu. Mau sekarang atau nanti?" ucap Yujin setelah dia menyelesaikan tawanya.


Eunsang tampak sedang berpikir lalu dia tersenyum. Senyuman Eunsang kali ini membuat Yujin merinding.


"Ada pokoknya. Sekarang kita tidur dulu. Besok kita bahas lagi." ucap Eunsang lalu memeluk Yujin dan membawanya berbaring.


"Hahaha apasih kamu ini.." Yujin hanya bisa tetawa mendengar ucapan Eunsang. Lalu mereka pun terlelap dengan posisi berpelukan.

__ADS_1


☆☆☆☆


"Kalian kemana aja sih?" tanya Bunda Junho begitu mereka sampai di rumah. Ya bunda yang membukakan pintu.


"Maaf ya bun tadi jalanan macet karena ada kecelakaan." ucap Junho.


"Kamu kenapa Hyewon?" tanya bunda karena melihat Hyewon diam saja.


"Terus baju kamu kok udah ganti? Kalian kemana sih sebenarnya?" tanya bunda lagi. Kini matanya menatap anaknya. Junho menatap bundanya dan Hyewon bergantian.


"Tadi kami dari club Wooseok hyung. Sepupu Eunsang. Ini baju noona diganti karena yah kan nggak mungkin pakai baju yang tadi ke club bun." ucap Junho santai. Sepertinya dia tidak mau memberitahu adegan ciuman yang dilakukannya beberpa saat tadi.


"Bener won?" tanya bunda meyakinkan.


"Iya tante. Maaf ya tan udah repotin tante buat jaga Hyekyu." wajah Hyewon sedikit menunduk.


"Udah nggak masalah kok. Kamu juga pasti jarang keluar sendirian seperti itu saat sudah ada Hyekyu. Kapan lagi kamu bisa keluar sendirian." bu Hosook pun tersenyum.


"Ya sudah kalian masuk ke kamar gih. Oh ya Hyekyu ada dikamar tante." ucapnya pada Hyewon.


Junho menaiki tangga menuju kamarnya. Sedangkan Hyewon mengikuti bu Hosook untuk mengambil Hyekyu.


☆☆☆☆


Pagi ini mereka tidak ada kelas. Baik Eunsang ataupun Yujin. Saat masalah mereka di kampus beberapa waktu lalu ayah Eunsang datang ke kampus mengklarifikasi hubungan mereka dan meminta pihak kampus untuk merahasiakannya.


Jadi pagi ini tuan Lee meminta anaknya datang ke rumah miliknya. Tentu saja dia menyuruh Eunsang untuk membawa Yujin.


Tuan Lee menyuruh mereka lewat telpon. Dia juga meminta untuk datang sebelum sarapan. Ibu Eunsang yang menyuruhnya. Ibu mertua Yujin itu lagi ingin membuat sarapan bersama menantu kesayangannya itu.


"Sang. Kita nggak sarapan dulu?" tanya Yujin pada Eunsang yang sibuk merapikan poninya dicermin motornya. Mereka sekarang berada diparkiran.


"Kata ayah kita sarapan disana." ucap Eunsang lalu memberikan helm pada Yujin.


Yujin pun memakai helm saat Eunsang menaiki motornya.


"Ayo." Yujin pun ikut menaiki motor hitam itu.


Selama diperjalanan mereka hanya diam. Jarak apartemen mereka tidak terlalu jauh dari rumah tuan Lee. Jadi tidak akan memakan waktu lama untuk sampai disana.


"Akhirnya kalian sampai juga." ucap ibu Eunsang yang langsung memeluk Yujin.


"Ayo masuk." ajaknya. Yujin hanya tersenyum dan mengikuti ibu mertuanya itu. Sedangkan Eunsang hanya geleng-geleng kepala. Eunsang tau ada sesuatu yang terjadi nanti.

__ADS_1


☆☆☆☆


Jangan lupa like dan komennya ya~~~


__ADS_2