
jika orang yang masuk itu lengah sedikit saja sudah pasti dia akan berakhir di rumah sakit karena pisau itu.
semuanya ternganga melihat pisau itu melayang dan lebih terkejut lagi melihat siapa yang melempar pisau itu.
Alena! ya Alena lah yang melempar pisau itu ke orang tersebut dengan wajah dinginnya.
dan lebih terkejut lagi melihat siapa yang datang masuk ke ruangan itu.
galaksi?.kata Alan dalam hati.
ya! yang datang itu adalah galaksi yang sempat pergi menjadi pasangan Alena saat pesta dansa kemarin.
Alan masih bingung jelas jelas kemarin Alena seperti sangat mencintai galaksi dan sekarang dia melemparkan sebuah pisau yang sangat tajam ke arak lelaki itu,Alan sama sekali belum mengerti dengan semua jalan cerita ini.
Frans tambah pucat melihat Alena melempar pisau itu dengan begitu santai dia tidak menyangka kalau Alena bisa melakukan itu dengan santai dan dia tidak habis pikir bagaimana dengan hukuman yang akan diberikan oleh Alena kepadanya karena mencium adiknya.apalagi melihat Aleta yang memohon mohon pada Alena agar tidak menghukum dirinya , apakah Alena akan menghukumnya seperti tuan Alan biasa menghukum penghianat yaitu dengan melukis lukis wajahnya atau akan lebih parah lagi.
brukk brukk
semua orang kembali sadar dari lamunan mereka saat mendengar suatu pukulan dari arah depan pintu .
brukk brukk
entah sejak kapan Alena telah ada di hadapan galaksi dan melayang kan pukulan kepada galaksi.
otomatis galaksi mengelak setiap pukulan yang di berikan Alena.
"apa yang kamu lakukan Alena ?"saat ia sudah terlentang di lantai dan Alena menduduki dirinya dan melayangkan pukulan ke arah wajahnya.
__ADS_1
"kau lupa dengan apa yang aku katakan waktu itu hah"kata Alena begitu dingin.
brukk
Alena kembali meninju galaksi .
galaksi hanya pasrah saja karena dia tau apa yang sedang di maksud oleh Alena setelah melihat Aleta berada di dalam ruangan itu juga dan jangan lupa Frans yang ada di sampingnya.
melihat Alena yang hilang kendali Alan langsung bertindak.
Dia menggendong Alena layaknya anak kecil dari atas tubuh galaksi dan mendudukkan Alena kembali di sofa.
"tenanglah Alena."kata Alan lembut sambil mencium puncak kepala Alena agar Alena bisa sedikit tenang.
Alena menundukkan kepalanya mencoba menguasai kembali dirinya.
untuk pertama kalinya galaksi bersyukur karena ada Alan yang berhasil menenangkan Alena kalau tidak ,entah akan seperti apa wajahnya karena keganasan Alena .
hening.
suasana tegang yang mencakup ruangan itu tidak ada yang berani membuka suara melihat keganasan Alena tadi.
apalagi mendengar hembusan nafas Alena yang masih berat menandakan kalau gadis itu masih butuh melakukan pelampiasan atas amarahnya.
tiba tiba Alena mengeluarkan handphonenya dan menelepon seseorang.
__ADS_1
"siapkan semuanya dan bawa itu kesini."setelah mengatakan itu Alena kembali mematikan panggilan tersebut.
Frans menjadi tegang mendengarkan ucapan Alena tadi dia yakin kalau itu adalah hukuman untuknya.
dalam ruangan itu masih hening karena atmosfer ruangan itu masih dingin.
Alan senantiasa mengelus punggung Alena supaya ia lebih tenang .
ceklek
seseorang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
semua mata menuju ke arah pintu itu.dapat dilihat laki laki berpakaian santai sambil menenteng sebuah plastik berisi pizza masuk ke dalam ruangan.
melihat itu Aleta langsung berlari ke arah orang tersebut .
"kakak aku mohon tolong aku kali ini saja."
.
.
.
.
bersambung.
###
__ADS_1
***Jangan lupa like and vote
salam hangat dari author 😘😘***