
Hari - hari dirumah Itu makin menyenangkan.Pasangan senja makin membucin, setiap pekerjaan rumah tangga mereka gelar bersama. Ayu makin dibuat bagai ratu, setiap jam ditanyai nginam apa. Tinggal disebutin saja, GPL ( Ngak Pake Lama ) semua sudah tersedia. Karna sudah resmi tentunya tak ada halangan lagi bagi mereka untuk berdua- duakan mengerjakan apapun. Dimana- mana yang terdengar hanyalah kata- kata mesra dan tawa senang.
" Sayang...Mau bibi buatin Sweet manngo Stucky rice ( Khao nee mamoang )? " Tanya bi Rahmi pada Ayu.
Ayu mendegup salivanya membayangkan
masakan Thailand dengan bahan dasar nasi itu.
" Ayu pemakan segala bibi, asal jangan olahan dari ikan air tawar yang tidak bersisik, alias belut, Morea dan sejenisnya. " Jelas Ayu agar bibi paham apa yang ngak boleh dimasak bibi untuknya.
" Ikan panjang itu mantap lho Yu, banyak protein dan lemaknya , apalagi mhem yang panjang, bisa bikin kita teriak senang sepanjang malam. " Ujar centil Ningsih.
Ehem..." Om Ujang yang baru memasuki dapur berdehem pula. Membuat pipi Ayu memerah seperti tomat masak karna malu.
" Dasar pasangan gersek, sama aja ngak malu sama calon cucu! " Ujar Ayu dengan wajah marah, sedangkan kedua orang didepannya cengengesan tiada takut apalagi malu.
Tapi tangan mereka mulai bekerja dengan cekatan menyiapkan semua yang
akan disuguhkan buat nyenangin majikannya.
Om Ujang memarut kelapa dan memetik mangga, bi Ningsih mengolahnya hingga dengan bergelut dan membucin, masakan untuk dessert thailan Ala cheff Ningsih dan Ujang selesai dan diplating dimeja makan.
Ayu berbinar menatapi makanan itu. "Mantap Bi! puji Ayu."
" Dicoba ya sayang." balas bibi dengan membelai perut Ayu.
" Iya Oma..." Ucap Ayu memerankan jadi bayinya.
Ayu makan dengan lahap, selain segar, Sweet mangngo ini baik untuk bayi dalam kandungan Ayu.
__ADS_1
Ayu mengacungkan jempolnya sebagai apresiasi masakan Thailant ala pasangan bucin ini. Om Ujang dan bi Ningsih sayang- sayangan dihadapan Ayu untuk menunjukkan perasaan senang mereka.
Tak ada lagi yang bakalan protes.
Maulana yang menonton aksi didapur melalui CCTV yang tersambung dengan Smart phonenya hanya bisa geleng- geleng kepala. " Yang penting istri senang dan tak ada lagi Beban, dengan menikahkan mereka hati tak was-was lagi, rumah terhindar dari maksiat." Maulana bicara sendiri.
Fian tiba diruangan mengantarkan rancangan proyek pembangunan Waduk berbasis pariwisata didaerah PB bagian Utara. " Nonton apa Pak? tanyanya curiga, mengira ketuanya menonton yang bukan- bukan.
" Kau kira aku akan menonton yang lain - lain selain istriku, bagiku apa yang sudah dianugrahkan padaku sudah yang terbaik , tidak perlu menonton ini dan itu untuk mencari keindahan dalam hubungan suami istri, cukup kita mendapat petunjuk dari alam saja, selebihnya akan mengalir bagai air. " Ujar Maulana segera memperlihatkan layar ponselnya.
" He....He....Ternyata bapak hanya menonton pertunjukan istri didapur bersama pasangan barunya, wah asyik juga mereka ya, bisa melayani nyonya dengan bermanja- manjaan. " Komen Alfian.
" Sekarang giliran Alfi lagi, agar tidak curiga terus dengan tindakan orang, secepatnya cari gebetan, biar bapak bantu melamarkan. " Goda Maulana yang membuat pipi dan telinga Alfian jadi merah karna malu.
" Ba-bapak..." Ucapnya terbata.
" Dunia sudah tua, bencana sekarang sering melanda, lebih baik secepatnya cari pasangan yang halal, daripada lama- lama bermain dalam kegelapan. " Ujar Maulana lagi.
" Bapak..Gimana bisa tahu saya suka pacaran dalam gelap." tanya Alfian konyol.
Alfian menutup mulutnya karna malu kedapatan sama pimpinan sendiri jika gaya pacarannya masih gaya tempo dulu.
" Lebaran nanti akan dicoba melamar Kinanti pak, kemarin- kemarin belum berani karna kantong masih belum memadai, mana calon bapak mertua galaknya minta ampun lagi, akhirnya Alfian malah curhat pada Maulana.
" Makanya jangan pacar- pacaran, jadi bebas milih mau punya bapak mertua yang model gimana. " Canda Maulana dengan menatap lekat pada asistennya.
" Sudah terlanjur mau gimana lagi, ya terpaksa dilanjutkan daripada dicap lelaki tak bertanggung jawab. " Jawab lemah Fian.
" Kalau terpaksakan jadi ngak enak tuh, tapi jika ada niat baik kedepannya semoga dapat pengampunan, dan tidak datang sesal kemudian. " Ucap Maulana.
Alfian tersenyum. " Makasih atas doa dan nasehatnya pak, mudah- mudahan semua menjadi lebih baik. " Balas Alfian.
__ADS_1
Sepanjang jalan dilobi kantor, Alfian tak hentinya mengetawakan diri sendiri dalam hati, niat semula memergoki sang ketua yang dikira nonton enggak- enggak dari leptopnya, ternyata hanya nonton istri Vs Asisten bucinnya. Malah akhirnya ia yang dikuliti oleh seniornya itu dengan membongkar kisah cinta Alfian sendiri.
" Kok bisa aku terpancing buka kedok sendiri ya? kan jadi malu. " Fikirnya.
Maulana datang dari belakang. Melihat Alfian melamun sambil jalan , ia segera menghampirinya. " Jangan malu pada manusia, tapi malulah pada diri sendiri dan Tuhan, esok bila ada bisikan untuk mengambil yang bukan bagian kita, berfikirlah lebih dalam lagi, kalau yang lalu jangan difikirkan lagi. " Bisik Maulana
lalu kemudian menepuk pundak Alfi. Bertepatan saat itu Rekan dari devisi yang lain lewat. " Senang sekali punya pimpinan begitu ya, terlihat sangat akrap dengan bawahan, Tidak sama dengan kepala devisi kita. "Ucap kedua orang itu menatap iri pada Alfi.
Maulana dan Alfi kemudian tersenyum. " inilah hidup! semua serba salah, kalau akrap orang Iri, kalau bermusuhan berujung dikantor polisi." Ujar Maulana dan Alfi dengan menggidikkan bahu.
Sementara dikerajaan Jin, Nini dan Zahra Usai bersemedi digoa dilereng gunung Binjai. Mereka lalu membaca mantra untuk melihat keadaan Ayu.
Beberapa menit setelah membaca mantra, Ayu terlihat didalam bejana, sedang bergembira bersama Bi Ningsih dan Ujang. Melihat senyum Ayu yang seindah purnama, wajah kedua siluman itu mengerut.
" Huff, Zahra mendengus kesal.
Sedang Nini mencebik." Dimana saja wanita itu selalu bahagia, dasar manusia pintar cari muka! " teriak Nini dengan mata merah.
Walau sudah pisah dengan Ayu, Sikap Raja Sahman pada kedua istrinya tetap dingin, membuat kedua siluman betina itu menghabiskan waktu untuk bersemedi menambah kekuatan untuk balas dendam pada Ayu.
" Gimana? Apa kita sudah siap menyatukan kekuatan? " tanya Nini pada Zahra madunya.
" Sepertinya waktunya telah tiba, kita akan usik kehidupan Ayu! Karna Ayulah kita jadi istri yang tak dianggap. " Balas Zahra.
Kemudian mereka berbisik membuat rencana.
Kesalahfahaman memang sering terjadi, baik didunia manusia ataupun didunia Siluman. Kali ini dua Siluman betina itu salah faham dengan Ayu, mengira suami masih sibuk menemui Ayu makanya mengabaikan mereka. Padahal Ayu sudah tak pernah lagi berhubungan dengan suami mereka.
Itulah hidup, sekali
masuk kedunia yang diluar jalur, maka susah untuk keluar, kalaupun sudah keluar pasti ada resiko lain.
__ADS_1
Ayu tak tahu nyawanya dan bayinya sekarang ada yang mengancam.
Nini dan Zahra menyeringai kejam, menyatukan kedua tangan mereka untuk membentuk kekuatan menyerang Jiwa Ayu.