My Love Ruler Of Another World

My Love Ruler Of Another World
Takkan Ada


__ADS_3

" Tak kan ada lagi ruang kosong yang akan kubiarkan dihati, jiwa dan fikiran istriku. Aku akan mengisi semuanya dengan cintaku padanya dan Cintanya padaku Insya Allah." Ucap Maulana bertekad dalam hatinya.


Ayu mengernyit bingung begitu melihat suaminya masuk langsung menghujaninya dengan kecupan. Bahkan pria tampan ia dengan tanpa aba- aba lamgsung memasukkan kedua tangannya kedalam daster Ayu dengan terburu.


" Bang ada apa? " tanya Ayu bingung ketika Maulana sudah mengungkungnya dengan tatapan ingin melahap habis istrinya ini.


" Uumhhhh". Bukannya menjawab atau menjeda perbuatannya, malah Maulana dengan tergesa menyingkap pakaian Ayu dan melemparnya kepinggir tempat tidur, Lalu tangan kirinya menyusup kebawah punggung untuk membuka pengait Bra Ayu. Sebelum Ayu sempat protes kembali, Maulana sudah mengesap puncak koko chip sebelah kanan dengan rakusnya, seperti seorang bayi yang sudah sehari semalam tidak mendegup ASI akibat ditinggal pergi olah ibunya.


Tangan sebelah kiri Maulana tentu tak mau diam, sibuk mengusap dan memelintir gunung dan puncak yang sebelahnya, membuat Ayu tak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara desahannya.


" Bang....Ughhhh... Malu dilua_ " Ucapan Ayu terpotong karna dengan sigap bibir Maulana sudah


berpindah dari SGMnya untuk melahap bibir Ayu, dan masukkan lidahnya mengabsen seluruh isi mulut istrinya. Ayu yang tak tahan untuk tidak membalas ciuman yang menuntut ini. Cukup lama mereka saling bertukar Saliva, membelit dan melilit hingga terdengar decapan memenuhi seisi ruangan. Ketika nafas keduanya sudah tersegal, barulah pagutan bibir ini terurai. Sedetik tatapan sayu keduanya bertemu, lalu detik berikutnya Ayu dengan terburu menyingkap baju kaus putih tipis pembalut tubuh tubuh kekar suaminya. Maulana tersenyum tipis sembari melepas bawahannya. Sedang Ayu sendiri yang sejak hamil muda tidur tak suka pakai dalaman bawah, sudah polos dari tadi.


Detik berikutnya sentuhan skin to skin menambah suasana semakin panas. Keduanya bagai penari Ular yang saling membelit dan mengigit. Sampai keduanya merasakan tak tahan lagi, Maulanapun mulai mengarahkan senjata andalannya untuk memasuki sarung sempit miliknya.


" Bang....Lakukan dengan pelan ya...Ingat ada anakmu didalam. " Bisik Ayu mengingatkan begitu benda tumpul nan panjang itu sudah melesat dan tenggelam sempurna kedasar terdalam guanya.


Maulana menjawab dengan anggukan saja, selanjutnya mulai menghujam Ayu dengan lembut. Namun seiring tuntutan dari dalam, dan sambutan goyangan Ayu dari bawah, akhirnya dari irama dansa berganti dengan joget dangdut dan ujungnya tetap berlanjut dengan sentakan musik rok yang menggetarkan hati jantung dan seluruh sendi. Sampai terdengar lenguhan panjang keduanya yang hampir bersamaan seiring dengan menyeburnya saripati cinta dari keduanya, Pergerakan berhenti sejenak. Sampai beberapa detik keduanya terdiam saling memeluk erat.


" Sayang...Apakah didalam jiwa, dan tubuhmu sudah terisi Maulana semua? " tahya Maulana begitu nyawanya terasa kembali lagi dari nirwana.


Ayu tersenyum geli, kemudian menghisap dada Maulana. " Turun bang...Berat! Ujar Ayu setelah menggigit Bahu Maulana.


Setelah Maulana merebahkan diri didamping Ayu, sekarang Ayu menaiki suaminya, menautkan bibirnya dengan bibir Maulana tanpa basa - basi.

__ADS_1


Keduanya kembali larut dalam pagutan yang panjang. Kemudian Pergelutan kembali terjadi. Setelah merasakan pusaka suaminya kembali berdiri dengan sempurna dan kepalanya kembali menitikkan getah bening. Ayu tanpa sungkan mengarahkan benda itu kemiliknya.


" Aughhhhh....Keduanya menggunamkan ******* ketika dua kutup itu kembali menyatu dengan sempurna. Sekarang Ayu mulai bergoyang cendol diatas tubuh suaminya. Dengan lahap Maulana meraih dua gundukan kenyal didepan matanya. Mengusap satunya dan mengesap sebelahnya, melakukan secara bergantian tanpa melupakan menghujam Ayu dari bawah.


Sampai Ayu mencapai pelapasannya, gerakannya melamban. Maulana mengerti istrinya lelah membalikkan posisi dengan pelan tanpa melepas penyatuan mereka. Kemudian melanjutkan perjuangan mencapai puncak sekali lagi.


"Ooouuuhhhhh.....Bunga jiwaku. " Racau Maulana saat mencapai pelepasannya. Kemudian pria perkasa ini terhempas disisi kanan istrinya.


" Sudah tahu isi jiwa istrimu kan sayang? " Tanya Ayu begitu Maulana sudah mendekapnya dan dalam satu selimut berdua.


" Ya sayang...Semoga Allah mengelakkan cinta kita


selamanya." Balas Maulana.


" Amiiin..." Seru mereka berdua.


Lama Maulana membelai istrinya sampai terlelap. Setelah Ayu lelap, barulah Maulana bergerak pelan melepas pelukan, hendak kekamar mandi untuk berWudhu sebelum kembali kembali ketempat tidur untuk memeluk pautan jiwa dan raganya.


Ayu terbangun ketika sayup- sayup telinganya mendengar rintihan dari kejauhan. " Siapa yang meminta sampai menangis seperti itu? tanya Ayu.


Begitu matanya terbuka dengan sempurna, yang ia temukan adalah suaminya yang sedang menangis ditukar shalatnya dalam berdoa.


Ditatapnya Maulana penuh kasih. Ia sudah mendengar semua permintaan suaminya dengan lirih ditengah malam ini pada Kuasa alam semesta.


Ternyata dirinya menjadi orang yang nomor tiga dimintakan Maulana pada Allah setelah Ibu dan ayahnya.

__ADS_1


Dengan berurai airmata pria yang sudah menghalalkannya itu memohon untuk kesembuhan, kebaikan, keselamatan dan kebahagiaan Ayu diatas diri suaminya itu sendiri.


Ayu tersenyum dalam syukur yang begitu besar dalam hati atas kemurahan Tuhan memberinya suami yang memiliki cinta dan ketulusan sebesar Maulana.


Tak mau suami tahu ia terbangun dan mendengar segala curahan hati suami pada Illahi Robbi, Ayupun memejamkan matanya. Sampai Maulana sudah disisinya, menciumi seluruh wajahnya dan membisikkan kata cinta, barulah Ayu membuka mata. " Bang....Bisa minta tolong gendong Ayu kekamar mandi? Kalau bisa Ayu pingin mandi sholat. " Rengek Ayu.


" Tentu sayang....Tunggu sebentar Abang atur suhu air dulu. Ujar Maulana sembari mengecup kening Ayu.


Dengan cekatan sigap Maulana berjalan kedapur untuk memanaskan air untuk Ayu, karna dirumah orang tua Ayu hanya ada bak mandi biasa.


Setelah airnya selesai, Maulana segera menggendong Ayu kekamar mandi.


" Bagaimana sayang? Apa suhunya sudah pas? tanya Maulana sambil mengetes air dengan memasukkan tangannya kedalam gayung yang berisi air yang ia ambil dari ember besar yang sudah dicampurnya air panas dan dingin hingga jadi hangat itu.


Ayu mencelupkan tangannya kedalam gayung kemudian mengangguk.


Maulanapun mulai memandikan Ayu. Ayu tak hentinya bersyukur selama mandi, dihanduki, berwudhu.


Begitu selesai sholat dan doa bersama, Ayu segera menghambur kedalam pelukan Maulana.


" Hanya dirimu dan Asma Allah yang boleh bertahta dalam jiwa dan ragaku wahai Maulanaku. " Ucapnya lirih.


" Abang juga begitu sayang.. Hanya dirimu dan Pencipta kita yang akan Abang puja sepanjang nafas masih bersarang diraga ini. Bahkan hingga Allah mengambil jiwa ini kembali padaNya, Abang berharap kita akan masih bersama diSyurga nanti."


" Aamiin..." Balas Ayu semakin membenamkan tubuhnya dalam dekapan suaminya.

__ADS_1


Dari kejauhan Sahman memandang sembari bergumam. " Ya Allah...Berkahilah cinta mereka...Selamatkan keturunan Pasangan itu. Walau terasa perih didada ini, aku berusaha ikhlas mulai sekarang, karna kutahu lelaki itu adalah pria terpantas untuk Ayu. Bahkan jika aku manusia pun, aku tetap akan kalah bersaing cinta dengan Maulana. Aku janji mulai hari ini takkan ada lagi baik diriku atau bangsaku yang akan berani mengganggu cinta mereka." Janji Sahman sembari mengusap airmata.


__ADS_2