
setelah satu jam akhirnya Frans akhirnya tertidur juga.
Aleta menghela nafas lega melihat frans yang akhirnya tertidur.
Aleta menatap tajam pada sang kakak bukannya malah menolongnya diamalah tertawa seperti orang gila di sofa kamar .
"sudah puas ketawanya."kata aleta tajam melihat kakak nya yang menghapus air mata di ujung matanya.
"dasar kakak durjana,kamu disuruh kak alena menolongku bukan membuat otak ku tambah sakit mendengar suara tawa mu yang besar itu."kata Aleta kesal.
lalu Aleta pergi dari kamar itu menuju ke dapur untuk mengambil air minum karena air minum yang dikamar sudah habis.
ia meninggalkan galaksi dikamarnya.
.
.
.
.
sudah dua hari berlalu sejak acara khitanan Alan dan Frans . sekarang para lelaki itu sudah bisa berjalan walau dengan mengangkang dan disertai dengan gerutuan gerutuan kalau hartanya mengenai sesuatu yang kasar.
sekarang Alena sedang menyuapi sang suami di dalam kamar.
"sampai kapan sakit ini akan berlangsung,apakah tidak ada obat yang bisa mempercepat proses penyembuhan nya?"kata Alan sambil memakan makanan yang diberikan oleh Alena.
"kamu sabar saja ,kalau sudah sehat kamu mau minta apa pun aku berikan tapi dengan syarat kamu sabar ya."kata Alena bermaksud membujuk tetapi ditangkap lain oleh Alan.
dari perkataan alena Alan hanya menangkap kata 'apapun' dari kalimat itu .senyuman Licik terpatri di wajah Alan sekarang.
"beneran ya apapun keinginan aku."kata Alan memastikan.
"iya iya tapi hanya satu permintaan."kata Alena tenang lalu menyuapi Alan kembali tapi tidak dengan Alan sekarang sudut bibir laki laki itu sudah melengkung sempurna membayangkan fantasi fantasi yang ada di dalam kepalanya.
__ADS_1
"ok satu permintaannya dan itu apapun."kata Alan menekan kata apapun.
"iya iya."
.
.
.
.
sedangkan Frans sekarang sedang mencoba berjalan menuju ke balkon kamarnya dibantu oleh Aleta dan galaksi yang hanya memandangi saja.
"aduh ini jauh banget sih balkonnya."itu lah gerutuan Frans sejak tadi entah beberapa kali ia mengatakan hal itu sejak berjalan.
"kamu harus sabar dan terus mencoba ."kata aleta.
Alan kembali berjalan perlahan lahan walaupun harus meringis saat kain mengenai harta nya yang berharga itu.
"akhirnya sampai juga."kata Frans bernafas lega saat sampai di balkon kamarnya setelah berjuang cukup susah.
"coba saja sendiri."kata Frans cuek sambil terus mengambil nafas segar.
"jawab Frans."kata Aleta memaksa.
"coba aja sendiri."kata Frans kesal
dengan kesal Aleta melepaskan pegangan ujung kain sarung Frans dan tidak sengaja tangannya mengenai harta Frans.
"ohhh akhhh."pekik Frans merasakan denyutan di hartanya.
"maaf aku tidak sengaja."kata Aleta sambil menepuk pundak Frans.
"ohh akhhh saa kitt."pekik Frans
__ADS_1
Aleta tidak tau harus ngapain ia hanya bisa menenangkan Frans dengan menepuk pundak Frans.
lima belas menit baru Frans berhenti memekik kesakitan.
"bawa aku kedalam."kata Frans hampir tidak terdengar.
tanpa banyak bicara Aleta membimbing suaminya ketempat tidur.
dan setelah berjuang akhirnya sampai juga di atas kasur.aleta menyusun bantal untuk suaminya agar tidur dengan nyaman.
.
.
.
.
setelah seminggu akhirnya Alan dan Frans sudah bisa berjalan sendiri tanpa kendala walaupun harta mereka masih sensitif tetapi itu lebih baik dari yang sebelumnya .
sedangkan perusahaan mereka masih di handle oleh Syam dan sekali sekali syam akan ke rumah meminta tanda tangan.
Alan memeluk alena saat Alena menyisir rambutnya.
"kau ingatkan sayang tentang janjimu kemarin."
.
.
.
.
bersambung.
__ADS_1
***Jangan lupa like and vote
salam hangat dari author 😘😘***