My Handsome CEO : I Love You, Pak

My Handsome CEO : I Love You, Pak
Seribu Tahun Enggak Cukup


__ADS_3

Beberapa hari setelah itu, Kalista kurang bisa mengagumi ketampanan Julio sebab Bapak Julio yang Super Duper Tampan dan Yummy sibuk keluar masuk kantor di jam acak. Apalagi, Sergio juga mulai mengajak Kalista bekerja denganya sekalipun dia selalu menyuruh Kalista mengerjakan pekerjaan yang 'tidak terlalu penting'.


Gara-gara itu, Kalista jadi tidak semangat.


Bukan cuma Kalista, Sergio belakangan juga dibuat super duper bete. Setiap kali ia melihat Kalista duduk, dia cuma memandangi foto-foto Julio di ponselnya yang bahkan dia edit menjadi video. Sergio syok saat menemukan salah satu akun fanclub-nya Julio ternyata dipegang oleh Kalista.


Gara-gara itu, Sergio badmood siang malam.


"What's eating you?" tanya Julio saat kebetulan Sergio masuk ke ruangannya untuk mengantar berkas. "Kamu kayak Mami kalo lagi bete karena bajunya mendadak kekecilan."


"Haha, funny."


"Serius, kamu kenapa? Enggak enak banget ngeliat muka orang mengkerut siang malem."


Sergio berdecak. Sebenarnya ia juga bete karena hal semacam ini mengganggunya tapi demi Tuhan Sergio tidak bisa berhenti memikirkan itu. Kenapa sih Kalista tidak melihatnya? Kenapa?


"Kenapa sih Kalista demen banget sama kamu sementara enggak sama aku? I mean like, apa yang kamu punya aku enggak punya? Nothing!"


Julio membuka mulutnya tapi tertahan dari mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Ia mau mengatakan kalau Sergio sangat terobsesi pada Kalista sebagaimana Kalista sangat teribsesi pada Julio, tapi anak ini pasti akan sibuk menyangkal walau ujung-ujungnya itu benar.


"Mungkin dia enggak ngerasa kamu orang asing," jawab Julio setelah memikirkannya baik-baik. "Kamu sama Kalista pisah tiga taun tapi itu enggak bikin dia ngerasa kamu bukan kamu lagi. Dia enggak asing sama kamu so kamu ya tetep kamu."


"Terus? Itu bikin dia buta kalo aku ini sebenernya pacar yang dia idam-idamin di hidupnya?" balas Sergio jengkel walau bukan pada Julio. "Aku cuma, ugh! I can't stop thinking about it!"


"Sergio, listen to me." Julio menghela napas, mau tak mau harus memberi dia sedikit saran sebagai kakaknya. "Perempuan itu makhluk aneh."


"Kak, trust me, aku tau semua jenis keanehan cewek karena aku kepentok sama cewek paling aneh di dunia."


"Maksud aku, Sergio," Julio menekan nadanya baik-baik agar anak ini berhenti gelisah dan setidaknya sedikit mendengarkan nasehat, "perempuan itu suka laki-laki yang brengsek. Kamu tau, kayak badboy or whatever you named it. Mereka suka sama orang yang jelas-jelas enggak peduli sama mereka dan itu yang bikin mereka aneh."


"Kamu terlalu terang-terangan suka sama Kalista."


Julio menyandarkan punggungnya pada kursi, menatap adiknya itu lelah.


"Kamu bikin Kalista tau kalo kamu sayang banget sama dia. Makanya dia enggak ngerasa dia harus ngelakuin sesuatu buat kamu. Because ... ngapain? Tanpa harus ngelakuin sesuatu, dia udah dapet kamu. So there's nothing special about you, specifically for her."


Sergio seketika terdiam. Tapi tak lama kemudian ia menyangkal. "Terus kenapa cewek selalu ngeluh kalo cowoknya cuek?"

__ADS_1


"Karena kamu bukan cowoknya."


Jawaban yang makjleb.


"Sergio, udah aku bilang perempuan itu aneh. Sebelum jadian, mereka malah suka orang cuek. Setelah jadian, mereka enggak mau dicuekin. Kalo kamu mikirin alasannya apa, seribu tahun pun enggak cukup."


Sergio mau tak mau berpikir bahwa itu benar. Satu-satunya yang membedakan antara Sergio dan Julio juga Agas dulu adalah ... Sergio menyukai Kalista sementara Agas dan Julio tidak.


"Stupid," umpat Sergio tak habis pikir. "Ngapain juga gitu dia repot-repot ngejar orang yang enggak suka sama dia padahal udah jelas ada yang terjamin?"


"Sergio." Julio menepuk lengan adiknya prihatin. "Makanya mereka dibilang 'perempuan'."


"Terus apa? Terus maksudnya aku mesti bilang 'Kalista, I'm over you so you can go dan kiss my brother' gitu?"


"Maybe?" Julio beranjak. "Terus terang aku juga rada enggak nyaman kalo pacar kamu malah terobsesi sama aku, as your brother. Jadi gimana kalau sekarang aku yang jadi sahabatnya Kalista dan kamu yang jadi 'cowok dingin untouchable'nya?"


"What do you mean?"


Julio mengangkat bahu, tak menjawab karena sebentar lagi juga Sergio akan mengerti.

__ADS_1


*


__ADS_2