
Pagi ini Hyewon sedang mengemasi pakaian mereka. Pakaian dirinya dan pakaian Hyekyu. Tadi malam dirinya mendapat telpon dari seseorang yang mengaku teman ibunya. Orang itu menelpon setelah Junho menelponnya dan berbicara tidak penting.
Seseorang itu menyuruhnya datang ke rumahnya pagi ini. Dia juga tau kondisi Hyewon yang sudah tidak sendiri lagi. Ya. Dia sudah memiliki Hyekyu sekarang. Dia mau pergi kesana karena orang itu akan membayar kebutuhan sehari-hari dirinya dan Hyekyu tapi dirinya harus mau menemani orang tersebut. Katanya dia kesepian karena anak tunggalnya itu selalu berada diluar rumah. Jadi dia butuh teman di rumah.
Hyewon mau saja menerima tawarannya. Apalagi dia juga butuh uang untuk keperluan Hyekyu. Dan dia juga tidak harus berjauhan dengan putranya itu.
Setelah selesai mengemas dia berjalan mendekati Hyekyu membawa tasnya dan menggendong anaknya itu. Setelah itu dia berjalan keluar rumahnya pergi ke rumah teman ibunya itu.
Hyewon menyewa sebuah rumah sederhana. Biasanya dia membayar sewa pertahun. Tapi belakangan uangnya mulai menipis. Jadi belakangan ini dia membayar perbulan. Kebetulan rumah itu sudah ada prabotnya. Jadi dia hanya perlu membawa pakaian saja. Dan bulan ini dia belum membayar sewa. Jadi dia akan menelepon pemilik rumah nanti.
☆☆☆☆
"Bunn.... udah dong nahan Junho. Junho bosen nih di rumah terus~~" begitu lah rengek Junho pada bundanya yang sibuk dengan berkas kerjanya.
Bundanya itu menatap anak semata wayangnya itu. Lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Yang Junho tau kalau yang di telpon bundanya itu seorang perempuan. Terdengar suaranya dari ponsel bundanya itu.
"Kamu pergi jemput seseorang sana. Nanti bunda shareloc. Kamu bawa mobil kamu itu. Lagian kan udah lama mobil itu dibiarkan gitu aja." ucap bundanya kemudian beralih ke berkasnya lagi.
"Emang siapa sih bun? Kenapa harus dijemput sih? Junho mau main bun bukan mau jadi supir." ucapan Junho membuat dirinya mendapat pelototan dari bundanya.
"Kamu ini! Katanya bosen di rumah terus. Udah dikasih keluar malah ngeluh. Udah lebih baik pergi sekarang atau nggak sama sekali." ucap bundanya tegas. Junho langsung ciut kalau udah liat bundanya tegas begitu.
Junho pun melangkahkan kakinya gontai. Tapi baru dua langkah dia udah dipanggil lagi sama bundanya. Dengan terpaksa dia membalikkan tubuhnya.
"Itu udah bunda kirim lokasinya. Kamu tinggal jemput aja. Dia nunggu di halte. Jangan salah jemput. Yang kamu jemput seorang perempuan sama anak bayinya." ucap bundanya hanya direspon dehemannya lalu melangkah lagi.
☆☆☆☆
Sudah satu jam Hyewon nunggu jemputan yang di suruh Bu Hosook. Ya itu yang Hyewon tau karena tadi malam dia memberitahunya. Tapi sudah selama itu menunggu belum ada tanda-tanda kalau jemputannya itu datang.
Karena Hyekyu dari tadi sudah merengek. Hyewon memutuskan untuk naik bus saja. Daripada menunggu yang tidak jelas pikirnya.
Maksud hati ingin menunggu bus dengan tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depannya. Dia melihat seorang pria yang tak asing baginya. Pria itu bicara padanya tanpa menatapnya. Pria itu menatap ponselnya. Hyewon langsung berdiri saat pria itu berada tepat dihadapannya.
"Maaf nona membuatmu menunggu. Tadi harus kebengkel dulu. Maksudnya tadi mau menghubungimu tapi aku nggak punya nomormu nona sekali lagi maafkan aku." ucapnya membungkuk hormat. Dia masih belum melihat siapa yang dipanggilnya nona itu.
"Nggak masalah kok. Kamu kerja jadi supir selain kuliah?" ucapan Hyewon membuat pria itu segera menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
"Kamu!" ucapnya. Mungkin kali ini Junho melotot seakan mengeluarkan matanya.
__ADS_1
"Kamu beneran kerja jadi supir?" tanya perempuan itu yang masih menggendong anaknya.
"Ya nggaklah. Udah yuk buruan masuk. Nanti kelamaan lagi." ucap Junho mengambil alih tas yang dibawa Hyewon tadi.
Mereka pun berangkat menuju rumah Junho tentunya.
☆☆☆☆
"Eunsang... Bangun dong. Ini udah jam berapa? Kamu nggak sarapan?" ucap Yujin mencoba membangunkan Eunsang yang tertidur pulas.
"Hm." begitulah suara Eunsang tanpa menggerakkan tubuhnya.
"Sebenernya kamu itu pulang jam berapa sih???" tanya Yujin yang mulai kesal melihat suaminya itu susah dibangunkan. Untung saja ini hari minggu. Kalau tidak mungkin dia sudah meninggalkan Eunsang dan berangkat ke kampus sendiri.
Eunsang pun membuka matanya perlahan. Lalu dia menoleh kearah Yujin yang sedang duduk disampingnya. Eunsang pun tersenyum menatap Yujin.
"Pagi sayang kuhh~~" ucap Eunsang mencoba untuk memeluk Yujin. Tentu saja Yujin menolaknya.
"Ihh apasih masih pagi juga. Kamu tuh belum mandi tau. Udah sana masuk kamar mandi. Aku tunggu dibawah." ucap Yujin lalu pergi meninggalkan Eunsang.
Eunsang kemudian mendudukkan dirinya. Dia mencoba menyadarkan dirinya. Tadi malam dia pulang sangat larut. Jam 3 pagi dia baru sampai rumah.
Ah semua itu karena Yunseong. Kenapa harus mabuk disaat dirinya ingin cepat pulang. Terpaksa dia harus mengantar Yunseong baru dia pulang. Itu pun dia membawa mobil Yunseong. Motornya masih tertinggal diclub. Eunsang berjalan menuju kamar mandi dan kemudian melakukan rutinitasnya.
☆☆☆☆
"Hmm kalau nggak salah jam 3? Tadi malam itu si Yunseong mabuk berat. Tumben banget dia minum. Biasa dia anti sama alkohol." jelas Eunsang sambil memakan sarapannya.
"Dia udah cukup umurkan untuk minum?" tanya Yujin sambil menatap Eunsang. Eunsang juga menatap Yujin dengan tatapan heran.
"Hahaha... Tentu saja. Kamu pikir dia seumur aku? Ingat ya aku masuk kuliah lebih cepat dari teman seumuranku."
"Ah benarkah?? Aku pikir umur kalian sama.." ucap Yujin sambil tersenyum.
Setelah percakapan itu mereka diam menikmati makanan yang ada dihadapan mereka. Merasa kalau atmosfir disitu berubah Eunsang mencoba berbicara.
"Hmm kamu nanti aja kegiatan?" tanya Eunsang.
"Nggak. Aku hari ini bakal seharian di rumah. Kenapa?"
__ADS_1
"Nanti kita nonton yuk. Waktu itu kita nggak jadi nontonnya." ajak Eunsang.
"Boleh." ucap Yujin.
Ah dia akan berkencan dengan Eunsang. Selama ini mereka hanya menjalani kehidupan sehari-hari berdua. Tak pernah sekali pun mereka keluar untuk berkencan. Waktu itu pernah sekali mereka makan diluar. Tapi karena bertemu dengan Yuri kesan kecan saat itu tidak terasa.
"Kamu kenapa?" tanya Eunsang menyadari perubahan ekspresi Yujin.
"Nggak papa." jawab Yujin sambil tersenyum. Lalu dia beranjak dari duduknya menuju wastafel cuci piring.
☆☆☆☆
"Ayo masuk." ucap Junho setelah mengambil tas milik Hyewon.
"Kau yakin ini rumahnya? Apa nggak salah?" tanya Hyewon saat dia menyadari rumah itu terlalu besar untuk ditinggali 2 orang.
"Ya. Makanya masuk dulu." ucap Junho menggiring tubuh Hyewon untuk masuk.
"Kamu duduk dulu disini. Aku mau kedalam sebentar." Junho meletakkan tas itu diatas meja begitu mereka sampai di ruang tamu. Hyewon hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah Junho pergi Hyewon menatap ruang tamu itu. Terlihat berkelas dan luas untuk ukuran sebuah ruang tamu. Saat ini Hyekyu sedang tertidur. Mungkin dia kelelahan saat merengek tadi.
Di sisi lain......
"Bun. Itu yang dijemput udah sampai tuh." ucap Junho saat sudah tiba didapur. Dia berjalan menuju kulkas mengambil air mineral.
"Benarkah? Ya sudah kalau begitu. Terus sini kunci kamu. Kamu nggak boleh keluar setelah ini." ucap bu Hosook mendekati anaknya yang sedang minum.
"Ya ampun bun. Segitunya banget ngurung anaknya." walaupun berucap seperti itu Junho tetap memberikan kunci mobilnya.
"Udalah kamu nggak perlu protes. Bunda mau menghampirinya." ucapnya sambil tersenyum dan melangkah kearah depan.
"Dasar bunda satu ini. Kenapa bunda kenal ya sama Hyewon? Apa dia akan bekerja disini?" ucap Junho pada dirinya sendiri. Lalu dia melangkah menuju kamarnya.
☆☆☆☆
**Maaf baru update🙏🙏
Karena author baru aja mengajukan kontrak dengan pihak mangatoon jadi sepertinya cerita ini akan sering up.
__ADS_1
Mohon bantuannya~~
Jangan lupa like dan komennya ya**~~~