
Kalista berjalan lesu memasuki ruangan Julio. Sesuai saran Sergio, ia diam karena suasana hati Julio pasti buruk. Sangat buruk malah, sampai tadi dia terlihat menakutkan.
Takut membuat dia marah padanya, Kalista putuskan diam. Pokoknya diam sampai diberi perintah.
Sebuah keputusan yang sangat Kalista banggakan pada dirinya padahal membuat Julio kesal bukan main.
Kenapa Kalista diam saja? Mana cengiran memujanya? Mana haha-hehe menggemaskannya? Jangan bilang dia masih terlalu menyukai pertemuan dengan Bu Direktur kemarin jadi dia tidak punya waktu dan hati untuk Julio?
"Ck!" Julio memukul mouse komputernya sendiri karena terlalu kesal.
Ngapain sih aku mikirin? Inget Sergio, Julio. Kenapa kesannya jadi harus banget dia perhatian?
Di sisi lain, Kalista yang terkejut akan kemarahan Julio menjadi lebih takut lagi. Kayaknya Julio benar-benar marah digosipkan orang.
Yah, tidak banyak orang seperti Kalista yang bisa berkata 'cuekin aja' pada gosip. Namun kalau Julio benar-benar punya pacar, apa berarti Kalista sekarang jadi pelakor?
Oh tidak. Jangan bilang ia dihina gundik kemarin-kemarin karena mereka tahu Julio punya pacar?
Bagaimana jika Astrid memberitahu pacar Julio betapa ganjen Kalista dan dia marah? Melawan Astrid sudah menakutkan, apalagi melawan tambahan pacarnya Julio.
Kalista menyambar ponselnya, buru-buru mengetik pesan pada Sergio.
Kalista :
Help me 😭😭😭😭
Sergio :
What's going on?
Disuruh presentasi lagi?
Rasain 😜
Kalista :
Bukan, Gonggong! 😡
Gue enggak mau jadi pelakor! 😢
Sergio :
Woho, santay cuy.
__ADS_1
Ngerebut gue enggak bikin lo jadi pelakor kok.
it's called true love 😘
Kalista :
Najis 🤮
Maksud gue tuh Kak Julio!
Kalo pacarnya ngira gue pelakor, bisa abis gue dilabrak!
Tapi kalo dateng beneran gue jambak balik sih
Emosi dikit gue dia macarin pangeran gue 😭😭
Huaaaa, Kak Julio sayang 😭😭😭😭
I love you, Kak 😭😭😭
Sergio :
Lo yang najis, Babi 🖕🤬😡
Kalista :
Di ruangannya, Sergio mendengkus. Memang Kalista tuh kadang bikin mau makan dia bulat-bulat. Tapi yang menyebalkan, Sergio membantunya juga.
Sergio beralih ke room chat bersama kakaknya, menghubungi dia lewat sana.
Sergio :
Kalista insecure.
Katanya kalo pacar lo marah, nanti dia dikira pelakor.
Bro, do you really have a girlfriend?
Why do you not telling me?
Sergio kepo soalnya dia bilang dia jomblo. Walau Julio tidak cerewet tapi dia juga tidak perlu berbohong buat hal semacam itu, kan?
Apalagi pada Sergio.
__ADS_1
Lalu, di ruangan Julio lagi. Pria itu menatap chat adiknya sebelum melirik Kalista yang ternyata sibuk bertukar teks dengan Sergio.
Ekspresinya berubah-ubah, tidak secuek dia kemarin meninggalkan Julio.
"Kalista."
"Eh, monyet." Kalista melatah dan ponselnya jatuh. "Maksud saya, iya, Pak?"
"Sini kamu."
Kalista pucat pasi beranjak. Perasaannya tidak enak mendengar nada suara Julio begitu ketus.
Sialan! Terkutuklah semua mulut yang membuat Julio sebal! Mereka benar-benar tidak tahu diri karena terus berbicara padahal mereka sendiri tidak sempurna!
Mati saja sana!
"Kayaknya kamu punya banyak waktu ngadu ke Sergio lagi, yah." Julio memperlihatkan chat Sergio yang seketika membuat Kalista panas dingin. "Kalo ada urusan sama saya, ngomongnya sama saya bukan Sergio."
"Maaf, Pak." Kalista menunduk. Ia paham Julio sedang marah besar jadi Kalista bersikap profesional. "Saya enggak ngegosip soal Bapak. Saya cuma—"
"Cuma apa?"
".... Enggak, Pak." Kalista meremas tangannya kuat-kuat, mendadak takut.
Galak bener, anjir. Kalista tidak tahu kalau Kak Julio yang manis dan lembut kalau marah bisa seperti ini.
"Udah berapa kali juga saya bilang sama kamu jangan manggil saya Pak. Saya bukan bapak-bapak."
"Maaf, Pak." Kalista spontan menjawab, lalu tersadar ia salah ucap. "Maksudnya—"
"Kamu tuh kalo saya ngomong denger enggak, sih?"
Kenapa malah dilampiasin ke gue?! Kalista menangis dalam hati tapi berusaha kalem di luar. "Iya, Kak. Saya enggak gitu lagi."
"Enggak gitu lagi gimana? Kayaknya dari kemarin kamu ngomong enggak gitu lagi enggak gitu lagi tapi gitu-gitu juga."
Eh?
"Kamu tuh ngapain sih ke sini, hah? Mau main-main?"
Kalimat itu sukses membuat Kalista mematung.
*
__ADS_1
Dukung karya ini dengan like 👍 kalian dan mampir ke karya author lainnya 👇