
sudah satu Minggu berlalu sejak hari itu Aurel tidak menampakkan diri lagi bahkan dia mundur dalam dunia permodelan.
Alan masih terus mencari tahu tentang siapa Alena sebenarnya dan seperti sebelumnya hanya informasi yang tidak penting yang ia dapatkan.
sekarang hubungan mereka makin dekat dan tanpa disadari kedua nya benih benih cinta telah hadir diantara mereka.
betul kata orang kalau cinta itu hadir karna terbiasa.dan itulah yang terjadi pada alan dia sekarang tidak dapat jauh dari Alena.
dan tanpa disadarinya pula sekarang sifat dinginnya mulai menghangat.
seperti saat ini mereka sedang makan siang di dalam ruangan Alan .Alena dengan telaten menyuapi Alan dan juga dirinya sendiri.
Alan hanya menerima sambil memperhatikan orang yang menyuapinya.
setelah selesai makan Alena membersihkan meja sofa itu.
"Alena."panggil Alan.
__ADS_1
merasa namanya dipanggil Alena pun mengalihkan pandangannya ke arah alan.dia kembali duduk di samping alan.
"ya ada apa tuan?"kata Alena sopan.
"ajarkan aku menjadi imam yang baik untukmu."kata Alan tiba tiba.
mata Alena terbelalak mendengar kalimat yang dilontarkan Alan barusan.
"aku tau dalam agamamu aku adalah seorang imam yang harus menuntun makmumnya kejalan yang baik jadi ajari aku menjadi imam yang baik untukmu supaya aku bisa menjadi imam yang menuntun makmumnya kejalan yang benar."kata Alan sungguh sungguh.
Alena tidak percaya kalau Alan akan secepat ini mengatakan hijrah kejalan Allah .
"aku tau kalau aku ini pendosa tetapi saat aku cari tau tentang agamamu aku malihat kalau seorang pendosa seperti aku ini bisa menjadi imam yang baik kalau dia bersungguh sungguh dalam minta ampunan."ucap Alan lagi
entah dari mana alan mengetahui itu tetapi berhasil membuat Alena menjadi terhayut dalam setiap kalimat yang disampaikan suaminya itu.
air mata Alena tumpah mendengar perkataan yang terakhir disebutkan Alan.
bukan air mata kesedihan tetapi air mata kebahagiaan yang jatuh dari pelupuk matanya.
Alena mencium tangan Alan yang sedang menggenggam tangannya .
Alan terkejut melihat air mata Alena karena baru pertama kali dia melihat Alena menangis dan itu karena dirinya pula dan saat Alena mencium tangannya ada perasaan yang tidak bisa diungkapkan saat itu.
setelah Alena mencium tangannya Alan langsung menghapus air mata yang mengalir dipipi Alena.
"jangan menangis aku tidak suka kalau kau menangis."
__ADS_1
"aku akan mengajarimu menjadi seorang muslim tetapi aku tidak bisa mengajarimu menjadi seorang imam."kata Alena .
"yang aku tau kalau kau ingin menjadi imam yang baik maka kau sendirilah yang tau caranya,tetapi kalau menjadi seorang muslim aku akan senantiasa mengajarkanmu."kata Alena lagi.
"dan terima kasih karena mau menjadi imam yang baik untukku."kata Alena sambil memeluk Alan.
Alan membalas pelukan Alena dengan erat.
"aku mencintaimu."bisik Alan ditelinga Alena.
Alena tidak menjawab tetapi ia semakin mengeratkan pelukannya.
setelah lima menit berpelukan Alena melepaskan pelukannya itu.
"besok kita akan ke mesjid tempat ustadz yang dulu membantuku menjadi seorang muslim juga."ucap Alena.
"terima kasih."Alan mencium kening Alena .
"ya sudah kalau begitu aku akan kembali bekerja dulu."Alena beranjak dari sofa menuju ke meja kerjanya.
.
.
.
.
bersambung.
###
__ADS_1
Jangan lupa like and vote
Salam hangat dari author 😘😘