
Alan dan Alena sekarang sedang memakan makanan mereka di sofa ruangan Alan seperti biasa Alena sekarang menyuapi si bayi besarnya yang entah kapan pandai makan sendiri.
sedang asik asiknya makan mereka mendengar kehebohan di samping ruangan mereka lebih tepatnya di ruangan Frans entah apa yang dilakukan Frans sekarang biasanya ruangan Frans akan hening saat jam istirahat karena sang empunya akan pergi ke kantin untuk makan.
tapi kali ini tidak , ruangan itu sangat heboh dan juga terdengar suara seorang wanita yang tertawa di sana .
mendengar suara wanita Alena langsung berdiri dari duduknya dan langsung menuju ke ruangan sebelah.
Alan hanya mengikuti Alena dari belakang.
ceklek .
tanpa mengetuk pintu Alena langsung membuka ruangan itu.
mata Alena membola melihat adegan yang ada di hadapannya itu.
pemandangan Indah dari dua sejoli yang sedang duduk berpangku di kursi Frans.
dengan bibir saling berpautan dan tangan Frans yang sudah masuk mencari sesuatu yang lembut di dalam baju Aleta.
saat mendengar suara pintu terbuka dua sejoli itu langsung melepaskan Pagutan nya.
Aleta langsung bangkit dari pangkuan suaminya dan berjalan menuju sofa sambil merapikan pakaian nya yang agak kusut karena Frans tadi dan jangan lupa tampangnya yang seperti tak berdosa.
"ada apa kak?"tanya Aleta datar saat menduduki bokongnya di sofa.
"mengapa kau datang kesini Aleta?"tanya Alena tak kalah datar dari sang adik.
__ADS_1
"oh itu,tadi suami aku minta diantar makan siang jadi ya aku antar kesini."kata Aleta santai.
"tu ngapain juga kalian harus melakukan hal itu disini,apakah di apartemen kalian terlalu kecil untuk melakukan hal itu sehingga harus melakukan nya disini."kata Alan kesal karena melihat itu hatinya menjadi iri karena sejak ia menikah dengan Alena belum pernah dia melakukan hal yang seperti itu dan dia tidak pernah melakukan sesuatu melebihi dari ciuman saja.
"apartemen kami cukup luas kakak ipar tapi suami ku ingin mencoba hal baru yaitu melakukan nya di meja kerjanya,oh iya katanya ia melakukan hal ini karena melihat dua sejoli yang ada di sampingnya ini juga melakukan kemesraan di depannya, katanya ia merasa iri pada dua sejoli itu."kata Aleta santai.
Alan terkejut , ternyata selama ini Frans merasa iri atas apa yang ia lakukan dengan Alena saat di ruangan nya.
"tapi kau juga tidak boleh melakukan hal itu disini Aleta karna itu menyebabkan Frans tidak fokus bekerja setelah itu."kata Alena lembut tapi tegas.
"iya kak."kata Aleta sambil menunduk ,ia sangat takut mendengar suara tegas sang kakak ,Aleta lebih memilih mendengar suara datar Alena dari pada suara tegasnya karena itu membuat bulu kuduk ikut berdiri.
"ya sudah kakak keluar dulu ingat yang kakak ucapkan."kata Alena sebelum pergi Alena lebih dulu mengusap kepala sang adik .
"iya kak."Aleta mendongakkan kepalanya sambil tersenyum ia paling suka saat Alena mengelus lembut kepalanya.
Alan dan Alena berlalu pergi dari ruangan Frans .
"ya ada apa."kata Alena mengambil kembali kotak makanan yang belum habis.
"aku juga pengen kayak Frans."kata Alan to the point.
Alena tidak menjawab ia hanya menyuapi Alan makanan.
"Alena jawab."
Alena memandangi Alan.alena meletakkan makanan itu di atas meja.
__ADS_1
"apakah kau benar benar meminta hak mu."
"iya."kata Alan mengangguk.
"aku mencintaimu alena ,aku ingin memilikimu seutuhnya."kata Alan sungguh sungguh.
"tapi kau harus mengetahui sesuatu dulu."Alena menarik nafas dalam-dalam.
"apa pun yang aku ucapkan aku berharap kamu tidak marah padaku."
"apa?"
"sebenarnya aku bukanlah wanita yang sempurna ,aku sudah tidak bisa disebut gadis lagi."Alena menghentikan ucapannya ia mengambil nafas dalam dalam lagi.
"aku sudah tidak perawan lagi."kata Alena akhirnya.
***brakkk.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like and vote
salam hangat dari author 😘😘***