
air mata Alan seperti tidak ada habisnya untuk menangis melihat wanita yang ada di hadapannya sekarang.
sedangkan Baron masih termenung mencoba memahami apa yang terjadi sekarang.
alena jangan ditanya lagi dia sedang duduk memperhatikan Alan dengan tangan dan kaki yang masih terikat.
"jangan menangis lagi."kata Rika menghapus air mata sang anak tetapi bukannya berhenti air mata itu justru jatuh semakin banyak bahkan sekarang terdengar isakkan tangis Alan.
"jangan menangis terus kau terlihat jelek saat menangis."kata Rika terus menghapus air mata sang anak.
sakit yang menggambarkan hati Rika sekarang saat melihat anaknya menangis begitu lirih dan terisak.
"apa yang kau lakukan disini jalang?"kata Baron dengan nada menyindir.
Rika baru ingat kalau laki laki sialan itu masih ada disini.
Rika memutar badan nya dan berjalan kearah Baron.
Rika mengalungkan tangannya di leher Baron.
"apakah kau harus bertanya seperti itu?ya jelaslah aku kesini karena suami ku ini."kata Rika dengan nada dibuat selembut mungkin.
"lepaskan."kata Baron agak meninggi.
"ok,ok aku lepas."kata Rika melepaskan kalungan tangannya di leher Baron.
lalu Rika duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Baron.
__ADS_1
Rika menaiki satu kakinya diatas meja sambil Mandang kearah Baron.
Baron terkejut melihat perubahan Rika sekarang,dulu Rika begitu sopan dan penurut beda dengan orang yang ada dihadapannya sekarang.
sekarang hanya ada Rika yang pemberani dan sekarang Rika sudah mengenakan hijab menambah kecantikan nya.
"kau mau bermain tapi salah pilih orang suamiku."kata Rika santai sambil menggoyang kan kakinya yang ada di atas meja.
"kau terlalu buruk dalam bermain suamiku."kata Rika dengan nada mengejek.
Baron yang tidak terima dengan yang diucapkan Rika langsung menyerang Rika dengan tangan kosong karena ia yakin Rika hanyalah wanita yang lemah dan tidak tau apa apa dalam bertarung.
BRAK
BRUK
BRAK
keduanya masih terus bertarung .
KRAK
akhhh
Baron berteriak saat tangannya dipelintir oleh Rika dan dapat dipastikan kini tulangnya bergeser.
Rika melepaskan Baron yang terduduk memegang tangannya yang dipelintir Rika.
__ADS_1
Alan tidak menyangka kalau ibunya sangat hebat berkelahi dan dapat dilihat sekarang ibunya bukanlah wanita yang lemah lagi tetapi merupakan wanita yang tangguh dan pemberani.
Rika kembali dalam posisi duduk tadi dengan kaki kembali di atas meja.
"kau terlalu bodoh dalam bertarung suamiku , dengan ku saja kau kalah apalagi dengan menantuku itu."kata Rika kembali mengejek.
"dan seperti nya permainan yang kau buat telah menjadi senjata makan tuan sekarang,tidak kan kau lihat sekitarmu suamiku,tidakkah kau lihat siapa lawan dan kawan disini."kata Rika menunjuk semua orang yang ada dalam gedung itu.
Baron mengikuti pandangan Rika dan benar saja ternyata yang ia kira anak buahnya bukan lah anak buah nya tetapi anak buah Alena .
Baron hanya menganga tidak dapat berkata kata apapun karena situasi sekarang ,apapun yang akan ia lakukan tidak ada yang benar, sekarang ia seperti memakan buah simalakama.
jika ia keluar maka sepuluh orang anak buah Alena akan menyerangnya sedangkan tangannya sedang tidak bisa digunakan,jika ia tetap disini maka ia akan dihukum oleh Alena .
sekarang hanya satu yang bisa ia lakukan yaitu
MENYERAH
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE AND VOTE 😅
...SALAM HANGAT DARI AUTHOR 😘😘...