My Husband Perfect

My Husband Perfect
BAB 14


__ADS_3

Tasya sedang membuat jus jeruk di dapur, siang ini udara sangat panas, dibayangkan akan enak jika minum yang segar-segar.


Saat tangan Tasya mengaduk jus di dalam gelas dengan sendok, suara beradu antara sendok dan gelas pun terdengar.


"Wah sedang bikin apa nih? Mom mau juga dong," suara Mom Zelea mendekati Tasya.


Tasya tersenyum. "Hanya jus jeruk, Mom. Kalau Mom mau, akan Tasya buatkan."


"Terimakasih, Sayang. Tapi Mom tadi hanya becanda, kalau sudah selesai temui Mom di ruang keluarga ya? Mom mau bicara." Mom Zelea tersenyum sembari menepuk lembut bahu Tasya sebelum ahirnya pergi dari sana.


Setelah kepergian Mom Zelea, Tasya duduk di kursi yang ada di dapur, ia kemudian meminum jus jeruk yang barusan dibuatnya itu, karena tidak mau membuat Mom Zelea lama menunggu.


Setelah jus jeruknya habis, Tasya segera menuju ruang keluarga untuk menemui Mom Zelea.


"Duduk di sini, Nak," pinta Mom Zelea begitu melihat Tasya masuk ke ruangan tersebut.


Tasya menurut tanpa berniat untuk menolak, kini ia duduk di sebelah mertuanya yang baik itu.


"Ada apa ya, Mom? Sepertinya ada hal serius?" tanya Tasya, dan Mom Zelea langsung tersenyum mendengar pertanyaan menantu cantiknya itu.


"Tidak serius, Sayang. Kamu tidak usah tegang," ucapnya lembut sembari mengusap bahu Tasya.


Tasya ikutan tersenyum, hatinya bersyukur jika tidak ada hal serius atau hal yang begitu mengkhawatirkan.


Kini arah mata Tasya mengikuti pergerakan tangan Mom Zelea, yang sedang mengambil sesuatu di atas meja tepat di dekat mereka.


Sebuah kotak beludru berwarna merah, Tasya belum mengerti saat Mom Zelea mengambil kotak itu dibawanya di hadapan Tasya, hingga ahirnya ia terkejut mendengar ucapan yang dilontarkan Mom Zelea.


"Happy birthday ... Hadiah untuk kamu sayang."


Bibir Tasya seketika melongo dengan ekspresi wajah terkejut, sampai-sampai tidak menyadari kini Mom Zelea sudah memasangkan kalung emas di leher jenjangnya yang putih itu.

__ADS_1


Tasya menyentuh kalung yang sudah Mom Zelea pasang di lehernya. "Mom, ini berlebihan, aku tidak perlu di kasih hadiah semewah ini."


"sussttt, ini tidak berlebihan dan ingat jangan pernah kamu lepas, ok."


Mau tidak mau Tasya ahirnya menerima hadiah kalung dari Mom Zelea, menolak pun juga percuma.


*


*


*


Hari sudah sore Tasya yang sudah bersiap untuk pulang bersama Tia, langkahnya dicegah oleh Mom Zelea.


"Ada apa, Mom?" tanya Tasya, karena tidak biasanya Mom Zelea mencegahnya saat mau pulang.


"Mom mau ikut, sudah lama Mom tidak berkunjung ke mansion anak Mom sendiri, malah mansion Mom yang sering di kunjungi anak menantu," ucapnya dengan bibir mayun.


Ahirnya mereka bertiga pergi meninggalkan mansion utama itu.


Setelah tiba di mansion Enzo, Tasya langsung masuk ke dalam kamarnya, Tia menuju dapur tempat biasa para pelayan berkumpul, sedangkan Mom Zelea ingin menemui putra kesayangannya.


"Nyonya," sapa dua pengawal yang menjaga pintu ruang kerja Enzo, begitu melihat ibu dari sang Tuan datang.


"Saya mau bertemu putraku."


"Baik, Nyonya." Salah satu pengawal menjawab, kemudian membukakan pintu ruang kerja Enzo.


Enzo yang sedang duduk di sofa sembari bermain ponsel, langsung terkejut saat melihat pintu ruang kerjanya dibuka dari luar dan seketika itu menampakkan sosok wanita yang telah melahirkannya.


"Mom, Mommy berkunjung?" tanya Enzo sedikit terdengar gugup begitu pintu ruang kerjanya kembali di tutup.

__ADS_1


Mom Zelea tidak langsung menjawab, hanya tersenyum kemudian duduk di sofa yang sama dengan Enzo.


"Ya, tidak salah bukan jika Mom berkunjung" Mom Zelea mengangkat satu kakinya bertumpu dengan kaki satunya lagi dengan gerakan anggun.


Enzo tersenyum di paksakan. "Daddy tidak ikut, Mom?"


Mom Zelea menggelengkan kepalanya. "Tidak, hanya Mom sendiri."


"Mom mau tanya sesuatu," ucapnya lagi kemudian.


Enzo sudah menebak, bahwa kedatangan Mom Zelea kemari pasti ada tujuan tertentu, jika tidak pasti wanita itu tidak sampai masuk ke ruang kerjanya.


"Mom mau tanya apa?" Enzo bersikap tenang.


"Sekarang hari apa?"


Enzo jadi bingung ketika Mom Zelea tanya sekarang hari apa? Ada apa dengan hari ini pikir Enzo.


"Hari Kamis, Mom."


Mom Zelea tersenyum miring. "Kamu benar, tapi ada yang kamu lupakan atau malah kamu tidak tahu sama sekali," ucapnya pelan, tapi jelas maknanya menyindir.


Enzo masih memikirkan perkataan Mom Zelea, apa bila hari ulang tahun salah satu keluarganya atau hari sepesial lainnya sudah Enzo tandai di tanggal hp untuk jadi pengingat, tapi sejak pagi tidak ada notifikasi dari hp nya.


"Jujur sama Mommy seperti apa hubungan kalian selama ini?"


Enzo langsung terkejut mendapat pertanyaan seperti itu dari Mom Zelea, di tambah tatapan tajam dari wanita yang sudah melahirkannya itu, kini Enzo makin mengerti bahwa saat ini Mom Zelea tengah curiga dengan hubungannya bersama sang istri.


"Maaf, Mom. Selama ini kami hanya bersandiwara di depan Mom dan Daddy."


Deg!

__ADS_1


__ADS_2