MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 90


__ADS_3

air mata Alan tal henti hentinya keluar sejak tadi badannya kaku dan lidahnya seperti tidak bisa digerakkan.


sekarang ia sudah terlepas tetapi tangan dan kakinya seperti tidak bisa di gerakkan walaupun selangkah.


sedangkan alena sedang berbicara dengan bibi Rika.


"siapa yang merencanakan ini bibi?"tanya alena to the poin.


"aku dan Syam."kata bibi Rika santai.


"apa bibi sudah sehat ?"tanya Alena lagi.


"apa kau tidak lihat,bibi sudah membuat tangan laki laki itu patah apa ini belum yang namanya sehat."kata bibi Rika.


"apakah kamu mau bertanya terus tanpa mau memeluk bibimu ini.apakah kau tidak merindukan ku?"kata bibi Rika dengan nada dibuat kesal.


"tentu saja aku sangat merindukanmu bibi."Alena langsung berhamburan ke pelukan bibi Rika.


cukup lama mereka berpelukan .


"baiklah alena."bibi Rika melepaskan pelukan itu.


"bibi mau menghentikan tangisan bayi besar itu dulu kalau tidak bisa banjir gedung ini olehnya."kata bibi Rika berjalan ke arah Alan yang menangis sedari tadi.


disebelah Alan sudah ada Baron yang menggantikan posisi Alena tadi dengan kaki dan tangan juga diikat.

__ADS_1


"sudah jangan menangis lagi, apa kau mau membuat gedung ini kebanjiran air mata mu itu."kata bibi Rika sambil menghapus air mata Alan dengan tangannya tapi bukan berhenti cairan bening itu malahan semakin cepat keluar dari pelupuk mata Alan.


"hikss hikss ib…ibu…hikss hiks"kata Alan terisak Isak memanggil ibunya.


tak tertahan lagi bibi Rika langsung memeluk putranya .sakit rasanya kembali melihat anaknya menangis seperti itu ,


dulu Alan pernah menangis terisak Isak seperti ini karena dicemooh oleh teman temannya anak haram,waktu itu ia hanya bisa menangis dan berlari pulang dengan air mata yang selalu jatuh dari kelopak air matanya,waktu itu juga ia memanggil ibu dengan isakkan tangis seperti tadi.



bibi Rika dengan lembut mengelus punggung Alan agar anaknya lebih tenang tapi tidak dengan dirinya sendiri Sekarang dirinya juga mengeluarkan air mata .



sebenci benci seorang ibu kalau melihat isakkan tangis dari sang anak pasti rasa sakit itu juga menyesakkan di dada ibu itu sendiri.


hangat sekaligus sakit saat di dekapan ibunya yang ia rasakan.


"hiks hikss maa…hiks maaf…maafkan hikss maafkan aku ibu…hikss."kata Alan sangat lirih di pelukan sang ibu.


mungkin dalam hidupnya saat inilah paling terberat yang alan rasakan.


"huss tanpa kau minta ibu sudah memaafkan semua kesalahanmu."kata bibi Rika mencium puncak kepala alan.


Alan membalas pelukan itu dengan begitu erat seakan tidak mau bibi Rika pergi darinya.

__ADS_1


sekitar sepuluh menit bibi Rika memeluk Alan tetapi tidak ada tanda tanda Alan akan melepaskan pelukan itu ia masih membenamkan kepalanya pada dada bibi Rika.


"sudah sekarang tugas ibu masih ada jadi lepas kan dulu."kata bibi Rika mencoba melepaskan pelukan Alan.


"tidak ma…mau ,nanti ib…ibu pergi lagi."kata Alan masih sesenggukan.


"apa kau tidak akan menghukum laki laki itu?ibu hanya mau memberi kan sedikit pelajaran padanya."kata bibi Rika dan kembali mencoba melepas pelukan itu dan akhirnya alan melepaskan nya.


bibi Rika berjalan menuju kearah Baron yang sudah duduk di kursi dengan tangan terikat.


"dasar jalang berani beraninya kau padaku."teriak Baron pada bibi Rika.


rasanya sekarang Alan dan Alena ingin membuat mulut laki laki sialan itu sebagai sarang peluru mereka.


"jalang ya ,baiklah mari kita bermain dengan jalang ini."kata bibi Rika berjalan ke arah Baron dengan sesuatu ditangannya.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


***JANGAN LUPA LIKE AND VOTE 😅😅


SALAM HANGAT DARI AUTHOR 😘😘***


__ADS_2