MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 24


__ADS_3

 


"apa makanannya tidak enak?kenapa kamu tidak memakannya dari tadi sayang?"tanya aurel melihat Alan yang sama sekali tidak menyentuh makanannya sedari tadi.


sedangkan Alan masih hanyut dalam pikirannya tentang Alena yang tersenyum manis kearah Frans tadi ada perasaan kesal saat ia memikirkannya.


 


"sayang."Aurel menyentuh tangan Alan karena Alan yang tidak merespon ucapannya dan malah melamun.


 


"ia ada apa sayang?"kata Alan tersadar dari lamunannya.


"apakah makanannya tidak enak,kenapa kau tidak menyentuh makanannya sedari tadi?"tanya aurel lagi.


"bukan begitu tetapi aku sedang kurang enak badan saja jadi nafsu makanku agak berkurang."jawab Alan.


"jadi sekarang apa yang kau inginkan akan aku akan memesankannya untukmu."


 


"tidak usah kita makan yang ini saja."Alan mulai menyendokkan makanannya.


.


.


.

__ADS_1


 


"masakan nyonya sangat enak sekali."puji Frans terhadap masakan alena.


"jangan panggil saya dengan nyonya, panggil nama saya saja."kata Alena.


 


"tapi kalau tuan tau saya bisa kena marah."


"sekarang kan Alan tidak ada jadi kau boleh memanggilku dengan nama saja "


"baiklah Alena."kata Frans canggung.


"sejak kapan kau kerja dengan alan, Frans?"tanya Alena mengalihkan pembicaraan agar tidak terlalu canggung .




"dimana keluargamu frans?"tanya Alena .


"keluargaku dibunuh oleh mafia,dulu keluargaku adalah orang yang bisa dibilang cukup berpengaruh dalam dunia bisnis,karena itulah ada orang yang merasa iri dengan keluarga ku jadi mereka ingin menyingkirkan keluargaku."cerita Frans lagi.


"saat itu aku baru pulang sekolah dan melihat mayat orang tuaku dan adikku dengan bentuk yang tidak sewajarnya organ tubuhnya berserakan dilantai.aku saat itu hanya bisa terdiam air mataku terus berjatuhan tanpa diminta."air mata Frans mulai menetes dan ia langsung mengusapnya kasar



"saat itu rencananya aku mau buat kejutan untuk orang tuaku karena aku lulusan terbaik waktu itu tetapi bukan orang tuaku yang diberikan kejutan tapi aku yang diberikan kejutan yang sangat luar biasa yan yang tidak pernah aku lupakan."sekarang air mata Frans sudah mengalir deras

__ADS_1



"setelah orang tuaku dikebumikan aku kembali ke rumahku untuk istirahat tetapi ternyata kejutannya belum selesai, sekarang rumah yang penuh dengan kenangan keluarga ku sudah dijual ,entah siapa yang menjualnya aku pun tak tau."Frans berhenti karena Alena memberikan air putih untuknya.



"kalau kau tidak sanggup tidak usah ceritakan."kata Alena ia tidak mau Frans kembali teringat masa lalunya yang kelam



"tidak aku akan menceritakannya mungkin beban ku akan sedikit berkurang karena bercerita dan aku juga percaya denganmu Alena."Frans sudah mulai biasa memanggil Alena dengan namanya.



"saat itu aku tidak tau lagi mau kemana karena keluarga ku tidak ada satu pun,saat itu hanya pakaian yang ada di badan aja yang ada.aku merasa putus asa saat itu aku berjalan kemana kakiku berpijak.lapar haus saat itu aku rasakan tetapi apalah daya aku tidak punya uang sama sekali."Frans berhenti sejenak



"tiba tiba telingaku mendengar suara tembakan yang tidak jauh dari tempat diriku berada,badanku bergetar hebat saat itu tetapi karena penasaran aku pun pergi mendekat kearah asal suara itu.saat itulah pertama kali aku melihat seorang alan,saat itu dia sedang menguliti seseorang.aku terkejut melihat apa yang ada dihadapan ku saat itu,aku langsung mencoba berlari dari situ karena ketahuan tetapi takdir tidak memihak padaku aku manendang kaleng yang menyebabkan bunyi yang lumayan besar."


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


###


Salam hangat dari author 😘😘


__ADS_2