
Alena dan Alan berjalan di tepi pantai dengan tangan yang saling bertautan.
sungguh indah kalau sudah jatuh cinta tidak butuh ketempat luar negri untuk mengabadikan kebahagian tetapi hanya dengan melihat keindahan ciptaan tuhan saja bisa membuat senyuman Alan dan Alena tak luntur luntur.
bermain air bersama saling melempar lempar pasir satu sama lain bisa membuat tawa mereka pecah.
bahagia satu kata untuk saat ini bagi mereka.
"hubby ,gimana kalau kita buat istana pasir."kata Alena sambil duduk diatas pasir.
"ayo."
mereka berdua lalu membuat istana dari pasir dengan saling bersenda gurau.
"subhanallah."kata Alena takjub atas istana yang ia buat.
"cantik kan kayak orang yang buat."kata Alan sambil mencubit hidung alena.
membuat pipi wanita itu menjadi memerah karena malu.
"kau tau kenapa aku hanya membuat istananya hanya dua tingkat?"kata alan.
"emang kenapa?"tanya Alena balik.
"karena ini,"Alan menunjuk istana yang diatas.
"ini tempat kita berdua ,kita akan berduaan saja disini,dan ini untuk anak anak kita ."kata Alan menunjuk bagian bawah istana.
"dan kita akan memiliki kolam renang di bagian belakang istana kita."Alan membuat petakan di belakang istana mini itu.
"dan halaman yang luas untuk kita bisa bermain bersama anak anak kita."kata Alan .
Alena hanya memandang Alan terharu ternyata suaminya memiliki keinginan yang begitu besar tentang keluarga sederhana mereka.
__ADS_1
"kau mau punya anak berapa?kalau aku sih maunya punya anak banyak,rencananya aku mau anak cuman sebelas sih tapi kalau lebih juga oke oke aja aku siap buatnya kapan aja."kata Alan kelewat santai.
Alena hanya memandang tidak percaya pada Alan 'cuman sebelas' katanya rasanya Alena ingin sekali menonjok mulut Alan sekarang.
"kalau kamu maunya anak kita berapa?"tanya Alan lagi.
"aku sih gak banyak banyak kayak kamu,"kata Alan kesal .
"emangnya maunya berapa?"tanya Alan lagi.
"aku cuman mau punya anak lima orang aja ,tiga laki laki dan dua perempuan."kata alena .
"aku juga gak banyak cuman sebelas aja ,tujuh laki laki dan empat perempuan."kata Alan tak mau kalah.
"iya cuman sebelas ,hanya sebelas kamu pikir melahirkan itu sama kayak buatnya.melahirkan itu gak seenak membuatnya Alan Wijaya."kata Alena kesal menyebut nama panjang sang suami.
"ih ngambek ya."kata Alan menguyel nguyel pipi cuby Alena.
Alena hanya diam aja tidak mau tergoda dengan suaminya itu.
"masak ngambek karena anak sih."kata alan masih membujuk.
"oke oke aku kurangin satu deh ,jadi aku pengen kita punya anak sepuluh aja."kata Alan serius.
"terserah kamu aja deh."kata Alena pasrah.
senyum manis langsung mencuat dari bibir Alan.
"yaudah Ayo pulang ini sudah jam tiga."kata Alena berdiri.
memang mereka tadi berangkat jam dua belas tadi dan mereka shalat di mesjid yang ada di tepi jalan.
"yaudah Ayo."Alan pun ikut berdiri.
__ADS_1
mereka pun kembali menuju mobil untuk pulang.
.
.
.
.
sekitar dua jam baru mereka tiba di rumah kembali ,mereka tadi melakukan shalat di masjid di tepi jalan saja.
ceklek Alena membuka pintu rumah dan berjalan masuk bersama Alan .
ternyata sudah ada dua orang menanti mereka di ruang tengah.
"udah pulang ya pengantin baru."kata Aleta menyindir sedangkan Frans hanya diam saja.
"sebenarnya disini siapa sih yang pengantin baru?"kata aleta kesal.
"ayo hubby ,kita keatas."tanpa mempedulikan Aleta yang protes alena langsung keatas sambil menarik tangan Alan.
.
.
.
.
bersambung
...***jangan lupa like and vote ya 😉😉...
__ADS_1
salam hangat dari author 😘😘***