MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 21


__ADS_3

Cia langsung menatap tajam ke arah Alan.



sedangkan orang yang ditatap masih enteng saja sambil memainkan handphonenya.



"kenapa kakak tidak memperbolehkan kak alen ke luar kamar?."sungut Alena karena kakaknya yang tidak peka itu.



Alan hanya diam saja tanpa menjawab,ua malah sibuk dengan Banda pipih yang ada ditangan nya .



"kakak jawab aku."Cia agak meninggikan suaranya agar Alan mendengarkannya.



"sudahlah cia, bagaimana kalau sekarang saja kita belajar memasak."kata Alena mencoba mambujuk Cia.



"baiklah,ayo kak."Cia langsung menggandeng tangan Alena menuju ke dapur.



"kita akan masak apa kak."tanya cia setelah tiba di dapur.



"bagaimana kalau kita masak nasi goreng saja karena itu lebih mudah."


"baiklah."ucap Cia dengan semangat.


mereka pun mulai memasak.sembari memasak alena memberi tau Cia tentang bumbu bumbu masakan.



Alena mengajari Cia dengan penuh perhatian



kadang mereka tertawa karena gurauan Cia dan terkadang Cia juga menangis karena memotong bawang merah.


__ADS_1


tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sedari tadi.dia duduk di kursi meja makan dan tatapannya tak pernah teralihkan dari orang yang sedang tertawa riang di dapur itu.tampa sadar dia pun ikut tersenyum melihat tawa orang yang berada di dapur tsb.



drett drett


bunyi ponsel Alan ,ia langsung mengangkat telepon itu.


"....."


"maafkan aku.aku tidak bisa ,aku banyak pekerjaan."


"....."


" maafkan aku,aku tidak bisa."setelah mengatakan itu Alan langsung mematikan panggilan tersebut.


ya! aurellah yang menelpon Alan tadi ,karena mereka sudah janjian kemarin akan ketemu di hotel,tetapi apa Alan malah menolaknya karena ingin melihat gelak tawa dua orang gadis yang sedang memasak di dapur.



'apakah aku sudah mulai mencintai alena?pikir Alan. ia bukan orang yang bodoh yang tidak tau ciri ciri orang yang sedang jatuh cinta.



Alan terus menatap setiap gerak gerik alena.entah berapa lama Alan duduk disana,biasanya ia adalah orang yang tidak suka membuang waktu hanya untuk duduk diam saja,tapi lihat sekarang ia duduk dikursi memperhatikan 2 orang gadis yang sedang memasak.




Alan kembali tersenyum melihat tingkah laku adiknya.



"ayo kak, kakak harus orang yang pertama kali merasakan masakan aku."kata Cia mengambil nasi goreng itu pakai sendok dan ingin menyuapi Alena.


"aaaa"


Alena membuka mulutnya dan cia langsung menyuapi Alena.


"bagaimana kak apakah enak."tanya cia, harap harap cemas.


"wah ini enak sekali."


mendengar jawaban Alena membuat Cia menjadi tersenyum lebar.


"benarkah?"tanya cia tidak percaya.

__ADS_1


"iya liat kakak jadi ingin tambah lagi."Alena memakan nasi goreng itu sesendok lagi.



"kalau bagitu aku harus memberikan ini pada kakak juga."


"iya ,ayo kita barikan."


Cia langsung membawa nasi goreng itu ke meja makan dan mereka terkejut karena Alan duduk disana sambil memandang mereka dengan sebuah senyuman.


"kakak liat aku sudah bisa masak."Cia meletakkan nasi goreng yang ia buat di hadapan Alan.


"baiklah kalau begitu siapkan kakak."


Cia langsung duduk disamping Alan dan menyuapinya.


"bagaimana kak enak?"


"ini enak,ternyata adik kakak sudah besar sudah bisa masak."Alan mengelus puncak kepala adiknya.


Alena hanya tersenyum melihat sisi lain Alan yang begitu lembut.



"aku juga mau coba kak."kata Cia.



"ini punya kakak.masakan pertama kamu harus kakak yang menghabiskan."Alan merampas sendok dari tangan Cia


"tapikan aku ingin makan juga."


"tidak boleh ini kakak yang punya."Alan langsung memakan nasi goreng itu.


"baiklah abiskan saja sama kakak,akuau kekamar duluau membersihkan diri."Cia berlalu menuju kamarnya.


.


.


.


.


###


salam hangat dari author 😘😘

__ADS_1


__ADS_2