
BRAK
BRUK
anela masih menyerang Alan dengan bertubi-tubi,kini bukanlah Alena si gadis manis yang ada di hadapan Alan tetapi monster yang menjelma menjadi seorang gadis.
Alan pun hanya pasrah dengan yang anela lakukan lagi pula itu semua memang salahnya.
"BERHENTI ANELA."teriak kan Aleta membuat anela langsung berhenti memukul Alan,ia kemudian duduk di samping cia dan meminum air segelas dengan sekali teguk.
Alan pun duduk di tempat yang tadi.
Frans dan cia hanya melongo melihat adik adik alena yang begitu ganas dalam bertarung.
"perlu aku beritahu padamu kakak ipar ,satu hal kelemahan dari kak Alena yaitu orang yang dia sayangi."kata aleta dingin.
"dan tampa kau sadari atau tidak namamu sudah terukir di salah satu tempat di hatinya."
"mungkin bagimu kepercayaan adalah hal yang biasa saja bagimu tapi tidak dengan kakak ,masa lalunya begitu menyakitkan dan semua itu hanya karena sesuatu yang di sebut KEPERCAYAAN."kata Aleta bertambah dingin.
"dulu kakak bukan lah orang yang kau lihat sekarang,dia dulu begitu dingin tak ada yang berani menyapanya sekalipun."lanjut Alena.
"tapi seseorang datang pada dirinya dan membuat dirinya kembali menjadi seperti sekarang ,walaupun jarang tersenyum tetapi dia sudah bisa berbicara dengan orang lain ."lanjut Aleta.
"dan soal sup ini kakak harus hati hati kalau kakak membuat sup daging,ia hanya membuat sup daging kalau ia marah dan itu sudah di ketahui oleh orang terdekatnya, karena dulu pernah kakak di hianati dan ia memasak sup daging tapi itu bukan daging hewan tetapi daging manusia dan itu pun merupakan orang yang menghianati nya."kata Aleta panjang lebar.
"dan satu hal lagi , apa pun masalah yang terjadi kakakku akan mengetahuinya tanpa kau mengatakan masalah itu,jadi tolong percaya lah pada nya."kata Aleta lalu berlalu pergi.
__ADS_1
sedangkan anela hanya mengikuti Aleta dari belakang diikuti Frans dan cia.
.
.
.
di dalam kamar.
Alena memandangi langit biru yang begitu cantik ditemani awan awan putih.
"kenapa kau tidak membawaku pergi juga."kata Alena lirih .
"apakah surga Allah begitu indah sehingga kau tidak mau berbagi bersama ku? permainan dunia ini begitu menyakitkan , baik dulu atau sekarang masih sama tidak ada yang mempercayai ku."kata Alena bertambah lirih.
"kau salah ,aku tidak kuat ,aku hanya berpura pura kuat."setetes air bening keluar dari kelopak mata wanita cantik itu.
galaksi yang baru memasuki kamar adiknya pun terpaku melihat adiknya di balkon kamar dengan tubuh bergetar seperti menangis.
galaksi berjalan ke arah Alena dan memeluknya dari belakang.
"kakak akan selalu bersamamu ,kakak akan selalu percaya padamu,jangan menangis lagi."kata galaksi lirih ,dia membalikkan tubuh Alena dan kembali memeluk Alena.
Alena menumpahkan air matanya di dalam dekapan galaksi.
Alan yang baru datang merasakan sakit di dada nya melihat cairan bening yang keluar dari mata sang istri.
__ADS_1
Alena menangis selama lima belas menit di dekapan sang kakak.
galaksi dengan setia mengelus punggung adiknya agar lebih tenang.
"sudah jangan menangis lagi."kata galaksi melepas pelukan itu dan menghapus air mata sang adik.
"makasih."kata Alena kembali tersenyum.
"iya kakak keluar dulu."kata galaksi karena ia tau kalau Alan sudah ada di depan pintu sedari tadi.
galaksi pergi meninggalkan Alena yang masih di balkon kamar.
"bicarakan baik-baik."kata galaksi saat di dekat Alan.
setelah galaksi keluar kamar ,Alan mulai memberanikan diri menuju ke tempatmpat Alena berada.
"maafkan aku ,aku terlalu bawa perasaan tadi jadi tolong jangan dipikirkan."kata Alena datar dan terkesan santai tanpa beban.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘