
" Nampaknya lelaki ini berbeda, sayang makin terlihat bersemangat ketika berbicara dengannya, mungkinkah ini lelaki terbaik yang akan memaksaku jauh darimu.?Ucap Sahman tiba- tiba dan tanpa disengaja.
Ayu mengernyitkan dahinya, tak menyangka raja siluman yang sudah menjadi bagian dari hidupnya ini, akan bicara begitu.
Ketika Sahman menatap Ayu, ia tersadar, kalau ia sudah salah dalam berkata. Ia lalu menutup mulutnya. Sejenak keheninganpun tercipta. Hanya hembusan nafas yang terdengar.
" Andai itu terjadi benarkah kau akan melepasku dengan baik- baik? " tanya Ayu, walau begitu terdengar konyol, dan tidak masuk akal, ia mencoba mempertanyakan saja, ingin tahu saja apa reaksi Sahman setelah berani berkata tentang itu.
Sahman terdiam sejenak, mendegup silivanya yang terasa pahit. Lalu mencoba berucap lagi. " Andai ia orang yang baik dan pantas, maka dengan terpaksa aku harus melepasmu untuknya Ayu, bukankah begitu perjanjian kita? tapi
sebelum semuanya nyata terbukti luar dalam niat baik dan tujuan benarnya, maka jangan pernah berfikir untuk jauh dariku.
" Uhu....berarti memang dirimu lelaki yang sejati bang, Ayu tak menyesal mengenalmu, walau kita berbeda, Ayu saja manusia sangat berat untuk berbuat ikhlas, kalau dirimu mampu seperti itu, betapa. beruntungnya pernah bersamamu, walau aku tak tahu kenyataan diriku setelah bersamamu
selama ini, tapi aku takkan segan mengakui pada manusia yang akan menjadi jodohku, kalau diriku hanyalah bekas kekasihmu.
Mendengar penuturan Ayu, Raja Sahmanpun tak tahan untuk membendung airmatanya, ia menangis diranjang Ayu, menelungkupkan wajahnya dibalik bantal kesayangan Ayu.
Ayu menariknya, membawanya kepelukannya. Aku merasakan hubungan ini nyata, mencintaimu juga nyata bang...walau kau tak terlihat bagi orang lain, tapi kau nyata dimata dan dihatiku,
aku senang bersamamu, dan sangat sakit saat mendengar kau mesti menikahi dua gadis lain dari bangsamu,
__ADS_1
oleh karena itu aku memutuskan untuk mencari angin, untuk menghilangkan kesakitan yang kurasa, sebagai wanita dan manusia, aku tak cukup lapang dada menerima kehidupan yang mesti berbagi kasih dengan yang lainnya. Tapi kalau kau sanggup menjalankan janjimu dengan tidak merasakan kesakitan, aku sungguh salut padamu. " Ayu menyentuh wajah suaminya, mengusap airmata yang
nyata dalam pandangannya itu, lalu membenamkan wajahnya didada Sahman.
Sahman balas membelai rambutnya, titik - titik bening masih saja mengembang. " aku mengatakan bersedia melepasmu, bukan berarti aku tidak akan terluka sayang... Setiap cinta dan harapan yang terlepas, pastilah menyisakan luka, kalau tidak ada luka berarti tak ada cinta. Aku tidak menjamin tidak akan terluka, aku hanya mengatakan akan terpaksa melepasmu dengan ikhlas, andai ada lelaki yang pantas mendampingimu, berjanji tidak akan menyia- nyiakan dirimu, walaupun itu sakit, aku akan melepasmu, demi kebahagiaanmu, dan demi perjanjian kita.
" Ya sudah...jangan bersedih lagi, walau hanya dihadapanku, ini terlihat tidak bagus, masak seorang raja, menangis, hanya untuk seorang gadis biasa, ini terlihat memalukan, apa dirimu tidak merasa konyol sayang? " bisik Ayu membujuk Sahman.
Sahman memang raja siluman yang tegas dan kejam, tapi dihadapan Ayu ia tak ubahnya, anak kecil yang tak malu merengek minta perhatian yang lebih dari ibunya. Seorang lelaki perkasa yang kehilangan kewibawaannya, hanya karna kasih sayang seorang Ayu Sukma binti Caraka Prastawa Kuncoro.
" Untuk cinta tak ada malu sayang...karna
cinta adalah perasaan yang tercipta tanpa bisa ditolak kehadirannya, Abang mencintaimu sudah sejak dirimu ada didunia ini, sejak kau baru dibedong oleh sang ibu, terlahir hanya berbidankan ayahmu saja, kau cantik dan menggemaskan sejak orok, bagiku akan terus cantik dan menggemaskan selamanya, tak peduli berapa banyak aku harus merasakan luka dan kesedihan, aku hanya akan memberikan cinta saja, tidak akan ada kebencian, walau sebesar apa kehancuran yang nantinya akan kuterima, aku hanya akan mencinta saja. Ini janjiku padamu sayang...kau boleh tidak percaya, karna aku hanyalah raja Siluman, tapi ini janji dari hatiku, hati takkan pernah berkhianat, walau kadang raga mengingkari, yang namanya hati tetaplah bersih.
hantu ! Ayo diam dan jangan brisik lagi, aku ingin tidur, kau hantu tampan yang membuatku sudah menjadi wanita teraneh didunia dengan menerima keberadaanmu disisiku, hantu playboy yang tidak tertolak. " Ujar Ayu mencoba bercanda.
Sahman semakin mengeratkan dekapannya. " Jadi hanya begitu saja sayang...tak ada maksud melayani suami
malam ini, hanya ingin bersembunyi dan ngorok dibalik dada sempurnaku. " katanya mulai lagi naik kenarsisannya.
" Taklah...siapa suruh lari dimalam pertamamu dengan Nini atau Zahra, salah sendiri tidak menikmati apa yang sudah menjadi hak dan milikmu secara normal. Mengapa malah lari kepelukan perempuan tak normal ini. - Ayu.
__ADS_1
" Dasar aneh...Orang marah dikatakan tak
normal, tapi cintaku menyatakan sendiri dirinya tak normal, kalau begitu aku takkan membiarkan wanita tak normal ini
tidur nyenyak malam ini, aku akan mencintaimu sampai pagi. " bisiknya dikuping Ayu.
" Tak peduli apa yang ingin kau lakukan sayang.. yang penting aku akan tidur, tubuhku capek dan tak tahan berceloteh lagi." katanya lalu Hoh....hoh.. Ayupun menguap dan menutup mulutnya, kemudian tertidur lelap.
Sementara, Sahman Maulana baru saja selesai melaksanakan sholat hajad menjelang tidur. Terlintas wajah dan senyuman perempuan cantik yang setengah hari ini sudah berjalan- jalan bersamanya.
" Kau sungguh cantik dan rajin beribadah, tapi aku heran, mengapa sampai bisa Jin itu menempel pada dirimu, bahkan berhubungan jauh denganmu, apa yang salah dengan dirimu, gadis cantik? aku makin penasaran, semoga secepatnya semua urusan berat selesai, aku mempunyai waktu yang lapang untuk mengenalmu lebih dekat, tenanglah...aku pasti akan datang, aku takkan membiarkan gadis cantik dan baik sepertimu, tenggelam dalam kehidupan yang tidak normal begitu, aku akan datang untuk menikahimu, tak peduli apa resikonya, Sahman Maulana akan mengeluarkanmu dalam Kungkungan siluman yang sudah menempelimu sejak dari Bayi." Batin Maulana bertekad.
" Hey...anak muda...kenapa kau masih belum tidur juga, masih memikirkan gadis itu. Jangan banyak berfikir, siapkan saja Zohir batinmu kalau kau menyukainya, nikahi dia, ia gadis yang sudah disia- siakan oleh para lelaki bodoh yang sudah ditemui nya, hanya pria Siluman itu yang tulus padanya, makanya ia jatuh padanya, kalaukau datang dengan ketulusan yang lebih, maka kau akan memenangkan persaingan cinta ini. Sekarang tidur lah, bukankah besok subuh kau akan balik kekota, maka jangan biarkan matamu kekurangan istirahat! "
Sahman Maulana menarik nafas panjang mendengar penuturan sang nenek.
" Bagaimana nenek bisa tahu semua tentang Ayu? padahal hanya lima menit kalian bertemu? " tanya Sahman bingung dengan kemampuan penerawangan neneknya, bahkan untuk kekamar mandi saja neneknya susah, karna matanya kabur. Ini melihat Ayu dalam lima menit, ia sudah bisa membaca perjalanan hidup Ayu, baru hari ini Sahman tahu, ternyata mata hati neneknya begitu tajam.
" Tak perlu bertanya bagaimana orang tua ini tahu Maulana...yang penting jika kau suka, lanjutkan saja, ia gadis yang cantik, baik dan cerdas, dan penyayang.
Hidupmu takkan sia- sia bersamanya, tapi hanya satu syaratmu, Cintamu haruslah tulus, ketulusan harus ditunjukkan dengan bukti yang nyata, barulah Ayu akan bisa menjadi pasanganmu." ucap sang nenek yang membuat Sahman terpaksa menutup mulut dan matanya, walau masih banyak yang ingin ia pertanyakan, tapi dengan terpaksa, ia membawanya kedalam mimpi.
__ADS_1
Bersambung.