My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 29


__ADS_3

"Eunsang. Aku udah siap nih." ucap Yujin setelah turun dari kamarnya.


"Hm?" Eunsang menoleh ke arah Yujin. "Ya udah. Ayo berangkat. Kita udah terlambat." ucap Eunsang yang memakai jaket motornya. Eunsang berencana menaiki motor. Tapi kalau Yujin memakai rok itu....


"Hmmmm..... Kamu nggak ada baju lain? Maksudku itu terlalu pendek." ucap Eunsang menunjuk rok milik Yujin.


"Nggak ada lagi. Lagian ini nggak terlalu pendek kok."


"Gitu ya. Kalau aku sih nggak masalah kalau kamu nyaman. Tapi masalahnya kita nanti naik motor. Yakin nggak masalah?" tanya Eunsang lagi. Dia tidak mau membuat Yujin tidak nyaman.


"Iya juga ya. Sebentar ya. Aku ambil kain dulu." dengan terburu-buru Yujin berlari ke arah kamarnya.


Yujin mengambil kain panjang yang seperti selendang. Walau terlihat tipis Yujin yakin kain itu bisa menutupi pahanya yang terekspos.


"Udah nih. Ayo." ucap Yujin begitu sampai dihadapan Eunsang.


Eunsang mengangguk dan berjalan keluar. Waktu sudah menunjukkan pukul 9. Seharusnya Eunsang sudah sampai di Club dari tadi. Tapi apa boleh buat.


☆☆☆☆


"Kau yakin mau bertemu teman disini?" tanya Hyewon begitu melihat club yang terlihat ramai. Sepertinya dia sedikit trauma.


"Iya. Club ini milik sepupunya. Tapi sepupunya lagi pergi jadi dia yang menggantikan." Junho menarik tangan Hyewon untuk memasuki club itu tapi tangannya ditahan oleh Hyewon.


"Kau nggak bohongkan? Siapa tau kau mau menjualku seperti pria yang waktu itu." Hyewon melihat sekeliling. Dia melihat semua mata menuju padanya.


"Hey.... Dengar. Aku itu berbeda dari pria yang lain. Untuk apa aku menjualmu kalau uang yang diberikan bunda kusumbangkan semua? Lalu kamu tak perlu takut. Disini aman. Sepupu temanku nggak mengizinkan hal seperti itu. Oke?" begitulah Junho menenangkan Hyewon.


Mata Hyewon yang tadinya panik melihat sekeliling kini fokus menatap mata milik Junho. Sepertinya mata yang sekarang menatapnya itu membuatnya tenang. Lalu dengan perlahan Hyewon menganggukkan kepalanya.


Melihat Hyewon mengangguk Junho tersenyum lebar. Junho meraih tangan Hyewon dan menariknya pelan. Mengajak Hyewon masuk kedalam. Junho juga merasa risih dilihatin orang lain disana.


☆☆☆☆


"Gimana Seob? Nggak ada masalahkan?" tanya Eunsang pada salah satu karyawan Wooseok. Yeongseob namanya.


"Masalah apa? Kita aja belum buka. Kan club buka jam 10. Ini baru jam setengah 10." ucap Yeongseob.


"Ah. Iya juga. Oh ya. Kenalin ini Yujin. Istriku." Eunsang memperkenalkan Yujin.


"Ini yang kau bilang waktu itu? Aku kira kau bercanda. Oh ya, kenalkan saya Yeongseob. Ahn Yeongseob." pria itu mengulurkan tangannya.


"Saya Ahn Yujin." Yujin tersenyum kearah Yeongseob. Eunsang sedikit tidak suka melihat Yujin tersenyum ramah dengan orang lain.


"Eh? Kebetulan banget ya nama depan kita sama?" ucap Yeongseob begitu mendengar nama lengkap Yujin.


"Iya ya. haha." itu Eunsang yang merespon.


"Kami mau siap-siap untuk buka nih. Kamu duduk disini ya. Aku disitu siapkan gelas dan lain-lain." ucap Eunsang. Yujin hanya mengangguk dan duduk dikursi yang Eunsang maksud.

__ADS_1


"Ayo sana. Jangan mengobrol aja kau." ucap Eunsang mendorong tubuh Yeongseob.


"Biasa aja kali." Yeongseob pun pergi ke belakang.


☆☆☆☆


"Wah udah rame aja ya." ucap Hyewon begitu mereka sampai kedalam.


"Ya ini biasa sih. Tapi biasanya aku datang sebelum buka. Bantu dia dulu." ucap Junho. Dia menatap ke arah meja bartender mendapati Eunsang sedang mengobrol dengan perempuan.


"Maaf ya. Seharusnya kau bantuin teman mu itu. Gara-gara aku..." ucapan Hyewon terputus.


"Kamu kok bilang begitu sih? Udah ah jangan bahas yang udah lewat. Oh ya, kalau aku manggil kamu noona nggak masalah kan?"


"Ya?" Hyewon bingung kenapa Junho tiba-tiba berpikir seperti itu.


"Noona! Noona kok gemesin banget sih..." kali ini Junho mencubit sebelah pipi Hyewon.


"Apa? Kau ini..." mata Hyewon mendadak melotot.


"Gitu dong. Sekarang samperin temen aku dulu yuk." Hyewon hanya memgangguk dan mengikuti Junho dari belakang. Karena Junho menarik tangannya.


"Hey! Sama siapa tuh?" ucap Eunsang dari jauh. Yujin menoleh ke arah pandang Eunsang dan mengerutkan dahinya.


"Eh? Sunbae ternyata. Aku kira siapa yang bicara dengan laki-laki dingin ini." Ucap Junho setelah mempersilahkan duduk perempuan yang disampingnya.


"Iya sunbae. Dia itu- aw! Sakit tau!" ya apalagi kalau bukan ulah Eunsang. Eunsang melemparkan kain serbet pada Junho. Yujin terkekeh melihat kedua pria itu. Sedangkan Hyewon hanya tersenyum kikuk.


"Dari pada bahas yang nggak jelas lebih baik kau kenalkan siapa yang kau bawa ini. Jangan membuatku memikirkan yang nggak mau kau bayangkan." Eunsang mengambil lagi serbet yang dilemparnya.


"Oh kenalkan ini.... Gimana ya aku bilangnya. Hmm ini noona ku." ucap Junho. Eunsang langsung mengerutkan dahinya. Noona? Sejak kapan bunda Junho punya anak perempuan? Dan lagi mereka tidak terlihat mirip.


"Noona? Mau berantem bilang. Sejak kapan kau punya noona? Aku tau semua seluk beluk keluarga mu." ucap Eunsang kembali mengerjakan pekerjaannya.


"Kau ini nggak percayaan kali sih. Noona kenalkan ini Eunsang teman kuliah aku. Dan ini istrinya, Yujin." begitulah Junho memperkenalkan kedua orang itu.


Hyewon langsung menatap Yujin dan Eunsang tak percaya. Bagaimana tidak. Barusan Junho menyebut bahwa kedua orang itu sepasang suami-istri.


"Yah. Aku Yujin. Kalau eonni?" ucap Yujin begitu menyadari tatapan Hyewon.


"Ah. Nama aku Hyewon. Kang Hyewon." Hyewon masih tersenyum kikuk.


"Noona santai aja. Mereka ramah kok. Walau kadang-kadang si Eunsang ini kelewatan tapi dia baik kok." ucap Junho lalu memegang tangan Hyewon.


Hyewon hanya mengangguk sambil menatap Junho. Yujin merasa kalau mereka lebih dari sekedar hubungan noona dan deongsaeng.


"Dia ini tinggal di rumahku. Bunda yang menyuruhnya. Bunda kesepian jadi noona ini yang menemani bunda. Ah biar kalian nggak salah paham noona ini anak teman bunda." jelas Junho. Tapi Junho tidak memberi tahu kalau Hyewon sudah mempunyai anak. Hyekyu.


"Oh gitu ya. Maaf ya noona? Haruskah aku memanggilnya begitu? Yah pokoknya maaf. Bukannya kami nggak percaya. Hanya saja anak ini memang nggak bisa dipercaya." ucap Eunsang. Yujin hanya tertawa.

__ADS_1


"Udah. Lebih baik kamu diam aja. Eonni ini terlihat takut denganmu. Eonni bicara denganku saja. Bicara dengan kedua pria ini nggak menyenangkan." Hyewon pun akhirnya tersenyum lepas. Junho yang melihatnya juga tersenyum.


"Eh! Kau bantu aku sini. Bentar lagi bakal rame." ucap Eunsang. Terpaksa Junho membantu Eunsang membiarkan kedua perempuan itu bicara panjang lebar.


☆☆☆☆


"Kau yakin mau kesini? Nanti kalau ketemu Eunsang dan temen-temennya gimana?" tanya Jeno pada Jaemin.


"Yah tujuanku kan bukan ketemu mereka. Aku cuma mau refresing. Lagian mereka juga nggak mau cari ribut kalau nggak penting. Kayak nggak tau mereka aja." ucap Jaemin santai. Mereka sudah memasuki club milik Wooseok.


"Terserah sih. Maksud aku kan baik. Lagian masalah kemarin itu belum selesai." ucap Jeno pasrah. Mereka sudah duduk di kursi yang disediakan club itu.


"Santai aja kali." ucapnya lalu dia memanggil pelayan club lalu memesan minuman untuk mereka.


Selama menunggu pesanan mereka Jeno sibuk menatap layar ponselnya. Biasa seorang informan harus cepat mendapatkan informasi yang penting. Jadi dia mengecek ponselnya. Siapa tau ada berita besar.


Sementara Jaemin melihat sekitar club itu. Siapa tahu ada mangsa baguskan. Matanya tertuju pada dua perempuan yang baru saja keluar dari toilet. Jaemin melihat ke duanya tertawa lepas.


Ya. Jaemin sudah menemukannya. Yang satu tinggi, dan juga memiliki lesung pipi. Dan satunya lagi cukup tinggi dan sangat cantik. Kenapa dia merasa hari ini dia beruntung.


(lu nggak tau aja kalo dua orang tu dah ada pengawalnya)


Minuman mereka akhirnya datang. Jeno langsung menyimpan ponselnya dan meminum minumannya. Lalu menata Jaemin yang sibuk memandang ke arah lain.


"Kau lihat apa sih?" ucap Jeno lalu mengikuti pandangan Jaemin.


Wah. Kata itu yang keluar dari mulutnya. Ada dua perempuan cantik di club ini. Jarang banget mereka melihat seperti itu. Tunggu. Sepertinya Jeno mengenal salah satunya.


"Itukan yang selalu pulang pergi bareng Eunsang." ucap Jeno.


"Kau kenal?" tanya Jaemin. Kali ini dia menatap Jeno.


"Hmm dibilang kenal juga nggak sih. Tapi aku sering lihat dia boncengan bareng Eunsang. Ituloh yang masalah dimading. Itu perempuan yang ada dimading bareng Eunsang." Jelas Jeno.


Sial. Padahal tadi Jaemin mau mendekati perempuan yang dibilang Jeno. Kalau begini kan pusing jadinya. Jaemin malas berurusan dengan Eunsang. Bukan takut. Malas.


"Bodo lah. Ayo. Yang penting hiburan." ucap Jaemin lalu beranjak dari duduknya berjalan menuju kedua perempuan itu. Jeno pun mengikutinya.


"Halo. Boleh kenalan nggak?" ucap Jaemin pada kedua perempuan itu begitu sampai didekat mereka.


"Ya?"


☆☆☆☆


Jangan lupa like dan komennya ya~~~


Ah! Jangan lupa Yunseong menunggu komen kalian. Dia udah nggak sabar pengen cerita.


Makasih~~~

__ADS_1


__ADS_2