
Selamat membaca!!!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
"Halo. Boleh kenalan nggak?" ucap Jaemin pada kedua perempuan itu begitu sampai didekat mereka.
"Ya?"
"Kenapa? Kami hanya ingin berkenalan." kini Jaemin sudah duduk disebelah mereka berdua. Ingat mereka duduk di meja bartender.
"Boleh aja sih. Nggak masalahkan eonni?" tanya Yujin pada Hyewon yang terlihat gelisah.
"Ya... ya. Boleh."
"Oke. Kenalkan aku Jaemin. Dan ini Jeno. Kalian?" Jaemin mengulurkan tangannya sambil tersenyum.
"Oh aku Yujin dan ini Hyewon eonni." Yujin menerima tangan Jaemin.
"Jadi ini eonni mu. Pantas saja. Sama cantiknya soalnya." kali ini Jeno yang bersuara. Sepertinya Jeno menyukai Hyewon.
"Ah. Bukan. Dia kenalan teman kebetulan lebih tua dariku jadi kupanggil begitu." jelas Yujin.
"Begitu rupanya." ucap Jeno manggut-manggut.
"Kalian anak kampus X kan?" ucap Yujin.
"Oh. Gimana kau bisa tau? Kau kenal kami?" tanya Jaemin menatap Yujin.
"Haha... Dibilang kenal juga nggak sih. Aku pernah beberapa kali melihat kalian dikampus. Aku juga kuliah disana." jelas Yujin. Hyewon masih terdiam menunggu kapan Junho datang. Sungguh sekarang dia merasa tidak nyaman.
"Kalian berdua aja nih? Apa perlu kita temani?" ucapan Jaemin sontak membuat Jeno semangat. Kan dia bisa lebih dekat dengan Hyewon pikirnya.
"Hmm maaf. Tapi kami udah bersama orang lain. Sekali lagi maaf ya." ucap Yujin. Dia sungguh tak enak. Tapi mau bagaimana. Kalau sampai Eunsang tahu bisa terjadi perang dunia ke 7 nih.
__ADS_1
"Benarkah? Kalau kau, aku tau kau bersama siapa. Tapi kalau dia?" Jaemin menunjuk Hyewon.
"Aku.. aku juga sedang bersama orang lain tadi. Dia lagi kebelakang sebentar." jelas Hyewon.
"Bagaimana dong Jen? Kau tak bisa mendekatinya dong."
"Mendekati siapa?" suara Junho mengintrupsi mereka. Junho datang bersama Eunsang. Eunsang yang tadinya memasang wajah kalem malah berubah menjadi terlihat sangar. Oh ayolah. Kenapa dia begitu.
"Perempuan ini. Bukankah menurut mu dia cantik?" Jeno. Itu suara milik Jeno.
"Hah!" Junho melemparkan pandangannya ke arah lain lalu menatap Jeno.
"Heh informan gadungan. Lebih baik kau nggak usah cari masalah disini." ucap Junho.
"Kok kau sih yang marah. Emang salah ya kalau aku bilang dia cantik? Orangnya aja nggak masalah tuh." ucap Jeno tidak kalah.
"Emang kau nggak salah bilang begitu. Tapi kau salah udah buat orang lain merasa nggak nyaman. Kau nggak lihat wajahnya? Lihat! Dia itu nggak nyaman tau nggak??" kali ini Junho mulai emosi.
"Junho.. Udah. Lebih baik kita pulang." ucap Hyewon. Dia tidak mau kalau sampai Junho bertengkar. Bisa dimarahi tante Hosook kalau sampai tahu.
"Noona nggak perlu menghentikanku. Aku memang nggak suka dengannya. Jadi ini bukan salah noona." Junho menatap sekilas tangan Hyewon yang menahannya lalu menatap Jeno lagi.
"Apa? Noona? Dasar. Hanya deongsaeng manja aja sok nantangin orang. Kau nggak tau atau lupa kalau kami ini kakak tingkat kalian." oke. Jeno mulai tak suka sekarang.
"Ya!! Aku ini bukan deongsaengnya. Itu hanya panggilan sayang kami kalian nggak mengerti. Dia ini pacarku. Jangan ganggu dia atau kalian dapat masalah." tanpa sadar tangan Junho sudah menggenggam tangan Hyewon. Tentu saja semua orang yang disana terkejut.
"Apa? Semakin lama kau semakin sakit kurasa. Kalau mau menulis cerita jangan disini." Jaemin masih diam saja melihat keduanya adu mulut. Mungkin ini salah satu hiburan untuknya hari ini.
"Kenapa? Kau tak percaya? Oke. Akan ku buktikan." lalu dengan cepat Junho mencium bibir Hyewon. Sontak semakin terkejut mereka melihat pemandangan itu.
Hyewon merasa ada ketulusan dari ciuman itu Hyewon lalu ikut menutup matanya dan membalas ciuman Junho. Tentu saja Junho terkejut.
Junho membuka matanya perlahan dan menatap Hyewon yang sudah menutup matanya. Sedikit terlihat disudut bibir Junho kalau dia tersenyum. Dia kembali menutup matanya dan melanjutkan aktivitas mereka didepan semuanya.
Eunsang yang sebenernya biasa aja melihat perdebatan Junho dan Jeno membulatkan matanya melihat temannya mencium seorang gadis. What the??? Begitulah pikir Eunsang.
Setahu Eunsang walaupun Junho suka menggoda banyak perempuan tapi Junho tidak benar-benar menjalin hubungan dengan siapa pun. Jadi wajarkan Eunsang terkejut. Kalau Yunseong tahu mungkin habis ini Junho bakal dipukulnya.
Kalau Jaemin hanya asik menontonnya. Kapan lagi melihat temanya itu seperti kambing congek. Melongo seperti tidak percaya menonton adegan yang dihadapannya itu.
☆☆☆☆
"Kenapa mereka belum pulang ya." ucap Bunda Junho menatap jendela luar sambil menggendong Hyekyu. Hyekyu baru saja tertidur karena dari tadi dia merengek tidak melihat ibunya.
"Apa aku telpon saja ya?" lalu bu Hosook pun mengambil ponselnya setelah meletakkan Hyekyu di kasur miliknya.
Bu Hosook menekan ponselnya dan memanggil nomor anaknya Junho. Terdengar nada panggilan yang cukup lama barulah dia merasa lega karena yang dihubungi mengangkat panggilannya.
"Halo Junho. Kalian kemana? Kok belum pulang?" suara Hosook terdengar khawatir. Sepertinya dia belum pernah seperti ini pada Junho.
".........."
"Oh begitu. Ya sudah. Hati-hati kalian dijalan ya." Bu Hosook lalu mematikan ponselnya. Kemudian dia menatap Hyekyu lalu tersenyum.
__ADS_1
"Sabar ya. Ibu mu sebentar lagi pulang." ucapnya pada Hyekyu yang sudah memejamkan matanya sejak tadi.
☆☆☆☆
Drrrtt drrrrrtttt drrrrrttttt
Junho merasakan ponselnya bergetar. Dia menghentikan aktivitasnya dan membuka matanya. Dia menatap Hyewon sebentar lalu bicara pada Hyewon tanpa memperdulikan orang disekitarnya.
"Sebentar ya. Ada telpon." Junho pun merogoh saku celananya.
Dilihatnya nama dilayar ponselnya dan langsung menjauh dari sana lalu mengangkatnya. Dia tidak mau dibilang anak manja lagi hanya karena dia memanggil 'bunda' diponselnya.
"Halo bun?"
".........."
"Oh iya sebentar lagi kami pulang kok. Udah dulu ya bun."
"..........."
Dan panggilannya pun terputus. Junho segera mendekati Hyewon lagi dan menatap Jeno yang masih syok atas kejadian tadi.
"Udahkan. Pokoknya jangan ganggu dia lagi. Oh ya. Masalah kita belum selesai yang kemarin. Kau harus jelaskan. Dan juga aku nggak peduli kau kakak tingkat atau bukan aku nggak takut." Jeno hanya menganggukkan kepalanya.
"Ayo noona. Bunda udah telpon suruh kita pulang. Sang kami pulang duluan ya. Sunbae kami duluan." setelah mengucapkan itu Junho menarik Hyewon untuk keluar dari sana.
Hyewon yang ditarik hanya menoleh kebelakang dan tersenyum pada Yujin dan Eunsang tanda kalau dia duluan pulang.
Mereka sudah keluar dari club itu. Sekarang tinggal Jaemin dan Jeno. Eunsang menatap keduanya yang masih melihat arah pergi Junho dan Hyewon tadi.
"Ehemm!" suara Eunsang cukup kuat sampai mereka menoleh ke arah mereka.
"Jadi... Kalian untuk apa masih disini setelah membuat keributan? Atau perlu aku membuat keributan yang lebih dari ini? Melaporkan ini pada pemilik tempat ini maksudnya? Mau?" suara Eunsang sedikit keras membuat Yujin sedikit takut.
Keduanya hanya menggeleng. Jaemin juga malas berurusan dengan Eunsang. Dia juga tidak mau lama-lama disana. Apalagi tontonannya sudah berakhir.
"Ya udah. Tunggu apa lagi? Pergi sana." usir Eunsang.
(Galak bener dah😓😒)
Mereka berdua pun pergi dari sana. Eunsang hanya menggelengkan kepalanya. Sungguh orang dewasa yang memalukan. Kenapa orang dewasa jaman sekarang tidak bersikap dewasa seperti pada umumnya.
Yujin menatap wajah Eunsang. Sepertinya mood Eunsang buruk hari ini pikir Yujin. Yujin ingin menghiburnya. Akhirnya Yujin punya ide bagus untuk Eunsang.
"Eunsang! Nanti waktu pulang singgah ke mini market sebentar ya." Eunsang menoleh lalu tersenyum.
"Untuk apa?"
"Ada deh." lalu Yujin tersenyum. Eunsang pun ikut tersenyum melihat Yujin.
☆☆☆☆
Jangan lupa like dan komennya ya~~~
__ADS_1
Ah maaf kalau cerita kali ini lebih banyak cerita Junho 😓
Pokonya terimakasih udah baca😀😀