
Mom Zelea menangis, dadanya langsung terasa begitu sesak setelah mendengar pengakuan Enzo putranya.
Hanya tidak habis pikir, untuk apa putra dan menantunya itu harus bersandiwara, sakit rasanya sebagai ibu harus dibohongi.
Enzo merasa bersalah ketika melihat Mom Zelea menangis, tapi itulah dirinya yang sudah tidak bisa sembunyikan lagi sesuatu apa pun itu jika ibunya sudah mulai curiga.
"Apa Tasya tidak keberatan dengan semua ini?" Mom Zelea bertanya di tengah Isak tangisnya.
Ia hanya ingin memastikan, bisa jadi Enzo yang memaksa menantunya itu, karena jika dilihat dari kepribadian Tasya, Mom Zelea jelas tahu bahwa Tasya gadis baik dan berhati mulia.
Tapi ternyata jawaban Enzo kembali membuat kedua matanya memanas, Mom Zelea menggigit bibir bawahnya, sungguh dadanya semakin sesak rasanya.
"Dia terpaksa, Mom. Aku yang memintanya untuk tidak melibatkan hati dalam pernikahan ini."
Enzo semakin tidak tega melihat ibunya yang menangis semakin menjadi hingga tidak bersuara.
Ini kedua kalinya Enzo melihat ibunya menangis sampai sepilu itu, yang pertama saat dirinya dan sang adik kecelakaan satu tahun yang lalu, dan sekarang karena ulahnya yang tanpa ia sangka mampu melukai hati ibunya.
Enzo beringsut mendekati ibunya. "Mom, maafkan aku?" Enzo berusaha meraih tangan ibunya, namun Mom Zelea langsung menepis tangan Enzo.
"Mom kecewa!"
Mom Zelea sangat marah, sangat! Karena merasa Enzo sudah merusak kepercayaannya, bagaimana mungkin anak laki-laki kebanggaannya tega membohonginya, apa lagi yang dilakukan masalah rumah tangga putranya, yang selama ini Mom Zelea lihat harmonis ternyata itu semua hanya sandiwara belaka, untuk membuatnya senang, dan apa keuntungannya!
"Mom ..." Enzo masih berusaha meraih tangan ibunya, meski sudah di tepis, Enzo tidak menyerah hingga ia berhasil menggenggam tangan ibunya. "Maaf, Enzo sudah bikin Mom kecewa, tapi Enzo punya alasan, Mom."
__ADS_1
Mom Zelea menatap tajam Enzo, seolah tidak mau tahu apa pun alasan Enzo, baginya alasan Enzo tetap salah.
"Enzo masih fokus mencari seseorang yang meneror keluarga kita, Mom."
Mom Zelea langsung menghela nafas berat sembari membuang muka.
Enzo tahu saat ini ibunya tidak suka dengan alasannya barusan, tapi memanglah itu kenyataannya.
Hatinya malah khawatir jika musuhnya akan menyakiti Tasya jika sudah tahu Tasya adalah istrinya yang ia inginkan.
Enzo ingin sandiwara ini tetap biarlah seperti ini, sampai keadaan membaik, meski ia tidak tahu sampai kapan, karena kenyataannya sampai detik ini ia juga belum menemukan siapa musuhnya itu.
Yang pasti bukan orang sembarangan, karena keberadaan orang itu sulit di deteksi.
Mom Zelea mengalihkan tangan Enzo yang menggenggam tangannya. "Kamu sudah sangat mengenali Mommy, kan. Enzo."
Jika Mom Zelea sudah berkata seperti itu bertanda ibunya itu berada di level marah paling tinggi.
Jika sudah seperti ini Enzo tidak bisa membujuk, jangankan Enzo, Dad Zeon saja juga tidak bisa membujuk kalau Mom Zelea sudah di mode marah paling tinggi, akhirnya ia akan terima kemarahan sang ibu.
Mom Zelea duduk diam sembari berpikir, ia tidak mau apa bila Enzo dan Tasya sampai berpisah, karena sudah merasa cocok dengan menantu cantiknya itu.
Enzo tidak bisa melihat wanita yang berhati tulus, laki-laki macam apa dia? Jelas-jelas istrinya mencintai tapi malah di tolak, batin Mom Zelea.
"Kamu tahu Enzo?"
__ADS_1
Enzo menatap ibunya begitu mendengar suara ibunya.
"Jangan jadi pria yang sok benar, kamu tidak tahu kan jika selama ini Tasya telah merawat Lala adikmu sampai keadaan Lala sekarang jauh lebih baik."
Enzo terdiam, ia benar-benar tidak tahu apa pun yang terjadi pada adiknya, tentu sekarang ia terkejut begitu mendengar pengakuan ibunya barusan.
"Kamu pasti tidak percaya, kan?" Mom Zelea tersenyum miring. "Karena kamu terlalu sibuk dengan duniamu sendiri sampai menutup diri tidak mau melihat orang-orang di sekelilingmu."
Enzo kembali tertampar dengan ucapan ibunya, kini ia teringat dengan ramuan yang beberapa kali Tasya buatkan tapi selalu berakhir ia buang.
"Apa Tasya juga membuatkan ramuan untuk Lala?"
Mom Zelea mengangguk bertanda apa yang Enzo tanyakan itu adalah benar. "Kenapa kamu bertanya soal ramuan?" Mom Zelea menatap curiga ke arah Enzo.
Enzo menghela nafasnya dengan berat. "Karena Tasya juga membuatkan ramuan untukku."
"Baguslah," timpal Mom Zelea dengan cepat.
"Tapi tidak pernah aku minum dan selalu aku buang."
Mom Zelea seketika merasa geram mendengar pengakuan Zeon itu, merasa anaknya itu seperti orang yang selama ini tidak terdidik, benar-benar angkuh sampai tidak menghargai pemberian orang.
"Apa Tasya tidak mengatakan manfaat ramuan itu sampai kamu memilih membuangnya!" Mom Zelea menatap tidak suka.
"Dia mengatakan manfaatnya, hanya saja aku-,"
__ADS_1
"Kamu akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan Tasya!" ucap kasar Mom Zelea sembari bangkit dari duduknya dan langsung pergi dari sana.
Enzo terdiam terpaku.