My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 33


__ADS_3

"Jadi gimana?" tanya ibu Eunsang pada Yujin.


Yujin menatap ibu mertuanya itu sambil tersenyum kikuk. Ia bingung mau menjawab apa. Pertanyaan yang dilontarkan ibu mertuanya itu terlalu cepat untuk ditanyakan sekarang. Apalagi Eunsang masih berusia 17 tahun. Buku nikah mereka saja belum jadi.


"Hmm gimana ya bu. Aku belum ada kepikiran itu. Kami masih menikmati masa pendekatan kami sekarang. Dan sepertinya Eunsang juga belum atau mungkin juga nggak ada kepikiran itu bu." jelas Yujin dengan hati-hati.


"Benarkah? Gini ya ibu beri tahu. Walaupun usia Eunsang masih remaja, tapi pemikirannya udah dewasa. Dan juga dia itu pria. Jadi nggak mungkin kalau dia nggak ada pikiran kesana." kini ibu mertuanya pula yang menjelaskan tentang anaknya itu.


Kenapa pembicaraan ini tiba tiba mengarah kesana sih? Pikir Yujin. Iya sih semua orang yang sudah menikah pasti menginginkan anak. Tapi ini situasinya berbeda. Mereka juga masih kuliah.


"Ya sudah bu. Nanti kami diskusikan." ucap Yujin sambil tersenyum.


"Oh ya. Kamu mau lihat foto Eunsang waktu kecil?" ucap ibu Eunsang semangat.


"Boleh bu." Yujin pun menggangguk dengan cepat. Sepertinya lucu melihat Eunsang waktu masih kecil.


☆☆☆☆


Waktu sudah menunjukkan pukul 09.20. Junho yang dari tadi mengebut membawa mobil dari rumah sekarang tengah berlari-lari menuju kelasnya. Walau banyak yang menyapanya dia tidak membalas sapaan itu. Dia sudah sangat terlambat.


Akhirnya dia sampai juga di kelas sebelum dosen mereka. Dia melihat sekeliling kelas. Setelah melihat Yunseong dia segera menghampiri teman akrabnya itu.


"Huh! Capek banget." ucapnya dengan nafas tersengal-sengal.


"Oh. Udah datang kau? Bapak itu nggak jadi datang. Ada urusan katanya." ucap Yunseong dengan santainya.


"Apa? Kenapa kau nggak kasih tau aku sih?" ucap Junho tak terima.


"Yah bapak itu juga baru bilang sebelum kau sampai tadi. Ya bukan salah aku dong." ucap Yunseong.


"Ah dasar. Orang udah engap malah nggak datang. Kesel dah."


"Oh ya si Eunsang dimana? Kok nggak keliatan. Biasanya anak itu selalu on time." tanya Junho pada Yunseong yang sibuk main game.


"Mana tau aku. Coba telpon aja." suruh Yunseong.


Junho merogoh sakunya. Dia mencari ponselnya. Tapi nihil. Ia juga membongkar tasnya tapi dia tidak menemukan ponselnya. Dia tidak ingat dimana dia meletakkan ponselnya.


"Seong. Pinjam ponselmu lah. Ponsel aku hilang."


"Ya ampun kau ceroboh kali sih. Nih pake." Yunseong menyodorkan ponselnya.


Junho pun mengambil ponsel Yunseong dan segera menghubungi nomornya. Lama terdengar nada sambung dan akhirnya diangkat. Tapi suara perempuan yang terdengar.


"Halo?"

__ADS_1


"Noona?"


"Ini Junho ya? Ponselmu tertinggal dikamar."


"Oh ya? Ya sudah nanti aku pulang."


"Apakah penting? Kalau penting biar aku saja yang antar."


Junho berpikir sejenak sebelum menjawab Hyewon. Junho mau saja kalau Hyewon datang. Tapi bagaimana dengan Hyekyu? Bundanya kan ke kantor.


"Memangnya bisa? Hyekyu bagaimana? Bukannya ini jam tidurnya?"


"Oh tenang saja. Tante sudah pulang kok."


"Boleh deh. Noona tau kan kampus aku?"


"Tau kok. Kasih tau aja kamu fakultas apa."


"Oh aku fakultas teknik. Nanti aku tunggu di depan fakultasnya."


"Oke. Tunggu ya." Dan panggilan pun terputus.


"Kau telpon siapa? Kok panggil noona?" tanya Yunseong yang sedari tadi mendengar percakapan Junho.


"Itu.. ah pokok nya nanti kau tau sendiri. Orangnya mau datang." Ucap Junho sambil mengembalikan ponsel Yunseong.


"Yah terserah kau mau bicara apa. Kau sih nggak datang ke club kemarin itu. Jadi nggak tau kabar terbarukan." Junho heran juga kenapa Yunseong tidak datang.


"Terserah aku dong. Emang kau? Aku itu sibuk." kini Yunseong kembali menatap ponselnya dan bermain game.


"Bodo amat. Nongkrong di depan yok. Aku tadi udah bilang nunggu di depan." Ajak Junho.


"Eh kau udah telpon Eunsang?" tanya Yunseong yang tiba-tiba teringat alasan Junho meminjam ponselnya.


"Alah paling bareng Yujin sunbae. Udahlah ayok." Mereka keluar dari kelas dan menuju depan fakultas. Junho nggak mau nanti Hyewon menunggu dirinya.


☆☆☆☆


"Gimana? Kalian udah bicara?" tanya ibu Eunsang saat melihat anaknya dan Eunha menghampiri mereka ditaman.


"Udah bu. Ibu mau tau, ini anak kalau udah baper sampai bertahun-tahun dendamnya." itu Eunha yang bicara. Yujin hanya diam menatap keduanya yang akrab berbeda dengan tadi.


"Kau ini. Itu pun mau diadukan ke ibu. Dasar Childish." kini Eunsang berdiri disebelah Yujin yang sedang duduk.


"Cih sok bilang orang childish dia sendiri lebih parah. Bu masa tadi ada orang--" Eunsang segera berlari kearah Eunha dan menutup mulut Eunha.

__ADS_1


"Diam kau. Perempuan satu ini nggak bisa diam ya mulutnya. Bu. Jangan pernah percaya apa yang dibicarakannya. Itu bohong." ucap Eunsang yang masih menutup mulut Eunha. Posisi mereka seperti berpelukan. Eunsang berada dibelakang Eunha dengan tangan kanan menutup mulut Eunha dan satu lagi memegangi Eunha.


Apa ini? Kenapa mereka terlihat dekat bahkan sangat dekat. Aku juga baru ini melihat sifat Eunsang yang seperti itu. Kok aku merasa kesal ya. ucap Yujin dalam hati.


"Kalian ini. Udah Eunsang lepaskan Eunha. Kamu ini kekanakan sekali." ucap ibu Eunsang.


Eunsang pun melepaskan Eunha. Saat itu juga Eunha tertawa keras karena Eunsang dikatai ibunya kekanakan didepan istrinya.


"Hahaha... Yujin, lihat lah. Bahkan ibu mengatainya kekanakan... Yujin jangan pernah percaya ucapan cool dari mulutnya ya. Hahahaha..." yah sudah lama Eunha tidak tertawa seperti itu.


Yujin hanya tersenyum menanggapi ucapan Eunha. Dia menatap ketiga orang yang dihadapannya. Tanpa sadar dirinya merasa rendah diri. Dia berpikir dia hanya orang luar yang baru saja menjadi anggota keluarga. Tapi melihat Eunha yang sudah sangat dekat dengan mereka Yujin merasa iri.


Eunsang menyadari perubahan raut wajah Yujin. Dia langsung mendekat dan membisikkan sesuatu pada Yujin. Yujin mengangguk tanda mengerti.


"Bu kami ke atas sebentar ya." ucap Eunsang pada ibunya dan langsung membawa Yujin ke gazebo lantai 2.


Begitu sampai Eunsang tidak langsung bicara. Dia hanya diam sambil menatap Yujin. Melihat Eunsang hanya diam Yujin menatap ke bawah tanpa membalas tatapan Eunsang.


"Kamu kenapa?" akhirnya Eunsang bersuara.


"Hm? Memang aku kenapa?" bukannya menjawab Yujin malah balik bertanya.


"Kenapa raut wajah mu tadi berubah saat Eunha dan aku datang?" ucap Eunsang lalu meraih tangan Yujin.


"Nggak kok. Itu perasaan kamu aja." Yujin melepaskan tangannya dari Eunsang dan berjalan membelakangi suaminya itu.


"Kalau nggak kenapa kamu begini? Seolah menghindar dari aku." ucap Eunsang yang masih menatap punggung Yujin.


"Aku nggak suka kalau kamu begini... Cerita dong.." ucapnya lagi lalu memeluk Yujin dari belakang.


Yujin membalikkan tubuhnya menghadap Eunsang. Ditatapnya wajah suaminya itu. dia berpikir kenapa dirinya mudah sekali cemburu.


"Kamu dekat ya dengan Eunha?" tanya Yujin kemudian.


"Hmm... yah lumayanlah. Tapi itu dulu, sebelum aku menyatakan perasaanku padanya." ucapan Eunsang membuat tatapan Yujin berubah memelototinya.


"Hahaha... Kamu kenapa? Jangan bilang kalau kamu cemburu?" ucap Eunsang spontan.


"Siapa yang cemburu? Nggak tuh." oke Yujin mulai merajuk.


"Iya deh kamu nggak. Tapi jujur dulu aku suka sama dia. Setelah pernyataan cinta itu dia malah menolakku dengan kejam. Dan itu sudah lama, karena aku sekarang cinta sama kamu. Cinta banget malah." ucap Eunsang jujur.


Yujin menatap Eunsang. Dilihatnya Eunsang sedang tersenyum padanya. Dia merasa melayang setelah mendengar ucapan Eunsang. Dengan cepat Yujin mengecup bibir Eunsang.


Cup

__ADS_1


"Aku juga cinta sama kamu."


☆☆☆☆


__ADS_2