
Alan datang dengan memakai baju kokoh dan sarung dan juga memakai kopiah hitam yang bertengger manis diatas kepala alan.dapat dilihat dengan jelas bulir bulir air wudhu yang masih tertinggal di wajah rupawan nya .
Alan kembali duduk di sebelah Alena yang masih setia memandang takjub Alan.
dan tak lama ustadz abi juga datang dan duduk di depan mereka.
"karena nak Alan belum bisa bacaan shalat maka saya memberikan ini kepada nak Alan .buku ini sudah lengkap dari mulai tata cara wudhu sampai shalat, nak Alan dapat menghapalnya dengan ini."ustadz abi memberikan sebuah buku yang tidak terlalu tebal kepada Alan.
"terima kasih banyak ustadz."kata Alan tersenyum dan mengambil buku itu.
"dan untuk saat ini karena nak Alan belum hapal bacaan shalat lebih baik nak Alan senantiasa shalat berjamaah ke masjid yang ada di sekitar rumah nak Alan."kata ustadz abi lagi.
"baiklah ustadz."
"dan untuk belajar membaca Alquran yang benar nak Alan bisa belajar dari nak Alena di rumah."jelas ustadz.
"baiklah ustadz saya mengucapkan terima kasih banyak atas semua yang ustadz berikan kepada saya ."kata Alan .
"tidak apa apa ini merupakan kewajiban saya juga memberi tau orang yang baru masuk Islam atau disebut mualaf."
"baiklah ustadz kami permisi dulu dan ini ada rezeki sedikit untuk ustadz."Alan memberikan sebuah amplop coklat kepada ustadz abi.
"maaf saya tidak bisa menerimanya karena saya mengajari nak Alan ikhlas karena Allah."kata ustadz abi menolak pemberian Alan.
"tidak apa apa ustadz kalau begitu gunakanlah ini untuk keperluan mesjid ini."Alena buka suara.
"iya ustadz ."kata Alan kembali menyodorkan amplop itu lagi.
"baiklah , terima kasih banyak nak Alan dan nak Alena semoga bisa terus hijrah kejalan Allah."
__ADS_1
"aminn."jawab Alan dan Alena serentak.
"baiklah kalau begitu kami undur diri dulu ustadz."kata Alena .
"assalamualaikum."kata Alan dan Alena bersamaan.
"waalaikumsalam wr wb."jawab ustadz.
Alena dan Alan berlalu pergi menuju mobil.
.
.
.
saat dalam melakukan mobil.
"ada apa?" tanya Alan karena Alena terus saja memandang kearahnya yang sedang mengemudi.
"terus kenapa lama sekali melihat wajahku ada yang salah ya."kata Alan menghentikan mobil dan melihat kearah Alena.
mata coklat Alan bertemu dengan manik hitam Alena . ada sebuah desiran yang terasa saat memandang satu sama lain .
"terima kasih."kata alena membuka suara.
"untuk?"
"karena sudah mau mencoba menjadi imam yang baik untukku."kata Alena tulus tanpa memutuskan kontak mata mereka.
"aku sedang berusaha mendirikan rumah tangga yang harmonis denganmu dan anak kita kelak."kata Alan tulus.
"aku tak mau terlambat untuk memulai ini denganmu.oleh karena itu ajari aku terus."kata Alan .
__ADS_1
Alena tidak membalas lagi seatbeltnya dan memeluk Alan dengan begitu erat.
Alan terkejut dengan pelukan itu biasanya Alena tidak pernah memeluknya terlebih dahulu.
Alan langsung membalas pelukan itu.
.
.
.
setelah menempuh satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah.
ceklek Alan dan Alena memasuki rumah dan ternyata belum Cia belum pulang dari sekolah karena hari baru menunjukkan jam sebelas.
Alan dan Alena memilih untuk pergi kekamar untuk istirahat.
dan sekarang disinilah sepasang pasutri itu berada di atas tempat tidur dan saling membagi kehangatan.
.
.
.
.
bersambung.
###
Jangan lupa like and vote.
__ADS_1
Salam hangat dari author 😘😘