My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 25


__ADS_3

Junho melangkahkan kakinya dengan perlahan. Kalau dilihat dia seperti pencuri yang berhati-hati. Kondisi ruang tamu gelap. Tapi dari ruang tamu bisa melihat bahwa lampu ruang makan menyala. Berarti bundanya sedang makan malam disana.


Dia masih melanjutkan langkahan kakinya menuju tangga. Kamarnya berada di lantai dua. Dia cukup menaiki tangga itu maka dia terbebas dari bundanya.


Tapi saat ingin berbelok dia mematung menatap anak tangga pertama. Pandangannya perlahan naik dan mendapati bundanya sedang berdiri dihadapannya. Matanya terbelalak dan dia mundur beberapa langkah.


"Bun-Bunda..... Sejak kapan bunda di situ??" ucapnya. Suaranya bergetar.


"Kamu ini! Emang bunda tuli sampai tidak mendengar suara motor? Kamu pasti habis berkelahikan?!" ucap Bunda kemudian menarik telinga Junho.


"Aww!! Bun sakit tau." ucap Junho memegang telinganya yang dijewer bundanya itu.


"Kamu ini kurang apa sih? Semua udah bunda kasih. Bunda kasih mobil bukan dipakai. Dikasih uang malah di sumbangkan. Tapi kamu malah ikut berkelahi begitu." ucap Bunda masih menjewer telinga anak satu-satunya itu.


"Maaf bun. Junho janji nurutin kemauan bunda. Tapi kali ini maafin Junho." ucap Junho dengan nada bersalah. Bundanya pun melepaskan telinga Junho.


"Benar ya. Kamu mau nurut semua yang bunda suruh. Yang bunda mau." kali ini Junho menatap bundanya was was. Sebenarnya dia agak menyesal mengatakan itu. Tapi sudah terlanjur.


"Iya." ucapnya pasrah.


"Lebih baik kamu bersihkan dulu badanmu. Mandi sana. Habis itu makan." ucap Bundanya kemudian pergi ke arah dapur.


Junho melihat Bundanya pergi. Dia memikirkan apa yang akan terjadi padanya nanti. Apakah dia akan di pindahkan dari kampusnya itu dan berjauhan dari ke dua sahabatnya. Atau mungkin lebih parah dari itu.


Ntahlah. Yang jelas dia harus membersihkan tubuhnya sekarang. Junho pun naik kelantai dua menuju kamarnya.


☆☆☆☆


"Eun... Eunsang?"


"Ka-kamu.... pa-pa-pakai...."


"Ahhkkk!!!"


Yah begitulah kejadian tadi membuat pasutri itu sedang kepanasan padahal rumah mereka ada ac nya.


Alasan kenapa si Eunsang tiba-tiba ada disana karena memang si Eunsang pulang dulu buat ganti baju. Eh malah Yujin keluar tiba-tiba dengan pakaian seperti itu.


Sekarang mereka sedang duduk di ruang tv. Yujin lagi tukar chanel tv yang sebenernya tidak terlalu ditontonnya.


"Ekheemm!" suara Eunsang memecahkan kecanggungan ini.


Yujin menoleh ke arah suaminya itu. Eunsang juga menatapnya. Dengan berani Eunsang bertanya soal kejadian tadi.


"Hmm tadi... Kenapa kamu pakai..... pakai lin.. hmm maksud aku, kenapa kamu pakai itu?" akhirnya keluar juga pertanyaan itu.


"Hah?" Yujin tiba-tiba blank.

__ADS_1


"Kamu yakin mau aku ulang pertanyaannya?" tanya Eunsang menaikkan sebelah alisnya.


Yujin menggelengkan kepalanya. Dia mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya kasar.


"Itu.. Tadi si Chaewon pergi bareng Wooseok terus dia singgah di toko pakaian dalam. Terus dia lihat itu jadi dibelinya. Katanya sih untuk hadiah pernikahan kita. Padahal sebenernya kemarin itu dia juga udah kasih banyak." ucapnya panjang lebar.


Tapi penjelasannya itu masih tidak dimengerti Eunsang. Harus banget ya cobain barang begituan lagi. Eunsang memijit pelipisnya. Dia menghela nafas.


"Tapi maksud aku bukan itu. Maksud aku itu kenapa kamu cobain yang begituan? Kamu mau godain aku ya?" pertanyaan Eunsang mendapat pelototan dari Yujin.


"Siapa bilang?!" ucap Yujin sedikit meninggi. Eunsang agak terkejut mendengarnya.


"Lalu tadi apa? hm? Kamu kelihatan sengaja pakai itu." ucap Eunsang mulai mendekatkan tubuhnya pada Yujin.


"Ka-kamu mau apa?" Yujin sedikit gugup kalau Eunsang sudah seperti ini.


"Kamu belum jelasin kemana kamu tadi." ucap Yujin membuat Eunsang berhenti mendekat.


"Itu tadi ada urusan sebentar."


"Terus kenapa balik lagi? Katanya mau langsung ke klub." kini Yujin menatap Eunsang. Dia merasa tadi Eunsang berbohong.


"Baju aku tadi kotor. Jadi mau ganti sebentar." ucap Eunsang. Tapi pandangannya menatap arah lain. Dia tidak mau Yujin tau kalau dia tadi terlibat perkelahian.


"Kamu bohong. Urusan apa sampai buat baju kamu kotor? Lagian kenapa tadi kamu bawa tongkat base ball? Mana tongkatnya? Kamu kemanakan? Tidak buat mukul orangkan? Kamu itu--" ucapan Yujin terhenti karena Eunsang menempelkan bibirnya pada bibir Yujin.


"Kamu! Jangan serang aku tiba-tiba kayak gitu dong." ucap Yujin.


"Jadi kalau bilang tidak masalah dong." ucap Eunsang sambil tersenyum manis.


"Hah?" kayaknya Yujin rada bolot ya.


"Aku.. Aku cium kamu boleh?" pertanyaan Eunsang membuat Yujin mengedipkan matanya berkali-kali.


Tanpa mendengar jawaban Yujin Eunsang mendekatkan wajahnya ke wajah Yujin. Dengan perlahan Eunsang sudah menempelkan bibirnya. Eunsang sudah memejamkan matanya tapi Yujin belum. Dia masih terkejut diperlakukan seperti itu.


Eunsang melepaskan bibirnya dari bibir Yujin dan menatap istrinya itu. Eunsang mengusap pipi Yujin dengan lembut.


"Kamu kalau lagi malu kok gemesin banget ya." ucapnya kemudian mencubit pipi Yujin.


"Aw! Sakit tau." ucap Yujin mencoba melepaskan pipinya dari cubitan Eunsang.


"Hahaha... Maaf. Ya udah aku ke klub ya. Nanti kalau tidak ada yang mengawas bakal rusuh itu klub." ucap Eunsang lalu berdiri duduknya. Yujin juga ikut berdiri.


"Kamu beneran tidak ada masalah kan tadi?" tanya Yujin menahan tangan Eunsang.


"Tidak ada kok. Buktinya ini aku baik-baik aja. Kamu tidak perlu khawatir lagi. Udah ya. Aku pergi dulu." ucap Eunsang melepaskan tangan Yujin dengan lembut.

__ADS_1


(Emang ya kalau sama Yujin aja lembut begitu. Coba sama yang laen pasti kasarnya nauzubilah.)


Yah akhirnya Eunsang pergi juga ke klubnya Wooseok. Takut ada kerusuhan disana. Soalnya setiap tidak ada yang mengawas pasti ada aja kerusuhan yang terjadi.


☆☆☆☆


"Bun. Junho pergi main sama Eunsang ya." ucap Junho sambil memasang jam tangannya. Kini dia berada di ruang tamu. Bundanya sedang membaca majalah di situ.


"Tidak boleh. Selama seminggu kamu tidak boleh keluar rumah." ucap Bundanya tegas.


"Tapi bun. Masa Junho tidak boleh main? Lagian sama Eunsang kok. Ada Yunseong juga." ucap Junho sedikit memelas.


"Kamu loh tadi yang udah janji mau nuruti semua mau bunda. Lagian itu hukuman kamu. Biar kamu sadar sedikit." ucap Bunda Junho kemudian berjalan ke arah pintu lalu menguncinya.


"Kamu jangan coba-coba melawan. Kamu tanggung sendiri konsekuensinya." ucap Bundanya itu lalu pergi meninggalkan Junho yang menatapnya tidak percaya.


"Yaelah. Baru mau keluar juga. Kalau tau gitu aku tidak pulang dulu tadi." ucap Junho lalu menaiki tangga menuju kamarnya.


Junho mengirim pesan pada Eunsang. Dia bilang yang sebenarnya. Kalau bundanya tidak memberinya izin keluar. Eunsang pun memakluminya.


Junho bertanya apakah Yunseong sudah disana apa belum dan jawabannya sudah dong. Mana pernah Yunseong absen dari pertemuan mereka.


"Si Yunseong mah kumat mulu. Selalu aku ditinggal. Apa aku bawa mobil sendiri aja ya. Tapi males banget aku bawanya." ucapnya. Sekarang dia berada di atas ranjangnya. Membaringkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Apa aku telpon Hyewon ya. Udah lama juga sih." Junho kembali mengambil ponselnya dan mencari nama Hyewon di ponselnya.


Tuuuttttt tuuutttttt


"Halo?"


☆☆☆☆


**Hai gaes!!! 🤗🤗


Hmmm sepertinya para pembacaku sekalian pada kurang ekspresif ya seperti penulisnya.. hahaha😅😅


Terima kasih buat yang udah komen dan menunjukkan rasa senangnya pada penulis yang hanya sebutir kentang ini 😆😆


Kalau bisa sih aku minta komennya lagi. Aku butuh pemasukan ide. Gimana bagusnya kelanjutan kisah si Junho dan Hyewon dan yang lainnya. Saran kalian sangat membantu loh~


Aku tunggu komen kalian sekitar 50 komenan gitu. Nggak banyak kok itu kalau melihat viewsnya. Sekitar 2% an dri views. Kalau bisa lebih aku berterima kasih banget🙏🙏


Terus masalah cerita Yunseong kalau kalian memenuhi permintaan ku yg diatas aku beneran buat ceritanya. Soalnya aku juga udah gereget pengen nulis. Jadi tolong bantuannya~~


Terima kasih~~


Kamsamidahh**~~~

__ADS_1


__ADS_2