
"Hey. Menurutmu gimana nasib mereka nanti?" Tanya Chaewon.
"Kalau menurutku lebih bagus seperti ini. Kulihat dari mata Eunsang kalau dia juga sangat menyukai Yujin." Kata Wooseok. Sekarang mereka berada di mobil depan toko.
"Tapikan mereka terlalu muda untuk menikah. Apalagi Eunsang umurnya baru 17 tahun."
"Kamu jangan salah. Walau aku lebih tua 6 tahun darinya. Tapi dia duluan yang mengalami mimpi basah. Aku saja mengalaminya waktu umur 18 tahun. Tapi dia umur 11 tahun sudah mengalaminya." Jelas Wooseok. Ada rasa bangga setiap kali menceritakan itu.
"Hah?! Kau serius?" Teriak Chaewon. Sungguh dia tak percaya mendengar ucapan Wooseok.
"Untuk apa aku bohong. Untuk masalah tanggung jawab menurutku dia sangat sadar akan itu. Setiap apapun keputusan yang dia ambil pasti dia melakukannya dengan tanggungjawab." Jelas Wooseok.
"Dia pernah membuat keributan yang lebih besar dari kemarin itu. Sampai ada yang patah kakinya karena ulahnya. Tapi dia menanggung biaya pengobatan orang itu dengan uangnya sendiri. Ayahnya nggak mau membantunya. Jadi dia kerja serabutan untuk membantu orang itu." Lanjutnya lagi.
"Jadi kamu nggak usah khawatirkan teman mu itu. Walau dia anak orang kaya tapi dia nggak manja kok." Kata Wooseok menatap Chaewon.
"Kamu ini sebenarnya siapanya anak itu sih? Kok kamu tau banyak."
"Aku? Aku ini sepupu dari ibunya." Ucapnya santai.
"Pantas saja kamu tau banyak. Jadi club itu punya siapa? Punya ayah Eunsang?" Tanya Chaewon lagi.
"Haha.. kamu banyak tanya ya. Yang jelas itu bukan milik ayahnya ataupun milik Eunsang." Jawab Wooseok. Chaewon hanya mengangguk.
Kembali di sisi Eunsang.
Saat ini Yujin sedang mencoba baju yang cocok untuk bertemu dengan calon mertuanya itu. Eunsang bilang ayahnya itu menyukai menantu yang sopan dan anggun.
Menurut Eunsang, Yujin sudah sesuai dengan kriteria ayahnya. Hanya saja Yujin merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri. Jadi dia memilih baju yang membuatnya terlihat anggun.
Tirai terbuka membuat Eunsang sedari tadi duduk di sofa bangkit dari duduknya.
"Wahh... Aku tau sunbae sangat cocok dengan baju itu." Mulut Eunsang tak bisa menutup karena melihat penampilan Yujin.
"Ah.. benarkah? Aku harap baju ini terlihat sopan."
Baju yang dikenakan Yujin berwarna biru laut itu berlengan sampai siku. Baju terusan selutut itu membuatnya semakin anggun. Dengan tata rambut di ikat dan poni menutupi dahinya. Tak lupa juga ada rambut yang tertinggal di dekat terlinga bagian depan.
Itu semua membuatnya menjadi sangat serasi dengan penampilan Eunsang saat ini. Tampilan rambut bagian depan Eunsang yang ditata naik ke atas memperlihatkan dahinya membuatnya terlihat dewasa.
"Akukan udah bilang kalau sunbae terlihat seperti itu." Ucap Eunsang menghampiri Yujin.
"Ayo kita berangkat. Mereka udah nunggu dari tadi." Lanjutnya lagi. Yujin hanya mengangguk.
"Halo hyung! Kami udah siap nih." Ucap Eunsang dengan seseorang dari sebrang ponselnya.
Mereka keluar dari toko. Sudah ada sebuah mobil mewah yang menunggu di depan. Ya itu mobil Wooseok. Tapi Yuji tak tahu kalau Chaewon juga ada di dalamnya.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam mobil. Betapa terkejutnya dia melihat Chaewon duduk di sebelah Wooseok.
"Ya! Kau menipuku tadi." Ucap Yujin pada Chaewon setelah masuk ke dalam mobil.
"Maaf. Tadi itu permintaan brondong mu itu."
Eunsang membuang mukanya ke arah jendela. Sungguh dia sangat malu sekarang.
"Tapi kau sangat cantik sekarang." Puji Chaewon.
"Terima kasih."
"Baiklah. Mari kita berangkat." Ucap Wooseok melajukan mobilnya.
☆☆☆☆
"Jadi bagaimana penampilan calon menantu kita bu?" Tanya tuan Lee pada istrinya. Saat ini mereka duduk di ruang tamu menunggu putranya.
"Dia anak yang sopan yah. Dia juga sangat cantik. Jadi teringat waktu kita muda dulu."
"Benarkah? Ayah jadi tidak sabar. Tapi wajah ibu jangan terlihat seperti itu. Nanti Eunsang curiga. Ibu tau sendirikan anak cerdas itu." Ujar tuan Lee.
"Tapi ayah jangan terlalu keras ya. Nanti akan membuat Yujin takut." Ucap ibu Eunsang yang sedikit khawatir dengan suaminya itu.
"Tenang saja bu."
"Sepertinya mereka sudah sampai. Ibu bukakan pintunya ya."
Setelah sampai didepan pintu. Ibu Eunsang pun membuka pintunya.
"Kalian sudah sampai? Kenapa lama sekali? Ayah sudah menunggu. Ayo masuk." Katanya langsung masuk ke dalam.
Yujin merasa sepertinya akan ada badai nanti. Belum apa apa dia sudah merasa pusing.
"Ayo masuk." Ucap Eunsang.
Sampailah mereka si ruang tamu. Yujin melihat ayah Eunsang. Wajah ayahnya sangat datar. Berbeda dengan anak nya yang saat ini tersenyum padanya.
"Halo om. Saya Ahn Yujin. Saya satu kampus dengan Eunsang." Ucap Yujin begitu melihat ayah Eunsang. Tuan Lee hanya mengangguk dan membuat hening seketika.
"Mau sampai kapan kalian berdiri seperti itu?" Tanya tuan Lee yang melihat anak dan calon menantunya masih berdiri.
Mendengar perkataan ayahnya. Eunsang mempersilahkan Yujin duduk. Dia tau sekarang Yujin sangat takut dengan ayahnya.
"Sudah berapa lama kalian saling kenal?" Tanya ayah Eunsang tiba tiba.
"Untuk apa ayah menanyakan itu? Kemarikan sudah ku bahas sebelumnya." Kata Eunsang. Dia sedikit tak suka ayahnya seperti itu. Itu akan membuat Yujin semakin takut.
__ADS_1
Yujin melihat ke arah Eunsang. Dia kagum saat itu melihatnya. Berani sekali dia dwngan ayahnya yang galak itu.
"Aku bukan bertanya padamu. Lagian aku juga ingin mendengar pendapat calon menantuku ini." Kata ayahnya dengan nada tinggi.
"Tapi ayah kan bisa..." ucap Eunsang terpotong.
"Kami belum lama kenal om. Kami baru kenal seminggu yang lalu." Ucap Yujin gugup.
Ayahnya mengernyitkan dahinya menatap Yujin. Ibunya sekarang menahan senyumnya. Menurutnya ini sangat lucu. Mengerjai anaknya memang sangat menyenangkan.
"Begitu. Tapi kamu kok mau saja di bawanya ke rumah? Sebagai perempuan seharusnya kamu menjaga kehormatanmu." Ucap ayahnya. Ia ingin melihat reaksi anaknya bagaimana.
"Ayah! Kalau ayah membahas itu. Kami akan keluar sekarang!" Ucap Eunsang lantang membuat Yujin terkejut.
Berada di dalam rumah ini membuat jantung Yujin bisa berhenti seketika.
"Ehem.. Baiklah. Sekarang kita makan. Ayo bu." Ajak tuan Lee pada istrinya dan beranjak dari duduknya.
Eunsang memegang tangan Yujin dan menatap matanya seperti mengatakan 'tak masalah semua akan baik baik saja'. Yujin hanya membalas dengan senyum getir. Dia tak bisa menyembunyikan rasa takutnya sekarang.
Selama makan mereka banyak diam. Yujin yang merasa takut tak berselera makan. Tapi dipaksanya takut calon mertuanya itu marah.
"Pokoknya kalian harus menikah dalam waktu dekat. Masalah kalian itu sudah tersebar. Ayah tak mau publik membicarakan yang tak baik." Ucap tuan Lee disela makannya.
"Yujin. Kamu tak perlu takut. Ini juga demi kebaikan kalian." Ucap ibu Eunsang. Sebenarnya dia tak tega melihat Yujin ketakutan. Tapi demi menghukum anaknya dia hanya diam saja.
"Iya tante. Terima kasih sudah berpikir seperti itu."
"Ayah mau setelah kalian menikah Eunsang, kamu bekerja di kantor ayah." Seketika seperti bom yang jatuh di depan Eunsang.
Dia masih ingin kuliah. Dan dia baru kuliah ditahun pertama dan harus berhenti.
"Tapi aku masih ingin kuliah. Lagian ini baru tahun pertamaku yah." Ucap Eunsang tak terima.
"Kamu tenang saja. Selama Yujin masih kuliah kamu masih bisa kuliah. Tahun depan kamu sudah lulus bukan?" Tanya ayahnya menatap Yujin.
"Iya om." Jawab Yujin cepat.
"Bagus. Setelah Yujin lulus kamu ambil kuliah online saja. Kamu harus bekerja menggantikan ayah." Ujarnya.
Eunsang merasa kesal dengan ayahnya sekarang. Tapi untung saja ayahnya tak menyuruhnya berhenti kuliah. Dia tak mempermasalahkan kerjanya. Tapi dia takut kalau ayahnya memaksanya untuk berhenti kuliah.
☆☆☆☆
Maaf typo bertebaran..
Jangan lupa like dan komennya.
__ADS_1
Terima kasih😁