
Di dalam sebuah dapur, seorang wanita cantik sedang membuat ramuan.
Ramuan yang ia yakini bisa membantu mengobati kaki Lala, karena ia tahu hal ini sebab sebelumnya sering melihat juga membuatkan ramuan atas perintah gurunya waktu di Asrama.
"Apa Nona mau dibantu?" Tia yang berdiri di samping Tasya menawarkan diri.
"Tidak perlu, sebentar lagi akan selesai," jawab Tasya dengan sungguh.
Saat sedang membuat ramuan untuk Lala, Tasya tiba-tiba teringat Enzo, bibirnya tersenyum tatkala mengingat Enzo yang sampai saat ini masih bersikap dingin.
"Menurutmu, bagaimana cara membuat laki-laki jatuh cinta?" Tasya malah bertanya pada Tia, gadis itu langsung bingung harus menjawab apa?
Karena dalam hati Tia takut salah memberikan jawaban.
"Apa aku salah menginginkan cinta dari suami aku?" Tasya kembali bertanya namun kali ini sambil tersenyum.
Tia pikir apa yang Tasya inginkan itu tidak salah, karena Tasya adalah istri sah, dan dia berhak mendapat cinta dari suami sendiri.
Saat Tia yang diajak bicara masih setia bungkam, Tasya kembali bicara dengan nafas yang terdengar lelah.
"Sepertinya aku harus sabar sampai dia bisa mencintaiku, itu kalau dia bisa mencintaiku nantinya, kalau tidak-," Tasya menghela nafas berat tanpa mau melanjutkan ucapannya lagi.
Untung ramuan yang Tasya buat kini sudah jadi, jadi wanita cantik itu kembali fokus dengan tujuannya tadi, bukan ngelantur memikirkan suaminya yang belum mencintai.
__ADS_1
"Ini yang berada di gelas satunya kamu pindah ya? Untuk Kak Enzo," jelas Tasya.
Hah, lagi-lagi masih teringat suaminya, meski mau minum juga belum tentu.
Tia mengangguk untuk menjalankan perintah Tasya.
Tasya kembali mendatangi kamar Lala, di sana ada suster yang sedang menemani Lala.
"Ayo, sayang kamu minum, pelan-pelan saja ya?"
Dengan penuh perhatian Tasya meminta Lala untuk minum ramuan.
"Pahit, kak," ucap Lala begitu setelah minum satu tegukan sembari menjulurkan lidahnya.
Dan ahirnya meski rasanya pahit dan sangat tidak enak, Lala tetap menghabiskan ramuan itu, karena ia ingin sembuh.
Sore itu setelah pulang dari mansion, Tasya langsung menuju kamarnya, wanita cantik itu langsung mandi untuk membersihkan diri.
Tiga puluh menit lamanya Tasya berada di dalam kamar mandi, karena sedang menggunakan lulur, jadi lama di dalam sana.
Setelah selesai mandi, Tasya sengaja mengambil celana pendek berbahan Levis, serta kaos oblong ukuran XL.
Di pakai di badan Tasya yang tidak kurus juga tidak gemuk, nampak cantik, sengaja membiarkan paha putih mulusnya terekspos, karena ingin melihat reaksi Enzo.
__ADS_1
Tasya tersenyum sendiri mengingat ide gilanya itu yang ingin menggoda suaminya sendiri.
Tasya keluar kamar, tujuannya langsung ke ruang kerja Enzo, tidak lupa membawa ramuan yang tadi dibuatnya waktu di mansion mertuanya. Karena Tasya ingin Enzo bisa berjalan lagi.
Begitu sampai di sana, seperti biasa penjaga pintu ruang kerja Enzo akan melapor lebih dulu, baru kemudian Tasya diijinkan masuk.
"Kak Enzo ..." sapa Tasya dengan nadanya yang terdengar manja begitu ia masuk.
Enzo yang saat ini duduk di kursi roda yang sedang mau mengambil minuman, ia langsung menoleh ke arah sumber suara begitu mendengar sapaan Tasya.
Sampai membuat Enzo terkejut, bukan kehadiran Tasya yang tiba-tiba, karena pengawalnya tadi sudah infokan, tetapi karena Tasya datang dengan menggunakan celana pendek hingga mengekspos paha putih mulusnya.
Apa apaan dia, memakai celana pendek seperti itu, di luar kan banyak laki-laki, batin Enzo kesal sembari membuang nafas berat.
"Kak Enzo, ini aku buatkan ramuan untuk Kak Enzo, ini sangat bagus untuk kesehatan kaki Kak Enzo, supaya bisa jalan lagi." Tasya duduk di kursi sofa sebelah kursi roda yang saat ini Enzo dudukki.
"Siapa yang nyuruh!" pertanyaan dingin Enzo sembari menatap tajam.
Tasya hanya merespon dengan menyengir kuda. "Tidak ada, aku buatkan sendiri untuk Kak Enzo." Tasya membuka tutup botol dan menyodorkan botol berisi ramuan ke tangan Enzo.
Enzo tersenyum miring dan menerima botol tersebut, Tasya ikut tersenyum merasa bahagia, tapi siapa sangka perbuatan Enzo selanjutnya membuat Tasya tercengang.
"Aku tidak butuh ramuan ini dan jangan pernah buatkan aku ramuan lagi!" Enzo berkata kasar seraya menuang ramuan dalam botol itu ke lantai.
__ADS_1
Tasya terbelalak melihat tindakan Enzo.