My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 14


__ADS_3

"Won, Kau pulang naik apa?" tanya Yujin saat mereka sudah keluar kelas.


"Nanti Wooseok bakal jemput aku." ucap Chaewon.


"Owh. Kalau gitu aku duluan dong. Ini Eunsang katanya udah di parkiran bakal kesini." ucap Yujin sambil melihat chat Eunsang. Chaewon hanya mengangguk.


Lalu Minhee tiba-tiba datang dan merangkul Yujin. Mereka berdua kaget dengan kedatangan Minhee.


"Eh Minhee. Ada apa?" tanya Yujin berusaha melepaskan tangan Minhee.


"Pulang bareng yok. Aku antar." ucapnya masih merangkul Yujin.


"Apaan sih Minhee. Kalau mau ajak pulang tidak perlu rangkul begini." Ucap Chaewon mehempaskan tangan Minhee.


"Ah maaf. Bagaimana?" tanyanya.


Baru Yujin ingin membalas perkataan Minhee, motor Eunsang berhenti tepat di depan mereka.


"Eh Eunsang. Apa kabar?" ucap Chaewon mendorong Yujin agar mendekat pada Eunsang.


"Baik sunbae." ucap Eunsang sambil tersenyum. Lalu melihat kearah Minhee.


"Oh ya, kenalkan ini Minhee teman sekelasku. Minhee ini Eunsang dari jurusan teknik tingkat pertama." ucap Yujin memperkenalkan mereka.


"Minhee." ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Eunsang." ucap Eunsang membalas tangan Minhee lalu dilepasnya lagi.


Yujin hanya tersenyum menatap Minhee kebingungan.


"Maaf ya Minhee aku pulang dengannya." ucap Yujin sambil memakai helm pemberian Eunsang.


"Tak masalah kok." ucapnya santai.


"Won aku duluan ya." ucap Yujin menaiki motor.


"Sunbae kami duluan ya." ucap Eunsang menghidupkan mesin motornya.


"Iya. Hati-hati ya. Yujin pegangan yang erat ya." ucap Yujin mengejek dan sedikit melirik Minhee.


Eunsang hanya tersenyum dari balik helmnya kemudian melajukan motornya.


"Dia itu siapanya Yujin?" tanya Minhee pada Chaewon setelah Yujin dan Eunsang menghilang dari pandangan mereka.


"Ah.. Dia itu adik tingkat. Kebetulan mereka searah. Jadi pulang bareng deh." ucap Chaewon.


"Owh.. Pulang bareng yok. Aku antar." tawar Minhee pada Chaewon yang sekarang membalas pesan Wooseok.


"Maaf ya... Aku juga sudah di jemput nih." ucap Chaewon. Tibatiba ada mobil berhenti di hadapan mereka.


"Ayo." ucap Wooseok setelah keluar dari mobil dan membukaan pintu mobilnya.


"Aku duluan ya." ucap Chaewon pada Minhee dan meninggalkannya sendirian.


Wooseok masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.


"Kenapa baru kali ini mereka dikelilingi pria." ucap Minhee pada dirinya sendiri. Lalu dia pergi ke parkiran.


☆☆☆☆


"Hari malam ini mau makan apa?" tanya Yujin saat sudah sampai dalam apartemen.


"Hari ini aku mau makan pasta. Masak untuk tiga porsi ya. Aku lapar sekali." ucap Eunsang meletakkan tasnya kesofa ruang tamu.


"Hmm baiklah. Aku ganti baju dulu ya." ucap Yujin memasuki kamar mereka.


Saat Yujin ganti baju Eunsang menerima telepon dari ibunya.

__ADS_1


"Halo bu. Ada apa?" ucapnya.


"......."


"Ini baru pulang."


"......."


"Yujin? Dia lagi ganti baju kenapa?"


"......."


"Ah baiklah."


"........"


"Hmm." berakhirlah panggilan itu.


Eunsang menuju kamarnya dan berpapasan dengan Yujin di depan pintu.


"Kamu ganti pakaian lagi sana." ucap Eunsang.


"Kenapa?" tanya Yujin bingung.


"Ibu tadi telpon. Kita disuruh datang ke rumah. Katanya ada arisan di rumah. Kita makan disana saja." ucap Eunsang menuju kamar mandi.


"oh baiklah." Yujin pun pergi ke ruang pakaian mereka.


Sekarang Yujin bingung mau pakai baju apa. Secara baru kali ini dia datang ke acara arisan. Apalagi pasti banyak teman ibu mertuanya itu yang ikut. Yujin masih memilih baju sampai Eunsang keluar dari kamar mandi.


"Loh. Kok belum di pakai? Kenapa?" tanya Eunsang. Dilihatnya Yujin bingung menatap dua stel pakaian.


"Aku bingung mau pakai yang mana. Coba kamu pilihin."


"Hmm... Kamu pakai yang ini saja." ucap Eunsang menujuk dres selutut berlengan panjang berwarna ungu muda.


Sedangkan Eunsang memilih kemeja berlengan panjang berwarna abu-abu tua dan celana jins hitam panjang.


Yujin keluar dari kamar mandi sudah memakai dress pilihan Eunsang tadi.


"Baju ku tidak berlebihan kan?" tanya Yujin melihat Eunsang menatapnya lama.


"Ah tidak kok. Ayo pergi." Eunsang menarik tangan Yujin.


Mereka menaiki mobil. Selama di perjalanan mereka hanya diam. Yujin berulangkali memeriksa dandanannya ke cermin. Eunsang hanya tersenyum melihatnya. Sesampainya disana mereka disambut ibu Eunsang.


Saat mereka datang, teman-teman arisan ibu Eunsang sudah datang lebih dulu. Jadi ibu Eunsang memperkenalkan Yujin pada teman-temannya itu.


"Halo semuanya. Kenalkan ini menantuku. Namanya Yujin." ucap Ibu Eunsang sambil tersenyum ke arah Yujin. Teman-teman nya tersenyum kagum dan ada yang berbisik.


"Ayo duduk sini." Ajak ibu mertua nya itu duduk dekat dengan teman-temannya.


Kalau Eunsang menemui ayahnya di taman belakang. Ibunya tadi ditelepon bilang kalau ayahnya mau bicara masalah pekerjaan.


"Menantu kamu cantik banget ya kan." ucap salah satu temannya dan yang lain setuju.


"Benarkan apa kata ku. Menantuku ini memang cantik. Sudah cantik baik lagi." ucapnya bangga.


"Ibu bisa saja. Saya biasa saja bu." ucap Yujin merendah.


"Kalau kamu biasa saja tidak mungkin suami kamu mau denganmu kan. Hahaha..." ucap teman ibu mertuanya yang lain.


(Jadi gaes ibu ibu yang datang itu sekitar 5 orang. Gak banyak kok.)


"Ya sudah kalian makan dulu. Aku ingin bicara dengan Yujin." ucap Ibu Eunsang.


Teman-temannya menurut dan menuju ruang makan yang sudah disiapkan. sekarang Yujin dan ibu mertuanya sedang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"Bagaimana kabar kalian?" tanyanya lembut.


"Baik bu." jawab Yujin seadanya.


"Apa dia sudah menyatakan perasaannya?" tanya ibu Eunsang membuat Yujin mengernyitkan dahinya. Bagaimana ibu mertuanya ini mengetahuinya.


"Ibu.. Kok bisa tahu?"


"Sebenarnya Ibu dan Ayah sudah tahu kalau Eunsang mencintaimu. Tapi ibu harap kamu bisa menerima kekurangannya dan bisa bersabar dengan sifatnya itu." jelas nyonya Lee.


"Iya bu. Terima kasih ya bu. Ibu sudah baik sama Yujin. Yujin tidak tahu membalas ibu bagaimana." ucap Yujin sedikit terharu.


"Sudah. Ibu melakukan itu karena ibu sayang sama kamu. Masalah membalas kamu cukup mengurus Eunsang dengan baik." ucap nyonya Lee sambil tersenyum.


"Ayo kita makan duluan. Eunsang masih membahas pekerjaan dengan ayah. Nanti dia menyusul." ajak nyonya Lee pada menantunya.


"Baiklah bu." mereka menyusul ibu ibu teman arisan Ibu Eunsang.


Disisi lain setelah berbincang dengan ayahnya Eunsang hendak menghampiri Yujin dan ikut makan. Tapi dia tak sengaja mendengar perbincangan teman ibunya tentang Yujin. Jadi dia berhenti di meja minuman. Kebetulan semua minuman mengandung alkohol.


"Eh jeng. Kenapa anaknya bu Lee menikah muda ya. Padahal umurnya masih 17 tahun loh."


"Iya ya. Apa karena kecelakaan ya? Padahal menantunya itu kelihatan baik. Ternyata..." itulah kira-kira perkataan mereka.


Itu membuat Eunsang marah dan meminum hampir semua gelas yang ada dihadapannya. Sungguh dia tak tahu lagi rasa minuman itu karena dia sangat marah. Tanpa sadar Eunsang minum sampai mabuk.


Saat Yujin dan ibu Eunsang sedang makan bersama teman arisan. Eunsang berjalan menghampiri mereka. Yujin melihat Eunsang menghampirinya mengajak Eunsang untuk makan.


"Ayo makan. Kamu tadi bilang sudah laparkan." ucap Yujin mengambilkan piring dan nasi tanpa melihat wajah Eunsang.


Nyonya Lee yang melihat melihat wajah anaknya sudah memerah langsung curiga.


"Eunsang. Kamu kenapa nak?" ucap nyonya Lee sontak membuat semua orang menatap Eunsang yang sekarang berdiri di samping Yujin.


Yujin yang melihatnya langsung menangkup wajah Eunsang yang memerah. Yujin juga mencium aroma alkohol.


"Kamu kenapa? Tadi kamu minum apa?" tanya Yujin lembut. Eunsang diam menatap teman-teman ibunya dengan tatapan membunuh.


"Kenapa kalau aku menikah muda? hah?!" ucap Eunsang sedikit meninggi. Membuat tamu ibunya takut.


"Kenapa kalian menganggap pernikahan muda itu buruk hah?! Kenapa?! Asal kalian tahu. Kami menikah baik-baik. Kami menikah bukan karena kecelakaan seperti kalian bilang." ucap Eunsang lagi.


"Eunsang. Sudah dong. Kamu ini sedang mabuk." ucap Yujin menenangkan Eunsang.


"Kamu lihat kan. Aku sudah menjelaskan mereka. Kamu mau jelasin kan biar tidak ada salah paham." ucap Eunsang tersenyum sambil menangkup wajah Yujin.


Yujin hanya diam dan membalas senyuman suaminya itu. Dia terharu dengan perlakuan Eunsang. Walau dalam keadaan tidak sadar Eunsang masih mengerti dirinya.


Setelah mengucapkan yang di inginkannya Eunsang tertidur dalam pelukan Yujin.


"Eh. Eunsang bangun." ucap Yujin kewalahan menopang tubuh Eunsang.


"Lebih baik kamu bawa dia ke kamar. Kamarnya di lantai dua pintu pertama dekat tangga." ucap ibu Eunsang.


Yujin memapah tubuh Eunsang menuju kamarnya. Sungguh Yujin sangat kesulitan membawa tubuh Eunsang yang jauh lebih besar darinya.


"Kamu ini. Kenapa kamu meminum minuman itu? Kamu kan masih dibawah umur." ucap Yujin pada Eunaang setelah merebahkan tubuh Eunsang di atas ranjang.


Eunsang hanya diam. Yujin melepaskan sepatu Eunsang lalu menyelimutinya. Kemudian Yujin masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Begitu selesai Yujin menghampiri ranjang dan betapa terkejutnya Yujin melihat pemandangan yang sekarang dilihatnya.


"Kamu sedang apa?"


☆☆☆☆


Jangan lupa like dan komennya~~

__ADS_1


Kira kira Eunsang ngapain ya???? 😁


__ADS_2