My Handsome CEO : I Love You, Pak

My Handsome CEO : I Love You, Pak
Dua Orang Jahat


__ADS_3

Sekretaris Julio mendorong pintu ruangan terbuka setelah mengetuknya. Wanita itu datang karena Julio tak kunjung keluar padahal ini jadwalnya untuk bertemu tamu. Mereka bahkan sudah menunggu di ruang pertemuan.


Tapi wanita itu mau tak mau tercengang karena Julio ternyata lagi di sofa, berbaring memeluk Kalista yang tertidur pulas.


"Maaf, Pak." Dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan rasa antusias dapat gosip baru tapi berusaha keras tetap ditahan, wanita itu membungkuk. "Tamu dari litbang AI sudah siap di ruang rapat, Pak. Lima menit sebelum waktu temu janji."


Julio justru meletakkan tangan di depan bibir, mengisyaratkan sekretarisnya yang bernama Megan itu untuk mendekat.


"Ya, Pak?"


"Kalo sampe yang kamu liat ketahuan di luar," Julio tersenyum manis, "tau kan?"


Megan mengangguk kaku. Enggak jadi gosip!


"Terutama Sergio. Mulai sekarang kalau Sergio mau ke ruangan saya, ada saya, langsung kasih tau."


"Baik, Pak."


"Ambilin saya selimut."


Megan buru-buru pergi mengambil selimut dari rak, memberikannya pada Julio. Tak disangka Julio membentangkan selimut itu untuk menutupi tubuhnya dan Kalista, bersama.


"Pak, pertemuannya?"


"Kamu enggak liat saya sibuk?"


Megan cengo. Seorang Julio melewatkan pertemuan begitu saja, walaupun tidak terlalu penting, hanya demi tidur di sofa?


"Bilang aja saya ada urusan lain. Kalo enggak mau nunggu, suruh dateng lagi besok."


"...."


"Kamu ngerti?"


"Baik, Pak."

__ADS_1


Julio mengusir sekretarisnya dengan isyarat tangan. Setelah itu Julio kembali fokus memeluk Kalista yang tertidur pulas lantaran ciuman tadi.


Memang dasar aneh.


*


Kalista tersadar dari tidurnya setelah pulas melampiaskan segalanya dalam mimpi. Gadis itu mengerjap, tersenyum lebar mengingat ciumannya ... sampai tidak sadar Julio menatapnya tanpa berkedip.


Kalista spontan memekik.


"O-ow, relax, Kalista."


Perempuan itu mengerjap. "Sori, Kak." Lalu cengengesan. "Spontan."


Julio mau tak mau tertawa. "Emang kamu tuh." Pria itu menyentil hidung Kalista. "Lama banget tidurnya."


Kalimat yang membuat Kalista ingat bahwa ia punya pekerjaan dan jelas Julio lebih-lebih. "Jam berapa, Kak?"


"Hampir jam makan siang, maybe?"


Itu sih namanya keterlaluan!


"Kak, maaf banget. Akunya enggak—"


"Ssshhh. Enggak pa-pa." Julio menariknya berbaring lagi. "Bobo lagi kalo mau."


Kalista meringis penuh rasa bersalah.


"Ooow, kasian. Kamu ngerasa bersalah yah udah bikin aku ngelewatin banyak banget kerjaan? Hm?"


"Kak, maaf."


"Susah sih dimaafin." Julio menekan dagu Kalista. "Kecuali pake ini."


Sebelum Kalista banyak omong, Julio kembali menciumnya. Julio sejujurnya belum puas tadi, makanya dari tadi Julio menunggu dia bangun. Lagian bisa-bisanya orang malah tidur setelah mereka ciuman sepuluh kali.

__ADS_1


Bukankah itu agak berlebihan? Julio belum melakukan apa pun selain itu tapi dia sudah tepar.


Jemari Julio menyelip di sela-sela jemari Kalista, meremasnya sebagai pelampiasan. Seluruh hasrat Julio tersalurkan dalam ciuman itu. Ia menggigit bibir Kalista, menjilatinya lalu menggigitnya lagi dan mengisapnya.


Tentu saja, itu membuat Kalista mengerang.


"Aku udah pelan-pelan," bisik Julio. "Bales, dong. Belajar."


Kalista memajukan wajahnya, balas mencium Julio dengan cara yang payah tapi manis.


Mungkin mereka tidak peduli soal makan siang sama sekali asal saling bertukar liur di sana, namun tentu saja orang lain peduli.


Di saat semuanya terasa menyenangkan, Megan malah memberi peringatan.


"Pak Sergio bawain makanan Kalista, Pak."


Julio berdecak tapi buru-buru beranjak, merapikan dirinya. Kalista ikut berdiri, merapikan dirinya pula sambil masing-masing menjilati bibir mereka.


"Kalista, jangan bilang—"


"Sergio." Kalista mengangguk. "Siap, Kak."


Julio tersenyum geli. "That's my girl."


Pintu yang terkunci otomatis terbuka sebelum Sergio mencapainya. Kedua orang jahat itu masing-masing telah duduk di kursi mereka, bersikap seakan-akan mereka mengerjakan sesuatu seharian ini.


"Lo ngapain pake selimut?" tanya Sergio sambil meletakkan makanan Kalista di mejanya.


"Dingin," jawah Kalista cuek.


"Terus ngapa lo keringetan?"


*


pengumuman :

__ADS_1


Kalista sementara mungkin berhenti update. Melihat kemajuan dari karya ini, author mungkin harus drop karyanya karena enggak memenuhi target bacaan. Maaf yah untuk pembaca yang udah suka bahkan sayang. Author juga mau lanjut, tapi author juga harus tau mana yang lebih prioritas. Sekali lagi maaf 🙏🙏🙏


__ADS_2