
"Eunsang.. Apa kamu sudah selesai?" tanya Yujin dari balik pintu kamar mandi. Setelah Yujin selesai mandi tadi Eunsang juga mandi. Tapi sampai sekarang belum keluar.
Terbukalah pintu kamar mandi. Eunsang keluar hanya menggunakan handuk yang dililitnya di pinggang. Tapi bagian atasnya terbuka serta rambutnya yang basah. Yujin melihat Eunsang seperti itu jadi gugup dan menutup matanya.
"Yak!! Kamu kalau habis mandi pakai baju mu." ucap Yujin sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Aku tadi lupa bawa baju kedalam. Maaf deh." ucap Eunsang santai melewati Yujin.
"Kenapa kamu lama sekali? Ibu dan ayah sudah nunggu dibawah." ucap Yujin membereskan pakaiannya. Mereka memang membawa beberapa baju sebelum pesta.
"Aku terbiasa mandi lama."
"Sunbae. Bisa bereskan bajuku? Biar cepat." ucap Eunsang berlalu kekamar mandi setelah mengambil baju.
Yujin membereskan barangnya dan barang Eunsang. Setelah selesai mereka segera turun menyusul ibu dan ayah.
Mereka pisah mobil. Yujin dan Eunsang menaiki mobil Eunsang. Ibu dan Ayah naik mobil ayah. Mereka menuju ke arah yang berbeda membuat Yujin penasaran.
"Kita kok beda arah sama mereka?
"Sunbae belum tau? Kita kan tinggal sendiri." jawab Eunsang masih fokus pada kemudinya.
"Benarkah?" tanya Yujin sambil memikirkan sesuatu.
"Iya." Jawab Eunsang seadanya.
"Tapi ada satu hal yang ingin aku tanya. Sudah lama aku ingin menanyakan ini." ucap Yujin menatap Eunsang yang serius mengemudikan mobilnya. Eunsang hanya menganggukkan kepalanya.
"Kamu kan masih dibawah umur. Tapi kenapa kita bisa menikah?" tanya Yujin dengan nada polosnya.
"Sebenarnya kita masih menikah secara agama. Secara hukum belum." jawab Eunsang santai.
"Jadi kita belum sah secara hukum? Tapi kenapa kita tinggal sendiri?" tanya Yujin lagi.
"Sunbae banyak tanya ya. Ayah yang mau. Katanya biar kita mandiri. Lagian ayah percaya sama kita kok." ucap Eunsang memperhatikan kaca spion di kiri dan kanan mobil.
"Ya sudahlah terserah saja. Aku mengantuk. Aku tidur ya." ucap Yujin menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya.
Eunsang hanya menatap sekilas kearah Yujin. Kemudian fokusnya teralihkan ke kaca spion lagi. Dia kira dirinya salah. Ternyata memang ada yang mengikutinya dari tadi.
Eunsang takut kalau musuh lamanya mencari perkara sekarang. Apalagi sekarang dia bersama Yujin. Dia tak mau kalau Yujin ikutan terseret masalahnya.
Padahal sudah lama dia tak hidup seperti preman. Tapi masih ada saja musuh di dekatnya. Dia berpikir untuk lari dari pandangan mobil dibelakang. Dengan kecepatan dan kegesitannya membawa mobil akhirnya dia terbebas dan langsung menuju apartemennya yang baru.
☆☆☆☆
"Sial! Mereka berhasil kabur." ucap seorang laki laki berusia 20 tahun itu.
"Jadi bagaimana bos?" tanya salah satu bawahannya.
"Biarkan saja mereka untuk saat ini. Sekarang kita kembali." Perintahnya pada sopirnya.
__ADS_1
Kim Sihoon namanya. Pria berusia 20 tahun itu adalah musuh Eunsang sejak lama. Sebenarnya dibilang musuh juga tidak. Eunsang tak pernah menganggapnya begitu. Tapi pria ini sangat tidak suka dengan Eunsang. Dia merasa marah bahkan hanya melihat Eunsang.
Selama Sihoon mencoba menantangnya, Eunsang hanya diam saja dan bersikap tak acuh. Mungkin itu alasan Sihoon semakin lama membenci Eunsang.
Niatnya kali ini Sihoon mengikuti Eunsang karena dia ingin mengetahui rumah baru Eunsang. Dia juga hadir di pernikahan kemarin. Tapi karena sibuk dan terlalu banyak orang, Eunsang tak menyadari kedatangan Sihoon.
Di kepalkan tangannya. Dari sorot matanya dia benar benar membenci Eunsang.
"Kalian terus awasi dia. Bila terus ketahuan awasi istrinya itu." ucapnya tanpa melihat bawahannya.
"Baik bos."
Mereka melajukan mobilnya ke arah tujuan mereka.
☆☆☆☆
"Sunbae. Bangun sudah sampai." ucap Eunsang menepuk bahu Yujin.
"Hmmmm.... Lama juga ya sampainya. Aku tertidur sangat nyenyak." meregangkan tubuhnya.
"Iya. Tadi macet jadi aku putar balik." terpaksa Eunsang berbohong. Dia tak mau Yujin jadi kepikiran.
Mereka keluar mobil yang berada di parkiran bawah tanah.
"Parkirannya saja seluas ini. Pasti ini apartemen mewah." ucap Yujin melihat sekeliling.
"Sudah puas lihatnya? Ayo masuk. Aku sudah lapar nih." ucap Eunsang setelah mengeluarkan barang-barang mereka dari bagasi.
"Tidak perlu. Biar aku saja. Ayo." ajak Eunsang melangkah duluan di depan Yujin.
"Yasudah terserah." ucap Yujin mengikuti langkah Eunsang.
Mereka menaiki lift menuju lantai 10. Setelah sampai mereka keluar. Eunsang melangkah menuju pintu nomor 101 dan menekan kode pasword.
"Ini kodenya. Sunbae harus ingat dalam ke adaan apapun walau mabuk sekalipun. Mengerti?" ucap Eunsang menatap Yujin dibelakangnya setelah menekan kode pasword.
"Iya. Aku usahakan." ucap Yujin pelan tapi masih didengar Eunsang.
Eunsang harus mengingatkan Yujin dari awal. Karena bukan setiap saat ia bersama Yujin. Apalagi seperti kemarin itu saat Yujin mabuk. Kalau diingat kembali itu sungguh sangat merepotkan.
Mereka memasuki apartemen itu. Yujin langsung berlari kesana sini dengan tatapan kagum. Ruangan bertingkat dua itu sungguh elegan membuat Yujin tak henti hentinya melihat sekeliling ruangan.
"Wah!! Kamu yakin kita bakal tinggal disini?" tanya Yujin memegang lengan Eunsang dan menatapnya.
"Yakinlah. Kalau tidak untuk apa kita disini sekarang?" ucap Eunsang menatap balik Yujin.
"Wah... Kamu serius? Aku belum pernah tinggal di tempat seperti ini." ucap Yujin menurunkan nada bicaranya. Ntah kenapa tiba-tiba dia teringat kehidupannya dulu.
"Hey.. Kamu kenapa?" tanya Eunsang menangkup pipi Yujin dan mengelus halus dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Tidak ada. Hanya teringat kehidupanku dulu. Oh ya kita pisah kamar kan?" ucap Yujin melepaskan tangan Eunsang dari wajahnya.
"Siapa bilang? Kita tidur satu kamar kok." ucap Eunsang menaiki tangga.
"Eh?? Tapi dirumah sebesar ini sayangkan kalau cuma pakai satu kamar. Lagian aku tidak mau sekamar denganmu." ucap Yujin memgikuti Eunsang keatas.
"Kita sudah menikah kok. Jadi wajar saja kan kalau kita tidur satu kamar." Eunsang berhenti dan menatap Yujin.
"Ya sudah terserah kamu saja." ucap Yujin memelan. Sepertinya Yujin memang tak bisa membantah Eunsang.
Eunsang membuka pintu berwarna putih dan memasuki kamar itu. Yujin masih mengikutinya dari belakang. Yujin kagum melihat isi kamar itu.
"Apa ini tidak terlalu mewah?" tanya Yujin.
"Tidak. Ini memang masih milik ayah. Tapi ayah sengaja beli apartemen ini untuk kita. Nanti kalau aku sudah lulus kuliah baru di pindah nama." jawab Eunsang sambil melangkah menuju ruang pakaian.
"Coba kamu lihat sini." panggil Eunsang pada Yujin yang masih di luar.
"Ada apa?" Yujin memasuki ruang pakaian. Betapa terkejutnya dia melihat banyak set pakaian miliknya dan milik Eunsang sudah tersusun rapi disana.
"Ini semua baju mu. Jadi baju yang ada di kos mu itu sumbangkan saja." ucap Eunsang menyimpan koper mereka.
"Tapi banyak baju kesayanganku." ucap Yujin melihat lihat baju baru nya itu.
"Ya sudah sumbangkan saja." ucap Eunsang santai.
Yujin masih melihat lihat pakaian barunya. Eunsang masuk ke kamar mandi. Saat hendak menutup pintu Yujin bertanya.
"Sekarang kita makan dimana?" tanyanya tanpa melihat Eunsang.
"Hari ini kita makan diluar. Sunbae beres-beres lah. Pakai saja kamar mandi di kamar satu lagi biar cepat." ucap Eunsang menutup pintu.
Selesai bersiap mereka turun dari apartement dan pergi ke restoran terdekat. Sampainya di restoran saat hendak mencari tempat duduk mereka berpapasan dengan seorang perempuan.
"Hey. Yujin!" ucap perempuan itu.
Eunsang hanya menatap perempuan itu sebentar dan menatap Yujin lama. Dia melihat perubahan ekspresi Yujin. Menurutnya Yujin tak mau bertemu perempuan itu.
"I-iya. Ini aku." ucap Yujin gugup.
Kenapa aku harus bertemu dengan dia. Sekarang lagi ada Eunsang pula. Gimana nih?? ucap Yujin dalam hati.
☆☆☆☆
Maaf typo bertebaran 🙏🙏🙏🙏
Tolong like dan komennya ya. Please😢😢
Tapi kenapa Yujin merasa ketakutan ya???
__ADS_1