MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 84


__ADS_3

hah


Alan dan Baron sama sama terkejut saat menyadari kalau mereka berdua tadi berbicara dan tertawa bersama.


refleks saja keduanya saling menjauh dan duduk diujung sofa dan sama sama menatap tajam satu sama lain.


'kenapa otak ini tak konek dari tadi sih kalau tidak kan ,aku tidak akan bicara dengan laki laki sialan itu.'getutu Alan dalam hati.


' kenapa sih aku sampai oon gini ,dan ngapain juga ketawa sama anak sialan itu.'kata Baron dalam hati.


sedangkan Alena hanya menghela nafas melihat dua lelaki itu.


'bodoh dipelihara.'kata Alena dalam hati melihat dua orang itu saling menatap tajam satu sama lain tapi tidak mengucapkan satu kata pun.


lalu tatapan Baron beralih kearah Alena dan tatapan tajam tadi pun hilang digantikan tatapan yang begitu lembut.


"ayah keatas dulu ya menantu."kata Baron lembut lalu pergi meninggalkan Alan dan Alena di ruang tengah.


"kamu kenapa gak bilang sih kalau tadi aku bicara sama pria sialan itu."kata Alan kesal pada Alena.


"iya maaf."kata alena.


"ya sudahlah, ayo keatas."kata Alan menggenggam tangan alena dan membawanya keatas.


"ngapain keatas lagi kita kan baru bangun tidur tiga jam yang lalu."kata alena malas.


"siapa yang bilang kalau mau tidur."kata Alan dengan alis yang sudah naik turun.


alena hanya menghela nafas melihat suaminya .

__ADS_1


"aku kekamar mau bikin anak bukan tidur."kata Alan tepat ditelinga Alena.


Alena hanya menghela nafas melihat tingkah mesum suaminya itu yang entah sejak kapan sampai separah itu.


entah kemana Alan yang arogan,dingin dan datar itu sekarang.


.


.


.


setelah makan malam Alan dan Alena langsung keatas dengan alasan ingin cepat cepat istirahat mungkin yang tadi yang dilakukan mereka tadi setelah menonton tadi merupakan bukan istirahat tetapi sedang bekerja keras ya! kerja keras buat anak.


sekarang mereka tidur berhadapan dengan tangan Alan sudah berada di pinggang Alena.


Alena melihat kearah Alan .


"kau mencintaiku?"bukan nya menjawab Alena malah balik nanya.


"kau masih meragukan perasaan ku."kata Alan dengan nada sedih.


"aku mencintaimu sangat mencintaimu."kata Alan lirih.


"aku tau kau mencintaiku ,dan aku percaya itu."kata Alena memegang pipi Alan dan mengelusnya lembut.


"aku hanya mau bilang dalam sebuah hubungan apapun itu baik pertemanan, persahabatan,suami istri,atau yang lainnya ,"


"kepercayaan adalah pondasinya ,jika kepercayaan itu yang hilang dari sini."kata Alena menunjuk dada kiri Alan.

__ADS_1


"maka hubungan itu tidak akan bertahan lama."kata Alena .


"aku cuman mau bilang , bagaimanapun keadaannya tolong percaya padaku , setiap aku melakukan suatu hal aku sudah memikirkannya terlebih dahulu."kata Alena lagi.


"jika kau mengetahui suatu hal yang bagimu itu aku yang salah ,tolong kau tanyakan dulu padaku kenapa aku melakukan itu aku akan menjelaskan bagaimana peristiwa itu terjadi."lanjut alena.


Alan hanya diam mendengarkan ucapan Alena.


"yang terpenting tolong percayai aku."kata Alena mengelus lembut pipi alan.


"ya aku berusaha mempercayai mu di situasi apapun."Alan memegang tangan Alena dan mengecup punggung tangan itu.


"terima kasih."kata Alena lalu ia memeluk Alan.


"***besok permainannya akan dimulai."bisik Alena di telinga Alan.


.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote ya 😉😉


...salam hangat dari author 😘😘***...

__ADS_1


__ADS_2