My Love Ruler Of Another World

My Love Ruler Of Another World
Cemburu


__ADS_3

Sahman memperlakukan istrinya dengan sangat istimewa diistananya. Ia tak segan ataupun enggan melakukan apasaja untuk membuat tamu istimewanya tersenyum. Bahkan Sahman


tak malu mengiba pada Ayu dihadapan para dayangnya.


Tidak manusia atau Jin ternyata semua sama, punya rasa iri dan cemburu dihatinya.


Nini dan Zahra, calon ratu dan selir yang tinggal menghitung hari akan dinikahi Sahman, mengintip dari balik jendela kamarnya, menggunakan teropong, untuk


memantau gerak - gerik pangeran hati mereka, yang tampak bahagia dengan istri manusianya.


" Kalau bukan karna perjanjian itu, aku pasti sudah mematahkan leher perempuan itu dengan tanganku! " teriak batin kedua wanita siluman itu senada, walau ruang mereka berbeda.


" Aku akui perempuan itu sangatlah cantik, tapi ia hanyalah manusia biasa.


Tidak sepantasnya tuan calon Raja dan suamiku mau berbuat seperti budak untuknya! " Teriak kedua wanita siluman itu dengan dada bergemuruh menahan cemburu dan kesal.


" Aku baru kali ini pernah melihat ada anak perempuan yang sampai mau diboyong ke istana Jin saking ngak lakunya menikah dengan sesamanya ya? " kata Nini tak habis fikir.


Detik berikutnya kedua Siluman wanita itu terdiam dengan wajah memucat mendengar suara keras mengalahkan Guntur, bergetar dinding kamar mereka.


" Jangan pernah berfikir buruk dan berani


mengatai Istri kesayanganku !!! Aku takkan pernah menikahi kalian kalau sampai kalian punya niat macam- macam! Ingat! Kalian tak ada apa- apanya dihatiku. " kata suara itu menggelegar. Membuat kedua wanita itu


bergetar, menahan takut, sakit dan kecewa.


Sahman pangeran yang cerdas, ia juga


memiliki ilmu yang sangat tinggi, dia hanya menyimpannya, sebelum saatnya tepat untuk digunakan. Bahkan Sahman punya kemampuan merapuhkan tulang - tulang musuhnya, hanya dengan hembusan nafasnya. Sahman Siluman yang mengerikan, ia juga sangat kejam, tapi ia melakukannya pada tempatnya.


Ia juga seorang calon raja yang bijak.


Sahman memang sengaja, tidak menggunakan kesaktiannya saat perang terhadap penjajahan yang dilakukan oleh


Raja dari Gunung K itu. Ia hanya membantu menjadi panglima pengganti ayah, dengan kemampuan biasa, ia ingin melihat, sejauhmana ayahnya bisa bersikap bijak membuat keputusan penting sebagai seorang raja. Ia juga masih penasaran, sejauh mana ayahnya berubah, setelah melakukan kesalahan yang membuat neneknya sampai bunuh diri.


Sahman tak beribu, ibunya sudah meninggal saat sebulan sejak kelahiran pangeran. Ia meninggal akibat kedengkian selir sang ayah, yang dengan tega meracuni mengasingkah ibunya, ratu pangeran arad. Nenek pangeran yang menceritakan semua ini padanya.


Wanita sebenarnya sejak zaman dahulu, mulai dari kerajaan Jin hingga manusia biasa, selalu mempunyai sifat iri dan dengki. Setiap cerita pada umumnya selalu mengalami hal yang rumit dan berbahaya kalau sudah berbagi cinta.


Sedangkan Siti Sarah saja yang wanita Sholehah, cemburu pada Siti Hajar, seorang budak yang dinikahi Ibrahim AS


Yang menyebabkan Siti Hajar ibunda Ismail banyak mengalami penderitaan.


Apalah lagi hanya manusia biasa dan Jin,


tentulah akan lebih susah mengaturnya.


Kecemburuan pastilah timbul, kecemburuan yang berlebihan, tentunya


mendatangkan sifat dengki.

__ADS_1


Sahman tidak mau kejadian pada bundanya, terjadi pada Ayu istrinya. Itulah makanya ia bersikap tegas sebagai


suami dan pelindung bagi Ayu, ia dengan tegas membuat surat perjanjian tertulis untuk kedua wanita yang akan dinikahinya.


Kalaulah Ayu bisa menjadi ratu dinegri nya, tentu Sahman akan menolak semua permintaan Ayahnya menikahi perempuan dari bangsanya.


Tapi Ayu hanya manusia, Ayu juga putri satu- satunya bagi orangtuanya, tak mungkin Sahman tega merenggut Ayu dari perempuan yang melahirkan dan dari kelaki yang sudah bersusah payah naik gunung turun gunung, untuk mencari nafkah, demi untuk membesarkan putri semata wayangnya.


Sahman menatap kekasihnya yang tertidur lelap diperaduan mereka.


Lusa gadis yang sudah menjadi miliknya knya itu, akan ia antar pulang kerumahnya. Jatah izin liburan pada kedua orang tuanya hanyalah tiga hari,


dan Sahman tak tega barang secuilpun


kalau sampai istrinya itu mengalami masalah dengan ayah bundanya karna melanggar janji. Walau Sahman Siluman


yang tegas dan berhati dingin pada Mus hanya, pada Ayu ia tak bisa melukainya barang secuilpun baik Zohir ataupun batinnya.


" Aku mencintaimu sejak kau terlahir dipondok ladang orang tuamu sayang...


Walau aku tidak sedunia denganmu, tapi aku janji akan mencintai dan menjagamu dari segala bentuk musuh, dari segala bentuk kekejaman dunia, baik yang tokohnya manusia atau siluman.


Siapapun yang coba- coba mengancam keselamatanmu, akan kupastikan mereka akan binasa.


Sahman mengecup kening Ayu yang masih tampak damai dalam tidurnya usai


percintaan mereka. Sahman tersenyum mengingat betapa kewalahannya Ayu


" Kau perempuan gigih, kuasa ketika diluar sayang...tapi kau begitu penurut


menggemaskan kalau diranjang." Suara Manjamu, seakan membuatku takkan bisa berhenti menggilaimu. Hanya Ayulah


satu- satunya, yang bisa membuat Sahman mencapai puncak imajinasi dan Fantasinya. Perempuan manapun atau dari golongan apapun takkan bisa menyentuh hati seorang Raja Sahman.


Sahman kembali menatap wajah Ayu, lalu


ia teringat perjanjian yang dibuat Ayu untuknya, Tak terasa, senyum yang tadi menyeringai dibibirnya berganti dengan


tawa tawa kepahitan.


" Tapi Cintamu padaku berbatas waktu, kau dengan tegas memaksaku untuk menyetujui perjanjian perpisahan kita, andai datang lelaki yang kau cintai dari bangsamu.


Begitu besar sekali egomu sayang...


Tapi itu tak mengurangi rasa cinta kasihku padamu. " kata Sahman berurai airmata.


Ayu terbangun mendengar rintihannya, walau tak ada yang bisa mendengar baik Jin atau manusia, betapa hati Sahman saat ini merintih, mengingat isi perjanjian cinta Ayu padanya, tapi dalam tidurnya Ayu mendengar semuanya.


Ayu membuka matanya, lalu ia menggeser kepalanya keatas dada bidang suaminya


" Bagaimana bisa kau tersenyum, tertawa

__ADS_1


dan merintih dimalam bahagia kita sayang? Apapun yang akan terjadi dimasa depan, itu bukan urusan kita, Semua merupakan urusan yang Maha kuasa. Mengapa mesti menjerit memikirkan yang belum terjadi?


Ingatlah kau seorang Raja, penguasa untuk bangsamu, apa kau tidak malu, merintih, hanya untuk menangisi gadis


kecil sepertiku?


Hari ini dan entah sampai kapan, yang pasti aku sangat mencintaimu, tapi kita harus sadar, cinta ini salah, ini tidak pada tempatnya. Tapi inilah baru ketentuan hidupku, aku tak menyesalinya. Untuk kedepannya, bukan urusan kita. Andai Allah menghendaki perpisahan pada kita,


pastilah Allah punya rencana yang lebih indah dari yang kita bayangkan. Jadi kau


dan diriku harus ikhlas.


Ayu mengusap bulir Bening yang mengalir dipipi Sahman.


Sahman menangkap tangan Ayu, menggenggamnya erat.


" Apa sesimpel itu kau mengartikan cinta sayang? Tidakkahkau tahu kalau aku siluman yang kejam, bagaimana kalau aku melanggar janjiku, menjadi gila karna


kau pergi kepangkuan pria lain dan meninggalkanku.


" Aku tahu kau siluman, aku juga tahu kau


akan tegas dan keras pada musuhmu, tapi aku yakin kau takkan bisa memusuhiku, sekeras apapun kau berusaha membenciku kau takkan bisa,


Jadi selama nyawamu masih ada, yang ada hanyalah kasih sayang untukku.


" Bagaimana kau bisa seyakin itu gadis mungil? " tanya Sahman sembari mendekap tubuh Ayu yang begitu kecil diatas tubuh besar dan perkasanya.


" Seperti aku bisa merasakan debaran jantungmu, aku juga telah menyelam kedasar kalbumu. Dan aku tahu, didalamnya hanya ada cinta dan sayang untuk Ayu, tidak akan ada kebencian, apalagi niat menyakitiku.


Didasar jiwamu aku melihat hanya Ayu kelemahanmu. bukankah begitu sayang? " bisik Ayu dikuping Sahman.


" Kau memancingku sayang? Awas ya...


Sahman mulai menggerayangi Ayu.


Tapi Ayu tak mau dijajah, ia menggelitik


Sahman, hingga Sahman menggelinjang kegelian.


Ampun cantik..." ringisnya.


Ayu terkikik karna kemenangannya.


" Ayo tidur tampanku!... jangan membuat kekasihmu mati kelelahan. " katanya sembari mengecup pipi Sahman, lalu dengan santainya memejamkan matanya dan kembali mendengkur diatas tubuh Sahman.


" Memang benar apa yang kau lihat, padamu hanya ada cinta saja, tak ada kemarahan, walau Ayu menyakiti hatiku


sekalipun. Aku menyayangimu melebihi diriku sendiri. Kau memang kelemahanku


sayang.. hanya dirimu saja.." gumamnya

__ADS_1


sembari memejamkan mata.


__ADS_2