My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 23


__ADS_3

"Eunsang!!" teriak Minju dari jauh begitu melihat Eunsang memasuki kelas.


Eunsang menoleh ke arah suara setelah itu mengalihkan pandangan mencari temannya berada. Setelah melihat kedua temannya melambai ke arahnya dia langsung menghampirinya.


Minju yang melihat Eunsang tidak menggubrisnya merasa kecewa.


"Itu si Minju kok di sini? Dia kan fakultas seni." ucap Eunsang pada kedua temannya saat sudah duduk.


"Apa lagi kalau bukan mau ketemu kau." ucap Junho santai.


Eunsang hanya menggelengkan kepalanya. Dia mengeluarkan bukunya mempelajari pelajarannya sebelum dosennya masuk.


"Gimana masalah kau?" tanya Yunseong.


"Sudah kelar sih tadi. Tapi sepertinya ayah aku datang ke kampus." ucap Eunsang tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya.


"Seriusan? Jadi bagaimana?" kali ini Junho yang tanya.


"Yah lihat nanti ya." ucap Eunsang santai.


Mereka diam dengan kesibukan masing masing. Wajah Junho berubah serius saat dia membaca chat yang tidak tau dari siapa.


"Eh. Besok anak kampus sebelah ngajak tawuran. Mau lawan kampus X katanya." ucap Junho saat dia menatap ponselnya.


"Jam berapa?" tanya Yunseong.


"Sore. Jam 4. Kita kumpul di lapangan kampus mereka."


"Kau ikut tidak?" ucap Junho pada Eunsang yang sibuk menatap bukunya.


"Hmm lihat nanti. Pokoknya aku kabari kalau ikut." ucap Eunsang. Kedua temannya hanya mengangguk.


Lalu datanglah dosen mereka. Mereka pun belajar seperti biasa.


☆☆☆☆


Kamu tunggu di parkiran ya. -Eunsang-


Begitulah Eunsang mengirim pesan pada Yujin. Sekarang kelas Yujin telah berakhir. Kalau Eunsang tadi masih ada urusan di bengkel jadi agak lama keluarnya.


Yujin sudah sampai parkiran. Banyak orang masih menatapnya sinis tapi dia tidak perduli. Kalau Chaewon tadi pamit pulang duluan karena mau bertemu Wooseok.


"Sudah lama nunggunya?" tanya Eunsang begitu sampai di sebelah Yujin.


"Tidak kok. Aku juga belum lama sampainya." ucap Yujin. Dia masih memperhatikan sekitar yang menatap ke arah mereka.


"Ya sudah. Kita langsung pulang ya. Aku mau istirahat sebentar." ucap Eunsang memberikan helm pada Yujin. Ya tadi pagi mereka pakai motor Eunsang.


Yujin hanya mengangguk dan menerima helm yang diberikan Eunsang.


Eunsang membawa motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Setiap membawa motor Eunsang tak pernah bisa santai mengendarainya.

__ADS_1


Sampailah mereka di apartemen milik mereka. Mereka jalan menuju lift. Mereka tidak banyak bersuara. Mereka lebih banyak diam. Masuk lah mereka ke dalam apartemen. Eunsang langsung meletakkan tasnya di atas meja dan langsung tidur di sofa. Sedangkan Yujin pergi ke dapur untuk memasak makan siang.


Selesai memasak Yujin menghampiri Eunsang yang berada di sofa ruang tamu untuk memangginya makan.


"Eunsang. Ayo makan dulu." ucap Yujin menoel pipi Eunsang.


"Hm?" Eunsang sedikit terbangun.


"Makan dulu." ucap Yujin lagi.


Kali ini Eunsang membuka matanya dan bangkit dari tidurnya. Yujin berjalan duluan ke arah meja makan. Disusul Eunsang. Eunsang duduk di hadapan Yujin dan meminum air putih segelas. Saat mulai makan ponsel Eunsang berbunyi. Di lihatnya ponselnya Wooseok yang memanggilnya. Eunsang pun mengangkatnya.


"Halo hyung."


"......."


"Kenapa?"


"........"


"Baiklah. Nanti aku ke sana."


"........"


"Oke. Hm." lalu panggilan pun terputus.


"Siapa yang telpon?" tanya Yujin disela makannya.


"Belakangan ini Wooseok sibuk sekali ya." ucap Yujin.


"Yah begitulah."


"Oh ya. Tadi kayaknya ayah datang ke kampus tapi tidak tahu datang jam berapa." ucap Eunsang yang baru teringat.


"Semoga masalah kita selesai ya." ucap Yujin.


"Semoga."


☆☆☆☆


Hari ini Chaewon senang sekali. Akhirnya dia bisa bertemu dengan Wooseok. Tadi pagi Wooseok mengirim pesan padanya. Wooseok memberitahu kalau dia akan di jemput Wooseok.


Chaewon berjalan cepat menuju parkiran meninggalkan Yujin di belakang. Padahal tujuan mereka sama. Dari jauh Chaewon melihat mobil Wooseok. Wooseok berdiri di samping mobilnya menatap Chaewon sambil tersenyum. Chaewon sedikit berlari dan memeluk Wooseok.


"Aku kangen tahu." ucap Chaewon dalam pelukan Wooseok.


"Aku juga. Ayo masuk. Aku mau membawa mu jalan." ucap Wooseok di balas anggukan Chaewon.


Wooseok langsung melajukan mobilnya. Dalam perjalanan Chaewon tersenyum senang. Karena sudah lama dia tidak bertemu dengan Wooseok. Pacarnya itu.


"Kamu potong rambut ya." ucap Wooseok sedikit menoleh Chaewon tapi masih fokus dengan kemudinya.

__ADS_1


"Apakah aneh? Aku merasa gerah dan memotongnya. Apa terlalu pendek?" ucap Chaewon melihat ke spion.


"Tidak kok. Kamu gaya rambut apa aja terlihat cantik." ucapan Wooseok membuat Chaewon tersipu malu.


"Oh ya kita mau kemana?" tanya Chaewon.


"Kita makan dulu ya. Aku lapar. Terus ada yang mau aku bicarakan dengan mu." ucap Wooseok. Kali ini suaranya terdengar serius. Chaewon hanya mengangguk mendengarnya.


Sampai di restoran mereka langsung turun dan menuju meja kosong yang ada di sudut restoran itu. Wooseok memesan kan beberapa makanan dan mulai menatap Chaewon serius.


"Kenapa kamu serius begitu?" tanya Chaewon. Dia merasa ada sesuatu yang ingin di ucapkan Wooseok.


"Aku mau bilang. Aku nanti malam akan berangkat ke Kanada." ucap Wooseok. Chaewon hanya diam mendengar perkataan Wooseok.


"Aku tidak lama kok. Hanya seminggu. Kamu tidak keberatan kan?" tanya Wooseok hati-hati.


"Hmm tidak kok. Lagian kamu juga punya urusan lain. Aku tidak berhak melarang mu." ucap Chaewon sambil tersenyum getir. Wooseok yang melihatnya tidak tega. Padahal mereka jarang bertemu. Tapi mau bagaimana lagi. Dia memang ada kerjaan disana.


"Kamu tenang aja. Aku baik-baik saja kok. Yang penting hari ini sampai sore kita jalan-jalan ya." ucap Chaewon tersenyum ceria. Wooseok membalasnya dengan anggukan dan juga senyuman.


Saat makan mereka banyak bercerita. Wooseok bercerita tentang pekerjaannya dan juga keinginannya yang ingin menjahili sepupunya yang lain. Chaewon juga bercerita banyak hal dari dirinya yang terlihat semakin berisi dan juga tentang masalah Yujin.


"Tapi aku masih takut kalau mereka di keluarkan dari kampus." ucap Chaewon. Sekarang mereka dalam perjalanan menuju mall.


"Tenang saja. Eunsang itu bisa mengurus masalahnya. Lagian kan ada ayah dan juga ibu Eunsang yang menjadi saksi. Kamu tenang saja." ucap Wooseok agar Chaewon tidak khawatir.


"Baguslah." ucap Chaewon menghela nafas.


Begitu mereka sampai mall mereka langsung berkeliling mall dari bermain di timezone sampai berbelanja. Semua mereka lakukan untuk menghabiskan waktu berdua.


☆☆☆☆


Yujin sekarang lagi menyuci piring. Sedangkan Eunsang berkutat dengan laptopnya dan sebuah mesin yang sepertinya dia rancang sendiri.


Tiba-tiba ponsel Eunsang berbunyi. Kali ini panggilan dari Yunseong. Dia heran kenapa temannya menelponnya padahal mereka akan berkumpul jam 4 nanti. Eunsang mengangkatnya. Terdengar suara nafas Yunseong tersengal-sengal. Seperti habis berlari.


"Halo?" ucapnya


"Halo! Kau dimana? Cepat datang kesini! Kampus X memulai tawuran diluar rencana. Cepat! Junho ke susahan melawan mereka. Anggota kita sedikit!"


"Katakan dimana tempatnya."


"Di Kampus sebelah. Mereka memulai lebih dulu saat kita belum berkumpul. Sudah ya. aku mau bantu Junho dulu." Yunseong memutuskan panggilannya.


Sontak Eunsang langsung berdiri mengambil jaket dan alat pemukul base ball. Yujin yang baru siap mencuci piring heran melihat suaminya itu membawa tongkat base ball.


"Kamu mau kemana?" tanya Yujin.


"Aku ada urusan. Junho dan Yunseong terlibat perkelahian. Mereka kekurangan orang. Aku mungkin pulang malam karena dari sana aku langsung ke club. Kamu di rumah aja ya." ucap Eunsang kemudian berlari keluar apartemen.


Karena terlalu cepat Yujin tidak bisa menghentikan Eunsang. Yujin tidak tahu apa yang akan di lakukan suaminya itu dengan tongkat baseballnya.

__ADS_1


☆☆☆☆


__ADS_2