My Love Ruler Of Another World

My Love Ruler Of Another World
Berkumpul


__ADS_3

Setelah usia kehamilan Ayu 22 Minggu,Maulana merasa Ayu sudah bisa dibawa berjalan jauh. Maulana dan Ayu yang berangkat kekampung dengan mobil.


Maulana berkendara dengan sangat hati- hati,tidak mau istri dan calon buah hatinya merasakan guncangan yang akan menyebabkan masalahsedikit saja. Sejak Ayu kerasukan, memangMaulana menjaganya se care mungkin, setiap hari ia selalu memutar audio bacaan ayat- ayat Suci, agar fikiran Ayu tidak pernah kosong sedikitpun.


Bahkan Maulana mulai mematuhi saran bi Ningsih untuk membuat obat tradisional dari apotek hidup." Ini buat jaga- jaga aja nak, usaha lain selain rajin nyebut." Jelas Ningsih mengemu kakan usulnya, sebelum Ayu dan Maulana balik kampung untuk berkumpul sejenak dengan orang tua dikampung.


Setelah berkendara selama 5 jam, akhirnya mereka tiba dipelataran rumah Ayu. Ayah dan bunda Ayu yang lagi sibuk bersih- bersih taman jelang Bulan Baik, terlonjak senang melihat anak menantu tiba.


" Ayu! Maulana! " Teriak mereka seraya berlari menghampiri kepintu mobil.


" Bunda, ayah..." Sahut Ayu dengan berkaca-kaca.


Aini merentangkan tangannya untuk memeluk Ayu. Ayu menghambur kepelukan sang bunda. Lama ibu dan anak itu saling mencurahkan kerinduan melalui pelukan. Sedang Ayah Pras dan Maulana menunggu dengan sabar.


" Ternyata harapan ibu tinggal menunggu bulan


jadi kenyataan." Ucap Aini setelah melepas pelukan.


" Menunggu bulan kapan datang Bunda?bukankan tetap diorbitnya." Ujar Ayu menggoda sang bunda.

__ADS_1


" Ho...ho...belum lahir udah bandel ya! " Maksud nenek nunggu bulan yang ini. " Balas Aini memasang wajah geram, seraya menyentuh perut Ayu yang sudah membuncit.


" Sudah sangat siap rupanya dipanggil nenekcerewet. " Timpal Pras yang dari tadi menahan hati untuk mendekap putri dan calon cucunya, karna waktunya sudah diborong habis oleh Aini istrinya.


" Siapnya sudah dari dulu, cuma jodoh putri saja yang baru bertemu. " Balas Aini seraya menarik lembut tangan Ayu menuju rumah." Lihatlah, dia mengangggap putriku seperti ia sendiri yang punya. " Adu Pras pada menantunya.


" Tenanglah suamiku yang tampan, giliranmu didalam menggoda calon cucu. " Ujar Aini.


Ayu dibimbing bundanya sehingga duduk hati-hati disofa.


" Mau pulang kok ngak kasih kabar sih nak padahal kalau dibilang kan bunda sediakan makanan kesukaanmu." Ujar Aini sembari melangkah kedalam untuk mengambil buah." Sudah makan tadi? " Tanya Aini lagi.


" Emang selama ini kebiasaannya begitu, bunda ngikuti kebiasaan saja omongnya. " Ucap Aini sembari tersenyum.


" Cukup banyak kebiasaan makan minum selama ini ngak sesuai dengan penelitian baru tentang kesehatan lho bunda. " timpal Maulana.


" Ya, kami orang tidak tahu kalau tidak dikasih tunjuk. " balas Aini.


" Ya udah, anak menantu baru sampe, jangan langsung didebat dong dik, mending kita masak

__ADS_1


kedapur, mereka rehat dulu, kalau dah pulih capeknya, biar jemput nenek sama nannynya,agar ngumpul kita lengkap." Usul Pras.


" Iya yah, kayaknya Ayu memang capek dan ngantuk." Rengek Ayu.


Kemudian pasangan suami istri itu kekamar." Kangen kali kamar ini." Kicau Ayu begitu merebahkan dirinya dikasur.


Maulana turut berbaring memeluk istrinya." Besok kalau sudah puasa ngak boleh peluk-peluk siang hari. " Ujar Ayu.


" Tahu juga dikit aturannya kok buk..." Goda Maulana.


" He...he...Ngeledek ni ye. " Balas Ayu seraya mencubit pinggang suami. Kemudian aksi cubit-berganti dengan yang lain, perlakuan hangat


yang membuat tubuh kian dekat dan akhirnya


rapat hingga terlihat seorang saja.


" Kalau udah puasa dilarang keras, ada kifarat.Untuk itu sebelumnya orang pada ngebet kawin." Ujar Maulana tersenyum senang setelah itu.


"Mereka sangat bahagia, hanya harapankuberkumpul lagi dengan Ayu sudah pupus. " Sungut Sahman diruangan semedinya.

__ADS_1


__ADS_2