My Husband Perfect

My Husband Perfect
BAB 8.


__ADS_3

Pagi ini setelah sarapan pagi, Tasya kembali berkunjung ke mansion mertuanya, dengan ditemani Tia pelayan yang selalu menemani Tasya.


"Jadi kamu bisa melakukan pemijitan terapi pada kaki yang lumpuh?"


Begitu pertanyaan Dad Zeon, setelah mendengar cerita Tasya, bahwa dirinya semasa masih tinggal di Asrama selalu menemani gurunya saat melakukan terapi apa bila ada kaki seseorang yang lumpuh atau orang itu sakit.


Zelea yang saat ini duduk di sebelah Zeon, sedang menatap hangat ke arah Tasya, hatinya merasa bangga memiliki menantu yang mandiri dan suka membantu.


Ya, Zeon dan Zelea sudah tahu bahwa calon menantu mereka telah di tukar, gadis yang mau mereka pinang yang bernama Elis, tapi ternyata Elis menolak pernikahan karena kekurangan Enzo.


Dan ternyata keluarga Gunawan masih memiliki putri yang lain, yaitu Tasya yang selama ini hidup di Asrama sejak usianya delapan tahun.


Awalnya Zeon dan Zelea merasa dipermainkan dengan keluarga Gunawan, karena tidak membicarakan dengannya mengenai pengantin yang di ganti.


"Iya, Dad. Tasya mau membantu Lala, siapa tahu Lala bisa sembuh," ucapnya dengan tulus.


Zeon mengangguk. "Baiklah, Daddy ijinkan."


Zelea langsung bergelayut manja di lengan Zeon, setelah mendengar ucapan persetujuan suaminya.


Zeon menatap istrinya yang bersandar di bahunya. "Malu dilihatin menantu," ucapnya lembut seperti angin berhembus, sangat pelan.

__ADS_1


"Eh." Zelea langsung sadar bahwa saat ini tidak hanya mereka berdua.


Tasya tersenyum melihat tingkah kedua mertuanya, yang masih saja berlaku romantis meski diusianya yang tak lagi muda.


*


*


*


Lala baru saja selesai mandi dengan dibantu suster yang membantu merawat Lala. Karena keadaannya yang tidak bisa berjalan, meski sudah remaja membuatnya tetap dibantu untuk mandi.


Kini Lala duduk di atas ranjang, gadis yang cantik baru selesai mandi itu sedang sarapan pagi.


Tasya duduk di samping Lala, menunggu gadis belia itu selesai sarapan pagi.


Lala termasuk gadis yang susah didekati, dia lebih banyak diam, tragedi kecelakaan mobil satu tahun lalu bersama Enzo membuatnya jadi gadis pendiam.


Tapi Tasya tidak menyerah begitu saja, ia tahu Lala susah di dekati, tapi Tasya terus berusaha mengajak Lala untuk bicara, hingga ahirnya Tasya bicara mengenai tujuannya yang ingin membantu Lala sembuh.


"Apa Kakak boleh memijit kaki Lala?" Tasya bertanya untuk meyakinkan bahwa Lala benar-benar mau ia pijit.

__ADS_1


Lala nampak sedang berpikir, mengikuti terapi kaki bukan pertama kali bagi Tasya, bahwa sebelumnya ia sudah pernah, meski tidak berpengaruh sama sekali pada kakinya dan masih belum bisa berjalan, membuatnya putus asa.


"Lala boleh ragu, tapi tidak salah apa bila Lala coba."


Ucapan Tasya kembali Lala dengar, karena rasa ingin sembuhnya besar, Lala pada ahirnya mau diterapi akupuntur oleh Tasya.


Tasya melakukan pemijitan di kaki Lala dengan pelan dan penuh kehati-hatian, sembari mengajak mengobrol Lala, supaya gadis itu tidak terfokus dengan rasa sakit, saat dalam proses pemijitan di kakinya.


Tasya tidak mau terlalu memaksa Lala, ia cukup tiga puluh menit melakukan pemijitan di kaki Lala, semua pelan-pelan yang penting Lala merasa nyaman lebih dulu.


Setelah itu Tasya membiarkan Lala untuk beristirahat, Lala bersandar di sandaran ranjang sembari mendengarkan cerita Tasya.


Tasya yang bercerita hal positif bahwa saat kita mau berusaha keras pasti apa yang kita inginkan pasti akan membuahkan hasil.


Tasya mau Lala harus selalu semangat untuk bisa sembuh dan bisa berjalan lagi, meski baru kenal dengan Lala, tapi Tasya sangat menyayangi adik iparnya itu.


"Terimakasih, Kak." Lala tersenyum, dan ini kali pertama Lala tersenyum ke arah Tasya.


Melihat senyum Lala yang telah lama hilang kini mulai kembali, Tasya semakin ingin berusaha membantu adik iparnya itu untuk bisa berjalan lagi.


Apa bila Tasya sedang berencana untuk kesembuhan Lala, berbeda dengan seseorang di sebuah gedung bertingkat.

__ADS_1


Pria berpakaian jas hitam itu, saat ini sedang marah, marah karena target yang ingin dia lenyapkan sampai saat ini masih hidup.


"Enzo Alexa aku pasti akan menghabisimu!"


__ADS_2