
Frans terus menggeliat geliat karena hawa panas makin menjalar di sekujur tubuhnya.
bagian penting dari tubuhnya yang minta di tuntas kan tetapi tidak bisa, membuat frans semakin gelisah.
semua orang memandang iba kepada Frans yang terus bergerak gerak seperti cacing kepanasan.
'lebih baik aku dijadikan objek lukisan saja dari pada harus seperti ini ,ini lebih menyakitkan.'kata frans dalam hati.
Aleta yang melihat itu menjadi sangat kasihan pada kekasih nya itu.
seharusnya aku tidak usah buat perjanjian tidak masuk akal itu bersama kakak.pikir Aleta.
tapi apa boleh buat jika kakak nya yang bertindak tidak ada yang bisa menghalanginya.
"ayo keluar ,Frans akan menjalani hukumannya selama satu jam dan tidak ada yang boleh membantunya."kata Alena tegas dan berlalu keluar kamar itu.
yang lainnya pun mengikuti Alena dari belakang.
pintu kamar itu di tutup oleh Syam setelah semua orang keluar.
semua kembali duduk di sofa hanya Syam yang masih berdiri tegak di samping Alena.
"kau siapa?"tanya Alan tidak bisa menahan keingintahuannya tentang Syam
"saya Syam tuan,saya sekretaris nyonya Alena."kata Syam sambil sedikit menunduk kepalanya.
Alan hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.
"kau pulanglah Aleta ,orang orang kakak akan kerumah untuk menyiapkan mu selesai Maghrib, sebab kalian akan menikah sekita jam 7 malam."kata Alena .
"baiklah kakak aku pulang dulu."Aleta berlalu pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
"aku juga."kata galaksi tanpa menunggu jawaban Alena galaksi langsung pergi menyusul Aleta.
diruangan itu hanya tinggal Alena dan Alan juga Syam yang masih setia berdiri di samping Alena .
"siapa kau sebenarnya Alena?"tanya Alan dengan serius.
Alena langsung melihat kearah Alan .
"kau akan tau sendiri nanti."lagi lagi itu jawaban yang diberikan oleh Alena.
Alan hanya menghela nafas panjang saat kembali mendengar jawaban Alena.
"ayo kita pulang kita juga harus menyiapkan diri untuk acara nanti malam."kata alena dia langsung berdiri dari duduknya.
"terus siapa yang akan menghandle urusan pekerjaan kita,bukankah Frans sedang di hukum di dalam."kata Alan.
"bagaimana bisβ¦"
"Syam bisa semuanya jadi kau tenang saja , ayo."kata alena memotong ucapan Alan ,dia langsung menarik tangan Alan .
tanpa bertanya lagi alan mengikuti Alena.
saat tiba di depan pintu Alena berhenti lalu berbalik .
"setelah satu jam lepaskan ikatannya dan beri dia obat untuk menambah staminanya,oh ya jangan lupa bawa dia ke ustadz abi agar dia menjadi orang islam.."setelah mengatakan itu Alena kembali pergi.
.
.
.
setelah satu jam Syam baru membuka lilitan tali yang ada di badan Syam dan juga selimut tebal itu juga.
__ADS_1
Frans hanya diam saja bahkan untuk berbicara saja dia tidak mampu karena letih dan juga pusing.tetesan keringat masih mengalir di dahi pria itu.
frans disandarkan di pinggir ranjang oleh Syam.
lalu Syam menghidupkan AC kembali.
Frans menutup matanya mencoba untuk mengembalikan tenaganya.
"ini."Syam memberikan sebuah pil obat dan juga segelas air putih.
Frans diam saja .
karena tidak juga diambil oleh Frans ,Syam langsung mengambil pil itu dan memasukkan ke dalam mulut Frans lalu dia beri air putih yang ia bawa .
sehingga pil itu sudah masuk kedalam perut Frans .
Frans masih menutup matanya .
'setelah ini aku tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi kalau bersama Alena .'pikir Frans .
dia lebih memilih dihukum oleh Alan saja sudah jelas Alan akan mengiris ngiris kulitnya itu hanya fisiknya saja sedangkan Alena dia membuat Frans merasakan sakit fisik dan psikis nya.
.
.
.
.
bersambung.
***Jangan lupa like and vote
salam hangat dari author πππ***
__ADS_1