
"Kamu kok diam saja dari tadi?" tanya Wooseok menatap Chaewon yang menyesap minumannya.
"Jadi aku harus bicara apa? Kan kamu yang mau bicara." ucap Chaewon ketus.
"Oke. Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan. Kamu mau jadi pacar aku? Aku sudah lama suka sama kamu." ucap Wooseok menatap Chaewon.
"Kamu serius? Maksudku kamu tidak salah bicarakan?" tanya Chaewon memastikan.
"Iya. Untuk apa aku bohong. Bukankah selama ini kamu sudah menyadari kalau aku suka padamu."
"Aku tahu. Tapi belakangan ini kamu menjauhiku. Jadi kupikir kamu takut pacaran denganku karena papa ku seorang mafia." Chaewon menundukan kepalanya. Bukan hanya sekali dia tidak jadi pacaran karena cowok kenalannya takut dengan papanya. Bahkan Yujin juga sedikit takut.
"Kenapa memangnya? Lagian papamu itu tidak akan bertindak seperti bayanganmu." ucap Wooseok.
"Jadi bagaimana?" tanya Wooseok sekali lagi.
Chaewon hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Wooseok pun membalas senyuman dan menatap Chaewon penuh arti.
☆☆☆☆
Hari ini hari terakhir Eunsang berada dirumah sakit. Yujin membantu membereskan barang-barang yang dipakai Eunsang.
"Sunbae tidak kuliah hari ini?" tanya Eunsang setelah keluar dari kamar mandi.
"Aku izin hari ini. Kamu kan hari ini keluar dari rumah sakit." ucap Yujin yang masih memasukkan pakaian Eunsang ke dalam tas dalam posisi berdiri.
Tiba-tiba Eunsang menghampiri Yujin dan memeluknya dari belakang.
"Eh. Kamu kenapa?" tanya Yujin kaget. Tidak biasanya Eunsang seperti itu.
"Tidak. Hanya aku ingin seperti ini sebentar." ucap Eunsang yang meletakkan dagunya di atas bahu Yujin.
"Terima kasih ya. Sunbae telah merawatku." lanjutnya.
"Hmm. Tapi tidak perlu seperti ini." ucap Yujin berusaha melepaskan pelukan Eunsang. Bukannya terlepas Eunsang semakin mengeratkan pelukannya.
Lalu dibaliknya tubuh Yujin agar menghadap ke arahnya.
"Kamu. Kenapa masih sungkan denganku?" tanya Eunsang sambil menatap manik mata Yujin yang saat ini juga menatapnya.
"Bukan begitu. Aku... Aku hanya belum terbiasa." jawab Yujin kemudian mengalihkan pandangannya.
"Benarkah? Apa aku selama ini jarang memperlakukanmu seperti ini?" Eunsang mengingat tindakannya yang lalu.
"Ternyata memang aku yang salah. Maaf kan aku. Kedepannya aku akan lebih sering seperti ini." ucap Eunsang setelah mengingat perlakuannya pada Yujin.
"Apa?!" ucap Yujin kaget.
"Kenapa? Atau mau lebih dari ini?" ucap Eunsang mencoba menggoda Yujin.
"Tidak!" ucap Yujin cepat.
"Tidak?" Eunsang mengernyitkan dahinya.
"Awas. Aku mau membereskan ini." ucap Yujin mengalihkan pembicaraan Eunsang.
"Tidak mau. Coba saja kamu lepaskan." ucap Eunsang memeluk erat Yujin.
__ADS_1
"Lepas tidak."
"Tidak."
Dengan keberanian yang tak seberapa itu. Yujin memberanikan diri mengecup pipi Eunsang cepat.
'Cup'
Eunsang mematung seketika. Lalu saat itu Yujin melepaskan pelukan Eunsang dan kembali membereskan pakaian tadi dengan pipi yang merona.
Setelah memasukkan pakaian Yujin terlihat salah tingkah. Melihat itu Eunsang langsung menarik tangan Yujin.
"Kamu curang." ucap Eunsang.
"Habisnya kamu tidak mau melepaskan ku. Ya sudah aku cium saja." ucap Yujin menahan malu.
"Itu mana bisa dibilang ciuman. Ciuman itu seperti ini." ucap Eunsang langsung mencium bibir Yujin yang sekarang sedang terkejut dengan ulah Eunsang.
Bukan hanya mengemut bibir Yujin. Kini dia menggigit bibir Yujin agar lidahnya bisa masuk mengabsen rongga mulut Yujin.
Yujin yang tadinya terkejut sekarang mengikuti permainan Eunsang dan membalasnya.
Tiba-tiba ada seseorang yang datang menghentikan kegiatan mereka.
"Ehem... Mesra sekali kalian." ucap Chaewon yang masih diambang pintu bersama Wooseok.
Mereka terkejut dan melepaskan diri.
"Haha.. Kalian sudah datang?" ucap Yujin canggung.
"Wah Kau sungguh tak bisa lihat tempat. Walaupun dia istrimu tapi harus lihat tempat dong." ucap Wooseok pada Eunsang.
Mereka masuk kedalam dan menutup pintu.
"Paling tidak tutup pintu dulu kalau mau melakukannya." ucap Chaewon melirik Yujin. Sekarang wajah Yujin sudah memerah.
"Ka-kalian ini bicara apa sih? Dasar." ucap Yujin mengipas wajahnya dengan tangannya.
"Sudahlah. Lagian tujuan kami disini mau menjemput kalian bukan mengurusi kegiatan kalian." ucap Wooseok mendudukkan dirinya disofa. (Ya. Kamar Eunsang VIP gaes.)
"Oh ya. Kan aku hanya menyuruhmu hyung. Kenapa sunbae juga ikutan?" tanya Eunsang melihat Chaewon.
"Ah itu. Tadi sebelum kau telpon kami sedang jalan." ucap Wooseok santai. Chaewon langsung melotot melihat Wooseok. Sungguh dia tak percaya Wooseok sangat blakblakan.
"Owhhh.... Apa?!!" ucap Yujin dan Eunsang bareng.
"Kenapa kalian kaget begitu?" tanya Wooseok.
Chaewon langsung menghampiri Wooseok dan mencubit lengannya.
"Aduh! Sakit tahu. Kamu kenapa sih?" tanya Wooseok masih tak mengerti.
"Merekakan belum tahu kalau kita pacaran. Gimana sih kamu ini?" ucap Chaewon berbisik pada Wooseok. Sekarang Eunsang dan Yujin tengah memperhatikan keduanya.
"Oh iya. Aku lupa. Ya sudah beritahu saja. Sini kamu duduk." ucap Wooseok menarik Chaewon agar duduk disampingnya.
"Ya jadi kami sudah jadian kemarin." ucap Wooseok santai dengan menggenggam tangan Chaewon.
__ADS_1
"Owh baguslah." ucap Yujin dan Eunsang berbarengan lagi.
"Kalian ini kenapa sih? Tadi terkejut sekarang biasa aja." ucap Chaewon heran melihat pasutri itu.
"Yah sebenarnya kami juga sudah tahu kalau kalian saling suka. Tapi kami kaget aja. Soalnya kalian kemarin jaga jarak gitu." ucap Yujin duduk dihadapan mereka yang disusul Eunsang.
"Ya karena kalian sudah tahu ayo kita berangkat. Aku antar kalian sampai rumah." ucap Wooseok bangkit dari duduknya.
"Yah aku baru duduk." ucap Eunsang.
"Ini sudah sore. Aku mau kerja bentar lagi." ucap Wooseok tak peduli. Yujin dan Chaewon hanya geleng kepala melihat tingkah mereka.
☆☆☆☆
Mereka akhirnya sampai ke apartemen Eunsang dan Yujin. Karena sebelumnya Yujin sudah mengajak Chaewon ke rumahnya. Sekarang Chaewon berada di apartemen mewah mereka. Sedangkan Wooseok pergi ke club miliknya.
"Sunbae santai saja ya disini. Anggap saja seperti rumah sendiri." ucap Eunsang pada Chaewon.
"Baiklah." ucap Chaewon tanpa melihat Eunsang. Dia sibuk melihat ruang tamu mewah itu.
"Kamu mau mandi? Nanti kalau sudah selesai bilang ya. Biar aku ganti perbannya." ucap Yujin melihat Yujin yang berjalan ke arah kamar mereka. Eunsang hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya.
"Yujin. Kamu beneran beruntung tahu tidak. Selera suami mu itu lumayan ya." ucap Chaewon setelah puas memperhatikan semua.
"Ini bukan dia yang milih. Semua ini ayahnya yang beli dan mempersiapkan." ucap Yujin berjalan kearah dapur.
"Benarkah? Aku pikir dia tipe yang mau mengatur dan membeli sesukanya."
"Yah walaupun tingkahnya seperti itu tapi dia tidak tergolong seperti yang kamu katakan tadi." Yujin memberi minuman dingin pada Chaewon.
"Ceritain dong gimana kalian bisa jadian." tanya Yujin. Dia sungguh penasaran.
Chaewon pun menjelaskan semua yang terjadi dan apa saja yang mereka katakan dan akhirnya jadian.
"Wah. Jadi dia beneran tidak takut dengan papamu?"
"Iya. Aku pikir dia berkata akan menjauhiku. Ternyata malah menembakku." ucap Chaewon semangat.
"Hmm memang sih aku sudah menduga itu. Karena saat kami diculik dia datang dengan santainya dengan orang orangnya lalu mengancam penjahat itu."
"Mau tahu dia bilang apa." ucap Yujin semangat.
"Apa?" tanya Chaewon ikutan semangat.
"Stop! Aku tidak mau membuang tenaga. Sekarang aku sedang lapar. Katanya santai." Yujin memperagakan ucapan Wooseok.
"Kalau begitu mana keren." Chaewon sedikit kecewa.
"Belum selesai. Dia bilang Kau lepaskan mereka atau reputasimu di dunia mafia akan tercemar." yujin masih meniru Wooseok.
"Tunggu. Kalau dia berani mengancam seperti itu. Berarti dia seorang mafia terkuat." tebak Chaewon.
Lalu Eunsang berteriak memanggil Yujin. Yujin langsung menghampiri Eunsang dan membantunya mengganti perban.
Saat Yujin diatas Chaewon mengirim pesan pada papanya agar meluangkan waktu untuk bertemu dengannya
☆☆☆☆
__ADS_1
Maaf Typo bertebaran 🙏🙏🙏