My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 5


__ADS_3

Pov normal


Di depan rumah Yujin.


"Maafkan ayahku tadi ya sunbae." ucap Eunsang menundukkan kepalanya.


"Ya nggak masalah kok." Yujin melihat Eunsang merasa bersalah. Tapi dia juga nggak mau Eunsang seperti itu.


"Sekarang kamu panggil aku sunbae terus ya..." suara sedikit riang membuat Eunsang mengangkat kepalanya.


"Ya kan memang seharusnya. Memang sunbae mau dipanggil apa?" tanya Eunsang dengan tatapan menggoda.


"Haha.. nggak ada. Gitu dong. Jangan murung terus." ucap Yujin menatap Eunsang.


"Kirain. Ya udah aku pulang dulu ya. Jangan lupa kunci pintu. Masalah yang waktu itu masih baru. Jadi ada kemungkinan terjadi lagi." ucapnya seperti orang tua yang menceramahi anak gadisnya.


"Iya. Kamu tenang aja. Udah sana pulang." balas Yujin tersenyum. Eunsang pun ikut tersenyum.


"Baiklah. Dah." ucap Eunsang berlalu.


"Dah." Yujin pun masuk ke dalam kos kosannya dan menguncinya.


☆☆☆☆


"Gimana tadi? Lancar?" tanya Wooseok setelah Eunsang masuk dan duduk di sofa. Eunsang baru saja sampai di apartemennya.


"Hmm. Tapi hyung taulah ayah gimana. Yujin ketakutan sampai pulang tadi." jawab Eunsang menatap Wooseok.


"Yah nanti dia juga terbiasa." ucap Wooseok lalu melanjutkan aktivitas membacanya. Lalu ruangan itu hening.


"Hyung. Kau beneran suka dengan sunbae Chaewon?" tanya Eunsang memecahkan keheningan.


Wooseok menatap Eunsang sebentar lalu kembali menatap bukunya.


"Kau tak bisa baca aku?" jawabnya.


"Wah kau sungguh berani. Katanya ayah sunbae itu mafia loh. Aku tau dari teman kampusku. Dia juga menyukai sunbae itu." ucapan Eunsang membuat Wooseok berhenti menatap buku dan beralih menatap Eunsang.


"Apakah teman mu itu masih mengejar Chaewon?" pertanyaannya membuat Eunsang terkejut. Pertanyaannya sungguh diluar dugaan.


"Astaga hyung. Ternyata cinta itu memang buta. Aku kira kau akan terkejut mendengar pekerjaan orang tuanya." balas Eunsang tanpa menjawab pertanyaan Wooseok.


"Urusi aja masalahmu sendiri." Ucap Wooseok melanjutkan bacaannya. Eunsang pun beranjak dan menuju kamarnya.


"Ah. Aku sarani kamu kurangi hobi mu itu. Nanti Yujin bisa kena imbas perbuatanmu." Lanjut Wooseok.


"Yayaya..." ucap Eunsang berlalu begitu saja.

__ADS_1


☆☆☆☆


Pov. Yujin


Hari ini hari pernikahanku dengan Eunsang. Semua berjalan dengan lancar dan sekarang tinggal menjalani resepsi. Semua teman kerja ayah mertuaku dan teman ibu mertuaku semuanya hadir. Keluarga besar Eunsang juga hadir semua. Temanku hanya Chaewon yang datang. Kalau teman Eunsang aku tidak melihatnya satupun. Aku anak yatim piatu jadi tidak ada keluarga dari pihakku yang hadir.


Tiba tiba aku merasa sedih mengingat tidak ada orang tua disamping ku selama ini. Apa mereka memang tidak menginginkan aku?


Eunsang melihat aku murung langsung bertanya pada ku.


"Kamu kenapa? Apa kamu lelah?" tanyanya lembut. Sekarang dia disampingku.


"Hmm.. Ya aku sangat lelah. Kapan acaranya selesai?" ucapku. Aku mengangkat kepalaku dan menatap Eunsang. Eunsang kaget melihat mataku berkaca-kaca.


"Hey. Kamu kenapa menangis? Apa ada yang menyindirmu tadi?" tanyanya mengusap air mataku yang sudah jatuh.


"Tidak. Aku hanya teringat orang tuaku. Seharusnya mereka hadir disini. Tapi..." ucapku terpotong dengan isak tangisku.


"Sudah jangan nangis lagi. Disini banyak orang. Kalau kamu kangen mereka nanti aku cari orang tuamu dimanapun mereka." ucap Eunsang menenangkan. Beberapa orang melihat kearah kami dengan bertanya-tanya.


Orang tua Eunsang pun menghampiri kami karena semakin banyak yang memperhatikan kami.


"Kau apakan istrimu?" tanya ibu Eunsang sambil memelukku. Aku masih menangis.


"Tidak ada bu. Dia hanya teringat orang tuanya." jawab Eunsang menggelengkan kepalanya.


"Baik ayah." ucap Eungsang menuntunku keluar dari acara.


Pernikahan kami diadakan diaula hotel mewah. Dan kami juga memesan beberapa kamar di hotel ini untuk kami dan keluarga Eunsang menginap.


Sekarang kami sudah berada di kamar mewah yang sudah dihiasi bunga mawar. Dengan nuansa pengantin baru bunga kelopak bunga mawar bertebaran di sekeliling kamar dan di atas ranjang.


Aku sudah berhenti menangis. Dan sekarang aku duduk di pinggir ranjang. Eunsang diam saja selama perjalanan ke sini dan sampai kamar pun dia hanya dia. Tak lama kemudian dia bersuara.


"Aku duluan ya mandinya." ucapnya dan berlalu ke kamar mandi tanpa menunggu jawabanku.


Aku memang sudah berhenti menangis tapi aku masih mengenang diriku yang sebatang kara ini. Seharusnya bunda panti aku beritahu tentang pernikahan ini. Tapi aku takut kalau dia mengetahuinya. Beberapa menit berlalu aku pun tertidur karena lelah dengan pikiranku.


☆☆☆☆


Keluarlah Eunsang dari kamar mandi berjalan kearah ranjang.


"Aku sudah siap. Sekarang..." ucap Eunsang terpotong. Eunsang melihat Yujin tertidur bersandaran dalam posisi duduk.


"Malah tidur. Hey.. Bangun." ucap Eunsang menepuk pipi Yujin pelan. Yujin terbangun mengerjapkan matanya.


"Ah maaf aku tertidur." ucap Yujin menggosok pelan matanya.

__ADS_1


"Ya. Cepat mandi dan ganti bajumu. Pasti tak nyaman memakainya." ucap Eunsang menggosok-gosok rambut basahnya dengan handuk kecil dalam posisi berdiri.


"Hm baiklah." Yujin berjalan ke kamar mandi.


Setelah Yujin menutup pintu dia berdiri sejenak sambil bersandar pintu. Dalam pikirannya apakah dia akan melakukannya? Dia langsung menyadarkan diri dengan menggelengkan kepalanya. Dan dia pun mandi.


Eunsang yang berada di luar sedang menunggu Yujin. Dia tidak ada pikiran untuk melakukan itu. Tak pernah dibayangkannya sedikit pun.


(Mungkin faktor umurnya kali ya.)


Eunsang akhirnya merebahkan tubuhnya di ranjang dan terlelap.


Yujin telah selesai mandi. Dia melangkah dengan ragu-ragu. Melihat kearah ranjang. Dilihatnya Eunsang sudah tertidur. Entah kenapa dia merasa lega. Yujin naik keranjang dan ikut terlelap di sebelah Eunsang.


Disisi lain ayah dan ibu Eunsang tengah berbincang masalah Yujin.


"Yah. Bagaimana masalah ini? Apa kita beritahu saja pada Yujin?" tanya ibu Eunsang.


"Ayah rasa belum waktunya. Biar saja dia mencari jati dirinya sendiri. Pasti Eunsang membantunya." jawab suaminya itu tenang.


"Terserah ayah saja."


Akhirnya acara resepsi itu pun berakhir. Tapi ada seseorang yang mengawasi pesta itu dari awal acara. Orang itu selalu memperhatikan Eunsang dan Yujin. Terutama Eunsang. Dia melihat dengan mata penuh dendam. Lalu dia tersenyum licik sambil melihat Yujin yang bersebelahan dengan Eunsang.


☆☆☆☆


Yujin terbangun karena suara alarm yang berbunyi terus menerus. Dia mengerjapkan matanya dan mematikan alarm itu. Tapi dia merasa ada sesuatu yang menimpa pinggang dan pundaknya. Dia menoleh ke bagian pinggangnya. Dilihatnya ada tangan melinggkar dipinggangnya. Dia juga merasakan deru nafas mengenai kulit pundaknya.


Ya. Posisi mereka adalah Eunsang yang memeluk Yujin dari belakang dengan wajah yang dibenamkan ke pundak Yujin. Karena baju tidur Yujin longgar jadi tangan dan wajah Eunsang mengenai kulit Yujin.


Yujin yang kaget hanya diam mematung langsung bangkit melempar tangan Eunsang dan teriak.


"Ya!! Kamu cari kesempatan ya?!" ucap Yujin sambil menunjuk Eunsang yang mengosok pelan matanya.


"Apa sih sunbae? Siapa yang cari kesempatan?" ucap Eunsang yang bangkit perlahan.


"Terserah. Aku tak suka kamu seperti itu denganku. Memang kita sudah menikah. Ta.. tapi jangan menyentuhku sembarang. Sudahlah, aku mau mandi dulu." ucap Yujin dan berlalu ke kamar mandi.


Eunsang hanya menatap bingung kearah punggung Yujin.


"Aku salah apa?" kata Eunsang pada dirinya sendiri.


☆☆☆☆


Maaf typo bertebaran 🙏🙏🙏


kira kira Eunsang tau kesalahannya nggak ya??

__ADS_1


Mohon dukungannya. Jangan lupa like dan komennya...


__ADS_2