MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 92


__ADS_3

bibi rika mengelus ngelus dada Baron sehingga membuat laki laki itu semakin terangsang.


setelah melihat Baron yang sudah sangat terangsang bibi Rika langsung berdiri dari pangkuan Baron.


bibi Rika berjalan kembali ke tempat duduknya tadi ,bibi Rika duduk ditempat itu kembali sembari memperhatikan Baron yang terus menggeliat geliat karena kepanasan dan juga gelora dalam dirinya yang minta disalurkan.


"ahhk sialan."pekik Baron merasa badannya sangat panas sekarang sudah ia pastikan kalau dosis yang diberikannya sangat tinggi.


keringat mulai berjatuhan di wajah Baron .


sekitar lima belas menit ia menggeliat geliat dan akhirnya ia menjadi lemas sendiri dan juga pusing .


"hahaha ini baru lima belas menit sayang dan kau sudah menyerah."kata Rika sambil tertawa.


Alan hanya tersenyum melihat ibunya yang sudah berubah ,kini ibunya bukanlah wanita yang lemah lagi tetapi wanita yang kuat dan tidak mau di tindas.


"Syam bawa si brengsek ini ketahanan."perintah bibi Rika pada Syam yang ada di salah satu sudut gedung.


beberapa orang membawa Baron pergi entah kemana.


"ayo pulang."kata bibi Rika langsung berlalu pergi tanpa menunggu Alan dan alena.


.


.


.


.

__ADS_1


sekarang Alan ,Alena dan juga bibi Rika sudah berada di rumah lebih tepatnya di rumah Alan.


sudah sepuluh menit mereka berada di ruang tengah itu tetapi masih belum ada yang mau membuka suara.


"maafkan aku ibu."kata Alan langsung duduk dilantai di depan bibi Rika .


"maafkan aku ibu waktu itu aku tidak mempercayai mu dan tidak mendengarkan apa yang ingin kau katakan."kata Alan lirih sambil menunduk.


"maafkan aku yang bodoh ini ibu karena tidak mempercayai ibuku sendiri."kata Alan semakin lirih bahkan cairan bening itu kembali keluar dari mata Alan.


bibi rika mengelus kepala Alan dan memegang pundak anaknya itu dan menyuruhnya duduk di sampingnya.


"walaupun kau tidak minta maaf ibu sudah memaafkan semua kesalahanmu anakku."kata bibi Rika sambil mengelus punggung tangan Alan.


"tapi satu hal yang harus kau ketahui kalau dihati mu ini begitu banyak keraguan nak,cobalah percayai orang terdekat mu baik ibu ,istrimu atau orang lain."kata bibi Rika lembut.


"kadang yang ada dihadapan mu itu bukanlah yang sebenarnya ,kau harus hati hati jangan sampai karena sesuatu yang belum jelas terjadi kau menjadi kehilangan orang yang paling kau sayangi."lanjut bibi Rika.


"maaf ibu,aku akan mengingat yang ibu katakan."kata Alan memandang ke arah sang ibu.


"baiklah kalau begitu sekarang istirahat lah kalian pasti lelah dan kita akan bertemu saat makan malam."kata bibi Rika sebelum pergi bibi Rika mencium pipi Alan dan Alena dulu.


sekarang hanya tinggal Alan dan Alena di ruang tengah itu.


hening


tak ada yang membuka suaranya.


tiba tiba Alena berdiri dan tanpa berkata apapun ia pergi ke atas tepat nya ke dalam kamar.

__ADS_1


Alan hanya mengikuti Alena dari belakang.


Alena lebih dahulu membersihkan diri baru disusul oleh Alan.


ketika Alan selesai mandi ia melihat Alena yang tidur memunggungi ke arah kamar mandi.


Alan langsung berbaring di samping Alena ia memeluk Alena dari belakang dan menghirup wangi tubuh Alena .


Alena tidak melakukan apapun ia hanya diam saja.


"maafkan aku."kata Alan di telinga Alena.


Alan tau sekarang Alena belum tidur jadi alan mau meminta maaf sekarang.


diam saja Alena tak mengeluarkan suara atau pun bergerak.


"aku mohon maafkan aku ,ini tidak akan ter…"


"aku hanya meminta satu hal dan kau tidak bisa memenuhinya dengan baik ,aku jadi ragu kau mencintaiku atau tidak."


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa like and vote ya πŸ˜‰


salam hangat dari author 😘😘


__ADS_2