
"kakak aku mohon jangan hukum dia aku sangat mencintainya kak."kata Aleta yang berhasil membuat Alan dan Frans terkejut bukan main.
"kakak? "kata Alan dan Frans bersamaan.
Frans baru mengerti kenapa Aleta begitu ketakutan saat melihat Alena tadi.
Alan tidak menyangka kalau kekasih Frans adalah adik Alena berarti itu juga adik iparnya,pantas saja Alena begitu marah melihat Aleta dan Frans berciuman.
"cinta?"ulang Alena saat mendengar kata itu dari mulut adiknya.
"iya kak kami saling mencintai."kata Aleta sungguh sungguh.
tatapan Alena beralih kearah Frans yang hanya diam sedari tadi.
"kau mencintai dia?"tanya Alena pada Frans menunjuk Aleta.
"iya nyonya."kata frans berupaya tenang padahal dalam hati sekarang dia sangat gugub.
"kenapa?"tanya Alena lagi.
frans terdiam saat mendengar pertanyaan kedua Alena .
itu merupakan pertanyaan yang mudah tetapi entah kenapa frans menjadi susah menjawab pertanyaan itu.
"saya tidak tau."itulah jawaban Frans pada akhirnya setelah terdiam sekitar lima menit.
alena kembali menatap Aleta yang masih pucat tetapi ada sebuah senyuman melekat di bibir gadis itu.
__ADS_1
"walaupun kalian saling mencintai tetapi hukuman akan tetap berjalan karena itu merupakan kesepakatan kita bukan?"kata Alena kepada Aleta.
mendengar kata hukuman lagi pada mulut Alena Aleta kembali gelisah dia tau kalau kakak nya kalau menghukum tidak lah yabg ringan ringan tetapi pasti hukuman yang berat.
"kakak aku mohon jangan hukum dia ,kau tau aku sedang mengandung anak kami."kata Aleta sambil memegang perut ratanya.
semua orang terkejut mendengar kata kata yang keluar dari mulut Aleta ,tapi tidak dengan Alena dia masih dengan wajah yang seperti tadi yaitu dingin.
"kakak aku mohon kalau kak menghukum Frans maka anak ku tidak akan memiliki ayah kak."kata Aleta lirih sambil mengeluarkan air mata nya.aleta menunduk dan terus mengelus perut ratanya itu.
"kau lupa siapa kakakmu Aleta,kau pikir aku tidak mengetahui apa yang dilakukan kalian saat aku tidak ada dirumah."ucapan Alena membuat Aleta langsung menegakkan kepalanya .
'percuma saja aku menangis kalau begini.'batin Aleta sambil menghapus air matanya.
"aku mengetahui setiap kegiatan yang kalian lakukan di belakangku,jadi jangan pikir untuk berekting di hadapan ku."kata Alena kembali membuat nyali Aleta menciut.
"dan pasti kau bertanya kenapa aku tidak pernah menegur mu saat berpacaran dengan Frans itu karena aku mempercayaimu aku yakin adikku tidak akan mendustakan aku."kata Alena lirih saat diakhir kalimatnya.
"sekarang telfon abangmu dan suruh dia kesini."kata Alena kembali dingin.
Aleta langsung menelpon seseorang.
"Abang disuruh kekantor kakak ipar sekarang oleh kakak Alena ."kata Cia dan langsung mematikan panggilan itu.
"aku tetap akan menghukum Frans sesuai perjanjian kita."
Alena mengambil handphone nya dari dalam tas.
__ADS_1
"bawa kemari."dia kata itu yang keluar dari mulut Alena ia pun langsung mematikan handphone nya.
'apakah di keluarga mereka menelpon itu hanya dilakukan beberapa detik .'pikir Alan.
tak berselang lama pintu ruangan Alan diketuk oleh seseorang.
tok tok tok
"masuk."kata Alan.
ceklek.
tak.
sebuah pisau kecil yang begitu mengkilap melayang dihadapan orang yang masuk itu kalau saja dia tidak mundur tadi mungkin pisau itu sudah tepat di keningnya bukan di dinding ruangan.
.
.
.
.
bersambung.
###
__ADS_1
***Jangan lupa like and vote
Salam hangat dari author 😘😘***