
Nenek akhirnya dibondong oleh Maulana kekediaman orangtua Ayu, apalagi nanny sang nenek juga ingin berlibur beberapa hari. Keluarga besar berkumpul menambah kebahagian Ayu.
" Akhirnya impian nenek jadi kenyataan, Cicit nenek sudah numbuh. " Ujar Ayu seraya menghambur kepelukan sang nenek.
Nenek memeluk Ayu erat.Lama orang tua itu memeluk Ayu sembari menepuk- nepuk pundak Ayu. " Syukurlah sayang, akhirnya Maulana ada harapan mendapat pewaris. Dulu nenek kira ia akan menjadi bujang lapuk, karna setiap bertemu wanita selalu ada salah dimatanya, ternyata setelah melihat Ayu mata pria sok gagah itu jadi sehat." Ujar Nenek menggoda Maulana.
" Itulah yang disebut jodoh nenek, ketika semua orang terlihat ada cacat, tapi wanita yang bakalan jadi jodoh kita, kita pandang sebagai pelengkap kekurangan kita. " Ujar Maulana.
"Yang sudah jatuh cinta selalu begitu, air garam rasa Marjan." Ujar Elmi teman Ayu begitu masuk.
Ha.ha..ha.." Semua yang ada diruang keluarga tertawa.
Semua bergembira dengan berkumpul. Untuk melengkapi perkumpulan itu mereka mengadakan perjamuan sederhana yang disponsori oleh Maulana.
Ketika semua sedang asyik makan soto Made in ibu - ibu sekompleks,tiba- tiba Ayu kebelet. Ia berjalan pelan menuju kamar mandi untuk melepaskan sesaknya.
__ADS_1
" Auff...Lega rasanya." Gumam Ayu senang merasakan perut bagian bawahnya sedikit lapang.
Ayu kembali keruang keluarga dengan langkah penuh kewaspadaan.
Ayu kembali bergabung dengan yang lain. Suasana begitu ramai dengan gelak tawa para ibu- ibu kompleks. Ada yang makan, ada yang menghidang dan adapula yang menyusun mangkok- mangkok kosong.Semua bergembira, tidak ada perbedaan status sosial yang nampak dari semua yang ada dirumah. Semua saling berbagi cerita, canda dan tawa.
Ayu menatap wajah- wajah orang terkasihnya dengan penuh kebahagiaan. Tanpa disadari airmatanya mengalir karna haru." Kalau aku tahu begitu nikmat memiliki keluarga yang normal begini, takkan pernah dulu aku tergoda untuk menjalin hubungan dengan mahluk yang bukan dari golongan manusia hanya karna patah hati. " Ayu menyesal dalam hatinya.Ayu kemudian mengusap perutnya." Mudah- mudahan anakku terhindar dari marabahaya dan tidak pernah terlibat seperti kehidupan masa lalu yang pernah kulalui." pinta Ayu dalam hatinya.
Maulana yang sedang asyik berbincang dengan keluarga yang lain, dan tamu,tanpa sengaja melihat istrinya terdiam dan bermenung. " Sebentar Yah, Bunda, nenek dan buk Sum, Maulana ajak Ayu kekamar dulu, sepertinya ia kelelahan, silahkan lanjutkan saja makannya, dan kalau ada tamu baru dan masih perlu menambah mie, jangan segan panggil Lana. " Ucap Maulana seraya menyerahkan sekeranjang amplop berbagi Rezki yang akan diberikan pada tamu anak- anak yatim piatu pada bunda Ayu.
" Ya, ajak bicara istrimu, nenek takut nanti ia kerasukan lagi, jangan biarkan fikirannya kosong. " Timpal nenek yang membuat Maulana menahan langkahnya.
" Darimana nenek tahu kalau istriku pernah mengalami itu? " tanya Maulana dengan kedua Alis menaut. Seingatnya dia atau Ayu tidak pernah memberitahukan hal yang mencemaskan itu pada neneknya melalui telfon.
Nenek mengusap muka Maulana dengan berjinjit susah payah, hingga nafasnya terdengar sesak.
__ADS_1
" Jangan bingung begitu? Aku mendapatkan mimpi
tentang itu, dan pria itu meminta maaf padaku atas
kelalaiannya menjaga kedua permaisurinya yang telah sengaja mengganggu Ayu. " Ucap sang nenek sembari tersenyum.
" Ya ampun...ternyata sekarang raja Siluman gunung B itu masih saja mendekati keluargaku." Batin Maulana.
" Tenanglah...padaku yang keriput ini, dia tak mungkin jatuh cinta. Sana urus istrimu! " Sergah sang nenek seperti mengerti apa yang difikirkan Maulana.
Maulana berjalan menghampiri Ayu. " Ayo kekamar sayang...Sepertinya Abang sudah sangat kangen. " Godanya membuyarkan lamunan sang istri.
Tak urung pria itu langsung dapat Capitan kecil dipinggangnya. Maulana tidak menghiraukan pedih
yang sedikit itu. Ia segera memeluk istrinya dengan posesif dan membimbingnya menuju kamar mereka. Maulana ingin bicara dengan Ayu.
__ADS_1