My Love Ruler Of Another World

My Love Ruler Of Another World
Gadis yang Beruntung.


__ADS_3

Akhirnya Ayu mau di USG setelah usia kehamilan yang kesembilan Minggu. Maulana sudah sering membujuk istrinya agar mendatangkan temannya memeriksa kerumah, tapi Ayu kukuh tidak mau. " Ayu sehat kok bang, kan ngak bocor, tunggu aja usia kandungan dua bulan, baru kita kekliniknya, Boros! " kukuh Ayu menolak permintaan suami yang dianggapnya terlalu berlebihan.


Maulana sebenarnya sangat ingin cepat mengetahui kondisi anaknya setelah Ayu mengalami gangguan para siluman itu. Tapi karna Istrinya menolak, Maulana mutuskan untuk bersabar sembari terus berdoa, ia tidak mau menyinggung istrinya, apalagi berhubungan dengan masa lalunya.


" Sekarang kayaknya sudah Minggu kesembilan, sepertinya kita siap untuk berangkat." Ajak Maulana suatu pagi.


" Baiklah bang, Ayu berkemas sekejap dulu ya. " Jawab Ayu mulai menuju walk-in closet.


Maulana menghidupkan mesin mobil sementara menunggu istrinya berkemas.


"Mau kemana sayang? " tanya Bi Ningsih yang berpapasan dengan Ayu yang sudah rapi dan cantik. Bibi Ningsih sampe pangling melihat Ayu yang makin cantik, dengan kulit wajah yang makin cerah.


" Ada apa Bi, apa lip blam saya belepotan? " tanya Ayu heran mengapa bi Ningsih menatapnya tanpa berkedip.


E- Eh, bukan nak, nak Ayu makin cantik dan bikin pangling. Mungkin bakal dapat Cucu perempuan nih bibi kayaknya." Cetus bi Ningsih tak sengaja terlontar begitu saja.


Ayu tersenyum senang. " Perempuan juga bagus kok bi, Ayu suka anak perempuan, kalau bisa kembar malah, Ayu ingin punya anak gadis dua sekalian, biar rumah jadi rame nantinya. " Ujar Ayu.


" Bibi juga pasti senang kalau Ayu dapat twin girls, biar bisa satu buat bibi, satu buat mbak Aini dikampung. " Balas bi Ningsih berbinar.


" He...He...Bibi bisa aja, masak belum jelas aja sudah ada yang niat bagi- bagi anak gadis Ayu sich." Ucap Ayu memasang wajah cemberut.


" Tapi ngak apa juga lagi, yang penting sehat dan selamat, para neneknya bisa bergembira juga dengan kehadirannya. " Ucap Ayu lagi.


" Sayang, dah siap belum? " panggil Maulana yang tidak menemukan Ayu dikamar.


" Ya sayang, dah siap, bentar ya! " sahut Ayu, kemudian mengulurkan tangannya pada biNingsih.


" Sarapannya ini gimana sayang? " tanya Bi Ningsih. Kemudian mengulurkan segelas susu bumil untuk Ayu. Setelah duduk dikursi Ayu minum susu, baru kemudian menyusul suaminya kekamar.


" Bibi nanya apa kita tidak sebaiknya sarapan dulu? " Ayu duduk dipinggiran tempat tidur disisi suaminya, seraya menyentuh pundak Maulana.


" Kita sarapan diluar dulu ya dik, sudah dua bulan Ayu tidak keluar rumah. Kita beli buah, sarapan ditenda bibi Sofi dipasar, baru menuju keklinik. " Usul Maulana.


" Boleh juga, disana ada soto Padang sama kolak pisang kan ya bang? " tanya Ayu berbinar.


" Semua ada, ada soto sapi, soto Ayam, lontong sayur, jenis kolak, bubur jagung, bahkan Nasi ketan sama durian. Tapi kalau Nasi Ketan sama durian belum boleh Ayu cicipi, tunggu sampai usia kehamilan 28 Minggu. " Jelas Maulana.

__ADS_1


" Oke deh, kali ini Ayu patuh! " Balas Ayu dengan tersenyum manis.


Cup


Sebuah kecupan singkat mendarat dibibir


tipis Ayu sebelum tubuhnya melayang karna sudah digendong Oleh Maulana.


Maulana menggendong Ayu dan berjalan hati- hati menuju mobil.


Setelah sarapan sesuai Janji, Maulana membawa istrinya keklinik dokter Aulia. Kedua nya menunggu sebentar, sebelum dipanggil.


Ayu berdebar setelah Aulia mengoles perut Ayu dengan Gel, lalu kemudian mengarahkan transduser. Aulia mengernyit seraya memfokuskan netranya, membuat pasangan suami istri yang tidak mengerti gambar yang terpampang dilayar kian berdebar.


Deg


Deg


Deg


Setelah memperhatikan layar beberapa detik, Aulia berseru. " Maulana! kamu bakalan jadi Ayah untuk sikembar. " Ujarnya setengah berteriak.


" Apa? Benarkah? Anakku adakan didalam perut istriku? " tanya Maulana seperti orang nyinyir.


Tuk...


Aulia menoyor kening sahabatnya." Iya bacot! kok kayak orang Amnesia gitu sih? Apa lu lupa juga sudah ngerjain istrimu sampai mengandung." Ketus Aulia yang melihat sahabat cerdasnya terlihat sangat bodoh kali ini.


Sekarang Maulana menangis, sedang Ayu sudah dari tadi berkaca- kaca." Ya Tuhan...ternyata impianku sebentar lagi bakalan nyata, selamatkan kami Ya Allah...mudahkan prosesnya. " pinta Ayu dalam hati.


Maulana segera menunduk disisi pembaringan Ayu, mencium istrinya berulang kali dengan berurai airmata. " Sayang, Impian nenek buat punya cicit akhirnya kenyataan, sekarang malah dikasih Doble. " Ucapnya lirih.


" Iya bang, sepertinya doa orang tua kita telah diijabah, dan semoga tidak ada lagi masalah, dan keduanya bisa lahir sehat dan selamat. "


" Ya, semoga Umminya juga diberi kekuatan dan semangat yang besar, semoga bisa normal juga nantinya. " Timpal Aulia.


"Iya Aulia, kalau bisa normal itu lebih baik, biar bisa secepatnya nambah lagi. " Ujar Maulana.

__ADS_1


" Apa!!! Ayu dan Aulia berteriak bersamaan.


" Kau kira istrimu Kucing? mau disuruh mengandung terus! " Aulia memelototi Maulana yang cengengesan.


He...He....Kan kejar target ya, umurku kan sudah kepala tiga. " Jawab Maulana cekikikan.


Aulia memprin hasil USG dan menyerahkan pada Maulana. " Udah pulang, aku tak mau kau mesum diklinikku, pulang sana kalau mau mengulik istrimu. " Sungut Aulia yang melihat Maulana tidak segan ******* bibir istrinya didepan dokter sahabatnya itu.


" Cik, Selama ini pendiam, ngak tahu kiranya kau kalau sudah nikah ternyata segersek ini. " Cerocos Aulia seraya membuang muka.


Sedang Ayu mukanya sudah merah seperti tomat masak menahan malu.


Kalau Maulana santai saja, senyumnya malah semakin lebar, seperti senyum remaja yang baru puber.


Periksa pertama gratis! tapi syaratnya setelah ini harus rutin periksa. Kalau nanti twin sudah lahir, baru aku minta hadiah ditraktir sekeluarga di safari garden cafe! " Ujar Aulia dengan senyum lebar.


" Kalau itu sih ngak masalah Aulia, bahkan sama tetanggamu juga boleh diajak, yang penting kedua anak dan istriku sudah sehat dan selamat dulu, kalau perlu kita liburan bersama ke-


Maulana sengaja menggantung ucapannya.


" Kemana? " tanya Aulia penasaran.


" Ke Padang panjang! " Seru Maulana yang membuat Aulia mencebik.


" Udah pulang sana! Untung pagi ini pasienku lagi sepi, kalau tidak dari tadi kau kusuruh seret sama satpam. " Ujar Aulia mencebik.


" Kalau ada banyak dokter sepertimu, pasti orang pada cari dukun beranak saja. " Balas Maulana bersesungut.


Sedang Ayu hanya tersenyum mendengar petengkaran dua mantan teman sekolahan itu.


" Mana ada pasien sepertimu didunia ini, main Tabbir tanpa malu diruangan praktek seorang dokter. " Jawab Aulia tak mau kalah.


He...He...Bye...Bilang aja dirimu lagi kepengen dimanja suami. " Debat Maulana sembari menggandeng Ayu.


Aulia tersenyum, kayaknya ia ya, emang yang dirumah tidak se Care ini sih. " Curhat Aulia memandang iri melihat Maulana yang tanpa segan menggendong Ayu menuju keluar dari ruangannya.


Aulia memandangi Maulana sampai keluar, hingga masuk kemobil." Gadis yang beruntung. " Gumamnya lirih.

__ADS_1


__ADS_2