My Love Ruler Of Another World

My Love Ruler Of Another World
Sudah Siapkah?


__ADS_3

" Gimana Bro! udah siapkah menjalani amanah? " tanya suara berat yang datang dari samping, membuat Maulana terkejut.


" Kamu!... Suka sekali mengejutkanku, apa kamu sengaja buat aku cepat mati,


dengan mengejutkanku? Atau memang begitu caramu selama ini hingga calon pengantin Ayu pada mati sebelum menikahinya. " Ucap Maulana memandangi Raja Sahman dengan tatapan tajam dan penuh selidik.


" Kalau nuduh jangan sembarangan Bro!


Apa sudah tahu berapa calon Ayu yang gagal itu? Memang ada dua yang meninggal, termasuk kekasih kecilnya itu yang bernama Nando, tapi aku tidak pernah ikut campur tentang urusan ini, ia meninggal murni karna kecelakaan, tabrak kambing dengan lawan mobil yang berjalan malam tanpa penerangan. " Jelas Sahman.


Maulana terdiam, ditatapnya lagi raja Siluman itu, hatinya sungguh tidak dapat mempercayai benar omongan lelaki disampingnya yang jelas bukan manusia.


" Aku memang belum tahu banyak tentang Ayu, apalagi masa lalunya. " Ucap Maulana lirih, nada tak yakin masih terdengar oleh raja siluman itu dari penuturan sahabat manusianya itu.


" Aku tahu kau takkan percaya dengan mahluk seperti kami Bro! tapi aku bicara apa adanya, kalau tak percaya, datangi keluarga Almarhum Nando, tanya cerita dibalik kecelakaannya, apa ada hal yang diluar logika. " Ucap Jin tampan itu dengan menatap pria tampan disisinya.


Ketika Maulana masih diam, Sahman kembali berkata " Saat kalian nikah, mungkin bibinya Nando akan datang, karna ia sudah menganggap Ayu putri mereka, tenang saja, tanpa kau tanya bibinya akan tanpa sengaja cerita. Karna setiap ketemu Ayu, ia selalu teringat akan kekecewaan Ayu dan kehilangan mereka akan putra kakaknya itu, jadi kamu santai saja Bro." bujuknya kemudian.


" Trus yang dua lagi?" tanya Sahman Maulana.


" Satu baik- baik saja, namanya Reski, ia seorang Guru juga, tapi sayang ia sengaja selingkuh dari Ayu, memilih gadis lain dan menikahinya, sekarang anaknya sudah tiga, karna tiap tahun istrinya melahirkan, bahkan pria ini hampir tak sabar menunggu masa nipas,


untuk membuat anak lagi. Ia pria yang super soal ranjang, makanya ia terjebak istrinya yang sekarang, kalau sama Ayu takkan bisa, karna Ayu tak mau berhubungan diluar nikah.


" Ada juga lelaki yang seperti itu ya? " Maulana mengernyit.


" Iya...Walau ia menyakiti dan membuat Ayu malu karna gagal nikah seminggu menjelang hari H, tapi aku tak mengganggunya, itu urusan dia, wanita pilihan dia, aku hanya menghibur Ayu, tidak mengganggu pria overseks itu. " Jelas Sahman.


Baru mau terbuka mulut Maulana. Sahman berbicara lagi. " Kalau pria brengsek itu wajar mati, Ia setelah meninggalkan Ayu, malah ingin merenggut bunganya, itupun dengan membiusnya, sudah jelas esok ia akan menikah, hari ini ia ingin mencabuli Ayu, tentu aku menghalalkan darahnya. Aku tak Sudi melihat lelaki sebejat itu, biar dia


hantu atau manuasia. " Ujar Sahman dengan mengepalkan tangan besarnya.


Matanya merah, dan mukanya memancarkan api, Maulana bergidik ngeri melihatnya.


" Kepalang basah, mending nyelam langsung! " Batin Maulana


Dimantapkannya hatinya untuk berbicara tegas pada mahluk yang tercipta dari api yang ada didekatnya.


" Baiklah... walaupun aku tak yakin padamu! Setidaknya, aku beri kesempatan padamu untuk membuktikan kesetiaanmu menjaga ucapanmu sendiri, kalau soal nyawaku, aku sendiri sudah mengatakannya, aku tidak menghawatirkannya, tapi jangan coba melukai anakku kelak, bila aku sudah bersamanya, kalau sudah berketurunan, tentu aku takkan mau mati sembarangan, aku tak mau anakku jadi Yatim sepertiku. Jadi dirimu yang seharusnya menjawab pertanyaanmu tadi bro, apa kau sudah siap menjalankan

__ADS_1


amanah? Untuk tidak merusak ikatan yang sudah jadi! jadi jika masih ada niat bersamanya, Sebaiknya sekarang saja, sebelum semua terlanjur jadi. " Ujar Maulana.


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Tiga buah tinju mendarat di muka Maulana.


" Aghhhh!!!...pria itu berteriak.


" Besok malam kau akan menikah, kompres mukamu dengan air Es, lalu pakai bedak kencur, kalau tidak ingin terlihat jelek didepan Ayu, atau jadi mempelai terjelek didunia. " Ujar Sahman.


"Maulana!


Maulana!


Maulana !


Tubuh Maulana berguncang dasyat , yang


ia kira gempa. Dengan berat ia membuka Matanya, setelah mendapatkan separo kesadarannya, ia menatap waspada, timbul ide centil dibenaknya " Ternyata hanya gadis ini yang membangunkanku, kalau bidadari bolehlah, akan kucium pipinya seratus kali, tapi ini kayaknya bidadari yang terluka, pipinya pasti bau acak, keteknya bau amis, mulutnya bau jengki, apalagi giginya, sudah tentu bau karang." Ucap Maulana dengan tatapan menggoda.


" Apa- apa an sih nek! " bau tahu! " protes Maulana, ia segera duduk sembari mengelap mukanya dengan ujung daster sang nenek. Tapi pipinya terasa perih.


" Mimpi lagi kau!!! sampai teriak dan mukamu bonyok gitu? " Hardik nenek.


" Aduh nek...Kayaknya kali ini yang datang bukan bidadari ya...Jadi jangan minta aku mandi malam , ngak kuat, dingin,..." Pinta maulana ketika nenek memeriksa wajahnya.


" Makanya jangan tidur sembarang tempat, bisa jadi belum membayar hutang pula, tu kan jadi mimpi ketemu hantu galak! Mukanya ditinju sampe muka Birbeng begini. " ujar Sang nenek.


" Apa itu BirBeng nek? heran Maulana.


" Biru bengkak! Dodol! " tunjuk nenek sembari mengusap kasar wajah Maulana.


Maulana terbelalak, tak percaya apa yang


sudah terjadi, ia berlari kedepan kaca,

__ADS_1


Maulana memeriksa mukanya dikaca hias sang nenek.


" Ya Ampun nek...Benar- benar biru ni muka, bengkak lagi ! " teriak Maulana.


Sejenak suara nenek menghilang. Ketika Maulana mencarinya, Neneknya berjalan membawa mangkok berisi Es batu


Tanpa izin Maulana, nenek segera mengompres Maulana tengah malam itu, Kemudian membedaki nya dengan tepung yang wanginya aroma kencur.


" Ya Tuhan...Jangan sampai nenek pacaran pula dengan Siluman tampan itu, Sampe resep yang disebutkan siluman itu sudah dahulu diketahui Nenek. " " Fikiran Liar Maulana berkelana.


Huuh....Haah ....Setelah menguap dua kali, Maulana memeriksa kembali wajahnya.


" Ya Tuhan nek...Ini aku lebih seram dari hantu! " dengan membulatkan matanya didepan cermin.


" Biar! Agar hantu tak lagi mengganggumu, termasuk bidadari juga, tak mau aku mendengar teriakan tau eranganmu, mengganggu tidurku lagi! Sedang bagiku tidur adalah Syurga.


Kalau kau masih bisa menikmati syurgamu, karna kau masih muda! " Ujar sang nenek.


" Jadi nenek ingin menikah lagi ya? biar aku Carikan. "ucap Maulana.


Tuk.. Sebuah pukulan sapu mendarat di kepala Maulana. Karna Sapu itu ada disudut pintu, sedang Maulana tidurnya didepan pintu.


" Nek! ini namanya KDRT! " pekik Maulana kemudian mengusap kepalanya.


" KDRT Gundulmu! Emang kau kira mulutmu tidak keterlaluan, menanyakan aku ingin menikah, sedang mataku saja sudah kabur, badanku sudah Unsur."


" Mata kabur, tapi melihat wajahku memar nenek bisa, menyoroti celanaku basah lebih jelas. Bagaimana kalau melihat kakek- kakek tampan? " ucap Maulana tak mau berhenti menggoda sang nenek.


Nyiut....Nyiut...." Kali ini pusarnya yang ditarik neneknya dua kali, hingga kebelet pipis.


Tuk tak tuk tak....Maulana berlari kekama mandi.


He...He...." salah sendiri godain orang tua! " ujar sang nenek.


Subuh - subuh, setelah bangun tidur, Maulana segera mandi dan berwudhu.


Diperiksanya lagi wajahnya dicermin.


" Syukurlah...Wajah tampanku sudah kembali. Ternyata resep obat yang dikatakan pria itu benar! Tapi kenapa nenek lebih dulu mengetahuinya, apa nenek juga didatanginya dalam mimpi? " tanya hati Maulana.

__ADS_1


Kenapa bermenung lagi! Ayo Cepat Imami nenek! Setelah ini kau akan menjadi Imam untuknya! " Titah neneknya.


" Tadi masih ngorok! Eh tahu- tahu sudah siap aja mandinya? Nenek...nenek....


__ADS_2